Tahukah Anda Seni Bisa Menyembuhkan? Mahasiswa Unej Gagas Terapi Membatik ODGJ untuk Kesehatan Mental

Mahasiswa Fakultas Hukum Unej berinovasi dengan terapi membatik ODGJ di Jember, Jawa Timur, sebagai upaya pemulihan kesehatan mental. Bagaimana kegiatan ini membantu mereka?

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Tahukah Anda Seni Bisa Menyembuhkan? Mahasiswa Unej Gagas Terapi Membatik ODGJ untuk Kesehatan Mental
Mahasiswa Fakultas Hukum Unej berinovasi dengan terapi membatik ODGJ di Jember, Jawa Timur, sebagai upaya pemulihan kesehatan mental. Bagaimana kegiatan ini membantu mereka? (AntaraNews)

Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Jember (Unej) yang tergabung dalam Asian Law Students Association (ALSA) baru-baru ini menggelar kegiatan pelatihan membatik. Kegiatan ini menyasar belasan Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) yang ditampung di Lingkungan Pondok Sosial (Liposos) Kabupaten Jember, Jawa Timur, pada hari Sabtu, 11 Oktober.

Inisiatif ini bertujuan untuk memberdayakan para ODGJ sekaligus membuktikan kepedulian mahasiswa terhadap isu kesehatan mental. Pelatihan membatik diharapkan dapat menjadi salah satu bentuk terapi yang efektif bagi mereka. Kegiatan ini juga menjadi upaya konkret dalam membantu pemulihan kondisi mental para ODGJ.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa Unej berharap para ODGJ dapat merasa tidak sendiri dan kembali menemukan semangat. Mereka ingin menunjukkan bahwa masih banyak pihak yang peduli terhadap proses pemulihan dan reintegrasi sosial para ODGJ di masyarakat.

Program pelatihan membatik ini digagas oleh ALSA FH Unej dengan tujuan ganda. Selain memperkenalkan kembali batik sebagai salah satu warisan budaya Indonesia, kegiatan ini juga berfungsi sebagai terapi mental bagi para peserta ODGJ.

Project Officer ALSA FH Unej, Alisa Dwi Endaryani, menjelaskan motivasi di balik kegiatan ini. "Kami mengadakan kegiatan membatik dengan sasaran ODGJ agar mereka kembali mengingat bahwa batik adalah salah satu budaya di Indonesia," kata Alisa Dwi Endaryani di Liposos Jember.

Lebih lanjut, Alisa menambahkan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari program pemberdayaan ODGJ di Kabupaten Jember. Hal ini sekaligus menjadi bukti nyata kepedulian mahasiswa FH Unej terhadap masyarakat yang mengalami gangguan kesehatan mental.

"Kami berharap dengan kegiatan membatik itu para ODGJ merasa tidak sendiri, karena masih ada orang-orang yang peduli untuk melakukan pemberdayaan terhadap mereka dan hal itu juga bisa menjadi terapi mental," tuturnya, menekankan aspek terapeutik dari kegiatan ini.

Kegiatan terapi membatik ODGJ ini mendapat sambutan positif dari pihak Lingkungan Pondok Sosial (Liposos) Jember. Kepala Liposos Jember, Roni Efendi, mengungkapkan apresiasinya terhadap inisiatif mahasiswa ALSA FH Unej.

"Kegiatan tersebut sangat positif dan luar biasa sekali. Alhamdulillah, adik-adik mahasiswa FH Unej peduli dengan memberdayakan ODGJ melalui pelatihan membatik," kata Roni Efendi.

Menurut Roni, kegiatan membatik memungkinkan para ODGJ untuk menyalurkan kreativitas mereka pada media yang telah disediakan. Lebih dari itu, aktivitas ini juga berperan sebagai terapi yang efektif untuk memulihkan kondisi mental mereka.

Roni juga menambahkan bahwa kegiatan semacam ini memiliki dampak jangka panjang yang signifikan. "Kegiatan tersebut juga berdampak pada kehidupan mereka ke depannya saat para ODGJ akan kembali berinteraksi dengan masyarakat, sehingga bisa diterima di lingkungan masyarakat," ujarnya. Ia berharap kegiatan ALSA FH Unej dapat menjadi inspirasi bagi fakultas dan universitas lain di Jember untuk melakukan kegiatan serupa.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi