Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Provinsi Kalimantan Selatan baru saja menggalakkan upaya pencegahan narkoba. Mereka mengoptimalkan peran keluarga sebagai benteng utama dari bahaya barang haram tersebut. Sosialisasi ini bertujuan melindungi masyarakat Kalsel dari ancaman serius narkoba yang kian masif.
Kegiatan bertajuk "Keluarga Indonesia Sehat Tanpa Narkoba" ini diselenggarakan di Banjarbaru, Kalimantan Selatan. Acara penting ini berlangsung pada tanggal 25 hingga 26 September lalu, melibatkan berbagai pihak. Kolaborasi erat antara TP PKK Kalsel dan Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Kalsel menjadi kunci sukses acara tersebut.
Wakil Ketua TP PKK Kalsel, Ellyana Trisya Hasnuryadi Sulaiman, secara langsung membuka sosialisasi ini. Beliau menekankan pentingnya kebersamaan semua elemen masyarakat. Hal ini untuk membentengi keluarga dari peredaran narkoba yang kian mengkhawatirkan di berbagai lapisan.
Advertisement
Advertisement
Ellyana Trisya Hasnuryadi Sulaiman mengungkapkan bahwa peredaran narkoba di Kalimantan Selatan sudah sangat memprihatinkan. Ancaman ini bahkan telah menyasar berbagai lingkungan, mulai dari pendidikan, Aparatur Sipil Negara (ASN), swasta, hingga ke dalam lingkungan keluarga. Kondisi ini menuntut kewaspadaan tinggi dari seluruh elemen masyarakat.
Menurutnya, meningkatnya kasus narkoba yang hampir setiap hari diberitakan media menunjukkan bahwa masalah ini bukan lagi sekadar isu sosial. Narkoba telah menjadi ancaman serius terhadap ketahanan keluarga dan masa depan generasi muda di provinsi ini. Oleh karena itu, diperlukan langkah antisipatif yang kuat.
"Peredaran di Kalsel sudah sangat memprihatinkan, bahkan telah menyasar lingkungan pendidikan, ASN, swasta, hingga keluarga," ujar Ellyana dalam sambutannya. Pernyataan ini menegaskan urgensi untuk memperkuat peran keluarga jauhi narkoba. Setiap keluarga harus memiliki kewaspadaan tingkat tinggi agar tidak terjerumus dalam bahaya ini.
Advertisement
Advertisement
Dalam sosialisasi tersebut, Ellyana menekankan bahwa keluarga memiliki peran fundamental sebagai garda terdepan dalam pencegahan narkoba. Penguatan peran keluarga jauhi narkoba adalah kunci untuk melindungi anggota keluarga dari godaan barang haram. Ini merupakan tanggung jawab bersama yang harus diemban oleh setiap individu dalam keluarga.
Dampak narkoba sangat luas dan merusak, mulai dari gangguan kesehatan mental yang serius hingga menurunnya daya saing generasi muda. Selain itu, penyalahgunaan narkoba juga dapat memicu munculnya kekerasan dalam rumah tangga dan perceraian. Semua ini mengancam keutuhan dan kesejahteraan keluarga.
Melalui kegiatan ini, TP PKK Kalsel berharap kader PKK dapat memahami berbagai jenis narkoba dan menyadari bahaya laten yang ditimbulkannya. Kader-kader ini diharapkan menjadi agen perubahan yang aktif menyebarkan informasi bahaya narkoba ke masyarakat. Tujuannya adalah membentuk keluarga yang sehat dan tangguh, bebas dari ancaman narkoba.
Advertisement
Advertisement
Sosialisasi "Keluarga Indonesia Sehat Tanpa Narkoba" ini melibatkan 26 peserta dari TP PKK dan TP Posyandu dari 13 kabupaten/kota se-Provinsi Kalsel. Partisipasi aktif ini menunjukkan komitmen bersama dalam memerangi penyalahgunaan narkoba. Kolaborasi ini diharapkan dapat memperluas jangkauan informasi hingga ke pelosok daerah.
Ellyana menegaskan bahwa TP PKK harus aktif menyebarkan informasi bahaya narkoba ke masyarakat luas. Ini adalah bagian dari upaya membentuk kesadaran kolektif akan pentingnya peran keluarga jauhi narkoba. Edukasi yang berkelanjutan menjadi kunci untuk membangun komunitas yang imun terhadap ancaman ini.
"Mari bersama-sama menjadi inspirasi dan teladan dalam membangun keluarga yang sehat dan bebas dari ancaman narkoba," ajak Ellyana. Harapan besar disematkan pada kader PKK untuk menjadi motor penggerak dalam menciptakan lingkungan yang kondusif bagi tumbuh kembang generasi muda tanpa bayang-bayang narkoba.
Advertisement
Sumber: AntaraNews