Tahukah Anda? Sampah Plastik Butuh Ratusan Tahun Terurai, Bupati Banyuasin Ajak Masyarakat Gencarkan Pengurangan Penggunaan Plastik

Bupati Banyuasin Askolani mendesak masyarakat untuk aktif dalam upaya pengurangan penggunaan plastik guna mencegah kerusakan lingkungan yang serius dan menjaga kelestarian alam.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Tahukah Anda? Sampah Plastik Butuh Ratusan Tahun Terurai, Bupati Banyuasin Ajak Masyarakat Gencarkan Pengurangan Penggunaan Plastik
Bupati Banyuasin Askolani mendesak masyarakat untuk aktif dalam upaya pengurangan penggunaan plastik guna mencegah kerusakan lingkungan yang serius dan menjaga kelestarian alam. (AntaraNews)

Bupati Banyuasin, Sumatera Selatan, Askolani, secara tegas meminta masyarakat untuk mengurangi penggunaan plastik dalam aktivitas sehari-hari. Imbauan ini disampaikan sebagai langkah preventif terhadap potensi kerusakan lingkungan yang semakin parah. Selain mengurangi, Bupati juga menekankan pentingnya pemilahan sampah sebelum dibuang ke tempat pembuangan akhir.

Pernyataan tersebut disampaikan Bupati Askolani di Pangkalan Balai, Banyuasin, pada hari Sabtu. Langkah ini diambil mengingat dampak jangka panjang yang ditimbulkan oleh sampah plastik terhadap ekosistem. Kesadaran kolektif masyarakat diharapkan dapat menjadi kunci utama dalam menjaga keberlanjutan lingkungan.

Menurut Askolani, sampah plastik memiliki karakteristik yang sulit terurai, baik di tanah maupun di air, sehingga dapat mengganggu kesuburan tanah dan mencemari sumber daya air. Jika tidak dikendalikan, penggunaan plastik yang berlebihan berpotensi menimbulkan masalah lingkungan serius yang akan berdampak pada generasi mendatang.

Dampak Lingkungan dan Seruan Bupati Banyuasin

Penggunaan plastik secara masif telah menjadi perhatian utama karena sifatnya yang sulit terurai secara alami. Bupati Askolani menjelaskan, "Penggunaan plastik perlu dikurangi karena sampahnya sulit terurai jika dibuang di tanah dan air/sungai, jika penggunaannya tidak dikendalikan dapat menimbulkan masalah lingkungan seperti mengganggu kesuburan tanah." Pernyataan ini menggarisbawahi urgensi tindakan nyata dari setiap individu.

Untuk mencegah penumpukan sampah plastik di tempat pembuangan dan mengurangi pencemaran lingkungan, masyarakat diimbau untuk meminimalkan penggunaan plastik sekali pakai. Produk-produk plastik yang hanya digunakan sebentar kemudian dibuang menjadi penyumbang terbesar masalah ini, sehingga perubahan pola konsumsi menjadi krusial.

Partisipasi aktif masyarakat memiliki peran yang sangat besar dalam berbagai upaya pengurangan penggunaan plastik. "Partisipasi masyarakat berperan besar dalam melakukan berbagai upaya pengurangan penggunaan plastik untuk menyelamatkan kerusakan lingkungan," ujar Bupati Banyuasin, menegaskan bahwa keberhasilan program ini sangat bergantung pada kesadaran dan tindakan kolektif.

Menerapkan Prinsip 3R dan Dukungan Pemerintah Provinsi

Selain mengurangi, masyarakat juga didorong untuk menerapkan prinsip 3R, yakni reduce (kurangi), reuse (gunakan kembali), dan recycle (daur ulang). Prinsip ini merupakan kerangka kerja yang efektif untuk mengelola sampah, di mana pemilahan plastik yang masih bisa dimanfaatkan kembali menjadi langkah awal yang penting.

Upaya pemerintah kabupaten/kota dalam membebaskan lingkungan dari sampah plastik mendapat dukungan penuh dari Gubernur Sumatera Selatan, Herman Deru. Gubernur menyatakan pihaknya sangat mendukung inisiatif seperti aksi pembersihan (cleanup), penerapan 3R, dan pilah sampah dari rumah sebagai strategi komprehensif.

Masyarakat di 17 kabupaten dan kota di provinsi tersebut diharapkan mulai membiasakan diri memilah sampah. Sampah plastik yang terpilah dapat dijual atau didaur ulang, sedangkan sampah organik bisa diolah menjadi pupuk kompos, memberikan nilai tambah dan mengurangi volume sampah yang berakhir di TPA.

Melalui berbagai upaya ini, diharapkan kesadaran masyarakat untuk mengurangi penggunaan plastik akan meningkat secara signifikan. Herman Deru berharap, "dapat meningkatkan kesadaran masyarakat untuk mengurangi penggunaan plastik dan bersama-sama melakukan aksi penyelamatan lingkungan." Ini adalah panggilan untuk bertindak demi masa depan lingkungan yang lebih baik.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi