Analis Kebijakan Utama Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora), Imam Gunawan, menegaskan pentingnya program Ship for Southeast Asian and Japanese Youth Program (SSEAYP) 2025. Program ini dinilai sebagai jembatan persahabatan vital antara Jepang dan negara-negara ASEAN, termasuk Indonesia. Penegasan ini disampaikan dalam acara Kunjungan Kehormatan Delegasi SSEAYP 2025 di Kedutaan Jepang di Jakarta pada Rabu.
Selama lebih dari lima dekade, SSEAYP telah berhasil menginspirasi generasi muda untuk saling memahami dan berbagi budaya. Program ini juga mendorong kerja sama demi perdamaian, kepemimpinan, serta rasa saling menghormati di kawasan. Kemenpora berharap peserta dapat memanfaatkan kesempatan berharga ini untuk membangun koneksi internasional.
Sebanyak 16 pemuda-pemudi terpilih dari seluruh Indonesia akan berpartisipasi dalam program SSEAYP mendatang. Mereka akan didampingi oleh seorang National Leader dalam perjalanan yang dimulai dari Jepang. Kapal Nippon Maru dijadwalkan berlayar dari 15 Januari hingga 16 Februari 2026, mengunjungi Singapura dan Bangkok.
Advertisement
Advertisement
Program kepemudaan Ship for Southeast Asian and Japanese Youth Program (SSEAYP) telah membuktikan perannya sebagai penghubung erat antara Jepang dan negara-negara ASEAN. Menurut Imam Gunawan dari Kemenpora, program ini telah menjadi jembatan persahabatan selama lebih dari 50 tahun, khususnya antara Jepang dan Indonesia. Inisiatif Pemerintah Jepang ini secara konsisten menginspirasi generasi muda untuk saling memahami dan berbagi budaya.
Imam Gunawan menambahkan, program SSEAYP juga mendorong pemuda untuk bekerja bersama demi perdamaian, kepemimpinan, dan rasa saling menghormati di kawasan. Ini adalah platform penting untuk membentuk pemimpin masa depan yang memiliki perspektif global. Kemenpora sangat mendukung partisipasi pemuda Indonesia dalam program pertukaran budaya ini.
Sejak pertama kali diadakan pada tahun 1974, SSEAYP telah memberikan kesempatan berharga bagi ribuan pemuda Indonesia. Vice President SSEAYP International Indonesia, Sylvanus Hardiyanto, menyatakan, “Banyak peserta kami telah menjadi wirausahawan, guru, pejabat pemerintah, pembuat kebijakan, dan pemimpin masyarakat yang sukses. Mereka membawa pelajaran dan persahabatan dari SSEAYP ke mana pun mereka pergi, menciptakan perubahan nyata di komunitas mereka.”
Advertisement
Advertisement
SSEAYP mempromosikan persahabatan dan pemahaman timbal balik melalui perjalanan berlayar yang unik di atas kapal Nippon Maru. Para peserta dapat melakukan presentasi, diskusi mengenai kondisi terkini masing-masing negara, dan berbagai kegiatan pertukaran lainnya. Ini menciptakan lingkungan yang kaya untuk pembelajaran interaktif dan pembangunan koneksi.
Pada penyelenggaraan ke-49 tahun ini, kapal Nippon Maru direncanakan akan berlayar dari Jepang dan berlabuh di Singapura serta Bangkok, Thailand. Perjalanan ini memberikan kesempatan bagi peserta untuk merasakan pengalaman budaya di berbagai negara. Imam Gunawan berpesan kepada peserta, “Manfaatkan perjalanan ini sebaik-baiknya, berinteraksilah dengan sesama peserta, dan bawa pulang pengetahuan serta pengalaman kemanusiaan yang dapat menginspirasi orang lain di komunitas Anda.”
Selain perjalanan laut, program ini juga menawarkan interaksi mendalam dengan penduduk lokal Jepang. Direktur Informasi dan Budaya Kedubes Jepang, Hoshino Daisuke, menjelaskan bahwa peserta akan memiliki kesempatan untuk bertukar budaya secara langsung. Program ini juga memungkinkan pengalaman tinggal di rumah keluarga angkat di Jepang, yang disebut homestay. Hal tersebut akan menjadi kesempatan besar bagi mereka untuk memahami Jepang yang sebenarnya.
Advertisement
Advertisement
Kemenpora memiliki harapan besar terhadap kelanjutan program SSEAYP dalam memperkuat hubungan bilateral. Program ini diharapkan dapat semakin menguatkan kerja sama antara Indonesia dan Jepang. Selain itu, SSEAYP juga diharapkan membuka lebih banyak kesempatan bagi kaum muda untuk terhubung, berkreasi, dan berkontribusi untuk masa depan yang lebih baik bagi kawasan.
Partisipasi pemuda dalam SSEAYP tidak hanya memberikan pengalaman pribadi, tetapi juga berdampak pada pengembangan komunitas mereka. Para alumni SSEAYP seringkali menjadi agen perubahan yang membawa nilai-nilai persahabatan dan pemahaman budaya ke lingkungan mereka. Ini menunjukkan efek jangka panjang dari program pertukaran pemuda ini.
Melalui program seperti SSEAYP, investasi pada generasi muda menjadi kunci untuk membangun hubungan internasional yang solid dan berkelanjutan. Pemuda-pemudi yang terlibat dalam program ini diharapkan menjadi duta budaya dan jembatan diplomasi. Mereka akan membawa semangat kolaborasi dan saling menghormati di masa depan.
Advertisement
Sumber: AntaraNews