Tahukah Anda? Unissula Hibahkan Tanah untuk Sodetan Banjir Kaligawe, Pemkot Semarang Apresiasi Solusi Banjir

Pemkot Semarang mengapresiasi **Hibah Tanah Unissula Semarang** untuk pembangunan sodetan baru. Langkah ini diharapkan menjadi solusi konkret atasi banjir Kaligawe. Simak selengkapnya!

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Tahukah Anda? Unissula Hibahkan Tanah untuk Sodetan Banjir Kaligawe, Pemkot Semarang Apresiasi Solusi Banjir
Pemkot Semarang mengapresiasi **Hibah Tanah Unissula Semarang** untuk pembangunan sodetan baru. Langkah ini diharapkan menjadi solusi konkret atasi banjir Kaligawe. Simak selengkapnya! (AntaraNews)

Pemerintah Kota Semarang menyampaikan apresiasi mendalam kepada Universitas Islam Sultan Agung (Unissula) atas kepeduliannya. Unissula telah menghibahkan sebagian tanahnya untuk pembangunan sodetan baru di kawasan Kaligawe. Langkah ini diambil untuk mengatasi permasalahan banjir yang kerap melanda wilayah tersebut.

Sodetan baru ini akan menghubungkan Jalan Kaligawe langsung menuju kolam retensi yang berada di belakang area kampus Unissula. Inisiatif ini merupakan wujud nyata sinergi antara pemerintah daerah, lembaga akademis, dan masyarakat. Tujuannya adalah menciptakan solusi jangka panjang bagi penanganan banjir.

Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng Pramestuti, pada Sabtu (01/11), menegaskan bahwa kolaborasi ini sangat penting. Unissula, melalui Yayasan Badan Wakaf Sultan Agung (YBWSA), telah menyerahkan lahan tersebut kepada Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Direktorat Jenderal Sumber Daya Air (Dirjen SDA).

Sinergi Penanganan Banjir Kaligawe Melalui Hibah Tanah Unissula

Wali Kota Agustina Wilujeng Pramestuti mengungkapkan rasa terima kasihnya atas **Hibah Tanah Unissula Semarang**. "Kami berterima kasih kepada Unissula dan YBWSA yang telah menunjukkan kepedulian luar biasa dengan menghibahkan tanahnya untuk kepentingan publik. Ini bentuk nyata semangat gotong royong dalam penanggulangan banjir," ujarnya. Kawasan Kaligawe selama ini dikenal sebagai salah satu titik genangan terparah di Kota Semarang.

Genangan air sering terjadi, terutama saat curah hujan sangat tinggi dan aliran air dari arah timur tertahan. Dengan adanya sodetan baru ini, aliran air diharapkan dapat dialirkan secara langsung menuju kolam retensi milik Unissula. Hal ini akan mengurangi antrean air di jalur utama dan mempercepat surutnya genangan.

Wali Kota telah meninjau langsung lokasi sodetan bersama tim dari Dirjen PSDA Kementerian PUPR. Ia memastikan bahwa sodetan sudah terbentuk dengan baik, memiliki kedalaman yang cukup, dan lebar yang memadai. Jika sodetan tersebut tersambung 100 persen, jalur pembuangan air dari Kaligawe akan jauh lebih lancar dan efektif.

Proyek ini diharapkan menjadi bagian integral dari sistem manajemen pengelolaan air terpadu di wilayah timur Kota Semarang. Keberadaan sodetan ini akan berkontribusi signifikan dalam mengurangi dampak banjir yang selama ini meresahkan warga.

Komitmen Unissula dan Rencana Induk Pengelolaan Air Terpadu

Selain **Hibah Tanah Unissula Semarang**, Wali Kota juga menyoroti inisiatif lain dari Unissula dalam penanganan banjir. Perguruan tinggi tersebut telah menyediakan kolam retensi serta pompa air mandiri di lingkungan kampusnya. Upaya ini menunjukkan komitmen kuat Unissula terhadap keberlanjutan lingkungan dan ketahanan kota terhadap bencana alam.

"Unissula sudah punya kolam retensi yang besar dan berfungsi baik. Bahkan mereka juga menyiapkan pompa sendiri untuk membantu kawasan sekitarnya. Ini contoh baik yang patut ditiru," kata Agustina. Inisiatif ini tidak hanya bermanfaat bagi kampus, tetapi juga memberikan dampak positif bagi masyarakat sekitar.

Ke depan, Pemerintah Kota Semarang bersama Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) dan Dirjen SDA akan terus mengonsolidasikan sistem pengaturan pembuangan air. Konsolidasi ini akan mencakup seluruh kawasan Kaligawe dan wilayah sekitarnya. Tujuannya adalah menciptakan sistem yang lebih terintegrasi dan efisien.

Pemerintah berencana untuk menyusun rencana induk pengelolaan air terpadu pasca-penanganan banjir ini. Rencana tersebut akan memastikan setiap kawasan memiliki sistem pembuangan dan retensi air yang saling terhubung dan terkendali. "Ini bukan sekadar proyek fisik, tapi juga upaya menjaga keberlanjutan kota," pungkas Wali Kota.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi