Holiness Nicely Pinontoan, atau akrab disapa Olie, seorang bocah berusia sembilan tahun dari Jayapura, Papua, kini tengah berjuang mewujudkan mimpinya. Ia telah menempuh perjalanan ribuan kilometer menuju Kudus, Jawa Tengah, untuk mengikuti Audisi Umum PB Djarum 2025. Perjalanan ini merupakan langkah besar bagi Olie dan keluarganya.
Didampingi sang mama, Isye Pinontoan, Olie tiba di Kudus pada 5 September setelah perjalanan panjang sekitar 6-7 jam dari Jayapura. Kehadirannya di ajang bergengsi ini adalah hasil dari tiga tahun latihan bulutangkis intensif. Olie bercita-cita menjadi pebulutangkis profesional seperti idolanya, Jonatan Christie.
Meskipun masih belia, Olie menunjukkan tekad luar biasa untuk menggapai mimpinya di dunia bulutangkis. Dukungan penuh dari keluarga menjadi pendorong utama, meski diakui ada pengorbanan materi yang tidak sedikit. Olie siap jauh dari orang tua demi meraih prestasi tertinggi.
Advertisement
Advertisement
Perjalanan Panjang dari Bumi Cenderawasih
Perjalanan Holiness Nicely Pinontoan dari Jayapura ke Kudus bukanlah hal yang mudah, baik secara geografis maupun finansial. Mama Isye Pinontoan mengungkapkan bahwa biaya tiket dari Papua bisa setara dengan perjalanan ke luar negeri. Namun, demi melihat sang anak menggapai cita-cita, semua pengorbanan itu dianggap sepadan.
Olie, anak ketiga dari empat bersaudara yang lahir pada Juni 2015, mulai aktif berlatih bulutangkis sejak tiga tahun terakhir. Awalnya, kecintaannya pada olahraga ini terinspirasi dari sang mama yang juga gemar bermain bulutangkis secara otodidak. Ia bergabung dengan klub bulutangkis di bawah naungan Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Cenderawasih.
Meskipun kakaknya sempat menekuni bulutangkis namun tidak bertahan lama, Olie kini menjadi harapan besar bagi keluarga. Mama Isye selalu mendukung penuh pilihan anaknya. "Kalau ditanya mau jadi apa, dia jawabnya atlet badminton. Jadi kita sebagai orang tua dukung saja," ujar Isye.
Advertisement
Advertisement
Tekad Kuat dan Prestasi Awal di Usia Muda
Meski baru berusia sembilan tahun, Olie telah menunjukkan bakat dan dedikasi luar biasa dalam bulutangkis. Ia bahkan sudah mengukir beberapa prestasi di tingkat lokal Papua. Keikutsertaannya dalam Audisi Umum PB Djarum 2025 menjadi bukti keseriusannya untuk melangkah ke jenjang yang lebih tinggi.
Olie menyadari bahwa jika ia diterima di PB Djarum, ia mungkin harus jauh dari keluarga dan kampung halamannya. Namun, hal itu tidak menyurutkan semangatnya. Dengan senyum percaya diri, Olie menyatakan, "Kalau masuk Djarum, saya sudah siap jauh dari mama, biar jago."
Semangat juang Olie mencerminkan mental juara yang dicari oleh Audisi Umum PB Djarum. Kisah Olie menjadi inspirasi bagi banyak anak muda lainnya di seluruh Indonesia. Ia membuktikan bahwa dengan tekad dan kerja keras, mimpi besar bisa diwujudkan.
Advertisement
Advertisement
Audisi Umum PB Djarum 2025: Mencari Bibit Unggul Nasional
Bakti Olahraga Djarum Foundation dan PB Djarum kembali menggelar Audisi Umum PB Djarum 2025 untuk mencari bibit-bibit pebulutangkis bertalenta. Acara ini berlangsung dari tanggal 8 hingga 12 September di Kudus, Jawa Tengah. Audisi ini menjadi gerbang bagi banyak calon atlet untuk meniti karier profesional.
Tahun ini, audisi menyasar tiga kategori usia, yaitu U-11 (usia 8-10 tahun atau kelahiran 2015-2017), KU 11 (usia 11 tahun atau kelahiran 2014), serta KU 12 (usia 12 tahun atau kelahiran 2013). Kategori ini terbuka baik untuk peserta putra maupun putri, memberikan kesempatan yang luas bagi semua.
Sebanyak 1.729 atlet muda dari berbagai penjuru Tanah Air turut serta dalam audisi ini, termasuk 11 peserta dari Papua. Partisipasi yang tinggi ini menunjukkan antusiasme besar terhadap bulutangkis di Indonesia. Mereka semua memiliki satu tujuan: menjadi bagian dari keluarga besar PB Djarum dan mengharumkan nama bangsa di kancah internasional.
Advertisement
Sumber: AntaraNews