Tahukah Anda? Sejak Januari, 7.898 Pohon Telah Dipangkas di Jakarta Barat untuk Cegah Tumbang Saat Hujan

Suku Dinas Pertamanan dan Hutan Kota Jakarta Barat gencar melakukan pemangkasan pohon untuk antisipasi musim hujan. Sejak Januari, ribuan pohon telah dipangkas, menunjukkan keseriusan dalam mitigasi risiko pohon tumbang yang mengancam keselamatan warga.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Tahukah Anda? Sejak Januari, 7.898 Pohon Telah Dipangkas di Jakarta Barat untuk Cegah Tumbang Saat Hujan
Suku Dinas Pertamanan dan Hutan Kota Jakarta Barat gencar melakukan pemangkasan pohon untuk antisipasi musim hujan. Sejak Januari, ribuan pohon telah dipangkas, menunjukkan keseriusan dalam mitigasi risiko pohon tumbang yang mengancam keselamatan warga. (AntaraNews)

Suku Dinas Pertamanan dan Hutan Kota (Sudin Tamhut) Jakarta Barat telah mengambil langkah proaktif dalam menghadapi musim hujan yang mulai intens. Mereka menggencarkan kegiatan pemangkasan pohon di berbagai wilayah Jakarta Barat untuk meminimalisir risiko tumbang. Upaya ini dilakukan sebagai respons terhadap potensi bahaya yang ditimbulkan oleh hujan deras dan angin kencang yang kerap melanda ibu kota.

Kegiatan pemangkasan pohon Jakarta Barat ini merupakan bagian dari program rutin yang dipercepat menjelang akhir tahun. Tujuannya adalah untuk memastikan keamanan dan kenyamanan warga, terutama di jalan-jalan protokol dan area publik. Inisiatif ini penting guna mencegah insiden yang tidak diinginkan akibat pohon tumbang.

Menurut Kepala Sudin Tamhut Jakarta Barat, Dirja Kusuma, kegiatan masif ini telah berlangsung sejak awal tahun. Pihaknya mengandalkan pemantauan langsung dari tim lapangan serta laporan aktif dari masyarakat melalui aplikasi Cepat Respon Masyarakat (CRM). Kolaborasi ini memastikan bahwa pohon-pohon berisiko dapat segera ditangani sebelum menimbulkan masalah.

Strategi Mitigasi Risiko Pohon Tumbang di Jakarta Barat

Sejak Januari 2025, Sudin Tamhut Jakarta Barat telah mencatat angka pemangkasan pohon yang signifikan. Total sebanyak 7.898 pohon telah dipangkas sebagai bagian dari upaya mitigasi risiko di seluruh wilayah. Angka ini menunjukkan komitmen serius dalam menjaga lingkungan perkotaan tetap aman dari ancaman pohon tumbang.

Dirja Kusuma menjelaskan bahwa dari ribuan pohon yang ditangani, terdapat berbagai kategori pemangkasan. Sebanyak 3.457 pohon masuk dalam kategori pangkas ringan, sementara 2.374 pohon menjalani pangkas sedang. Selain itu, 1.588 pohon memerlukan pangkas berat karena kondisi yang lebih membahayakan atau pertumbuhan yang tidak terkontrol.

Data lebih lanjut menunjukkan bahwa selain pemangkasan, beberapa pohon juga terpaksa ditebang. Tercatat 153 pohon ditebang, 155 pohon mengalami patah, dan 211 pohon lainnya tumbang secara alami atau akibat cuaca ekstrem. "Pemangkasan paling banyak dilakukan pada Mei dan September 2025, masing-masing mencapai 932 pohon," kata Dirja saat dikonfirmasi di Jakarta, Selasa.

Peran Aktif Warga dan Peringatan Kewaspadaan

Keberhasilan program pemangkasan pohon Jakarta Barat tidak lepas dari partisipasi aktif masyarakat. Laporan warga melalui aplikasi Cepat Respon Masyarakat (CRM) menjadi salah satu sumber informasi penting bagi tim lapangan. Hal ini memungkinkan respons cepat terhadap pohon-pohon yang dianggap berpotensi membahayakan.

Dirja Kusuma juga mengimbau seluruh warga dan perangkat wilayah untuk meningkatkan kewaspadaan, khususnya di musim hujan ini. Pohon-pohon besar yang berada di pinggir jalan atau area padat penduduk memerlukan perhatian ekstra. Pemeriksaan rutin dan pelaporan dini sangat disarankan untuk mencegah kejadian yang tidak diinginkan.

Pihak Sudin Tamhut menekankan pentingnya kehati-hatian saat beraktivitas di luar ruangan ketika hujan deras atau angin kencang melanda. "Segera laporkan jika ada pohon yang tampak membahayakan. Warga juga perlu berhati-hati saat hujan atau angin kencang, terutama di jalan raya dengan banyak pohon besar," ujarnya. Imbauan ini bertujuan untuk melindungi keselamatan publik dari risiko pohon tumbang.

Dengan adanya upaya pemangkasan pohon yang gencar dan partisipasi aktif dari masyarakat, diharapkan Jakarta Barat dapat lebih siap menghadapi musim hujan. Langkah-langkah preventif ini krusial untuk meminimalkan dampak negatif cuaca ekstrem terhadap infrastruktur dan keselamatan warga.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi