Tahukah Anda? Makan Ikan Cegah Stunting, Kunci Gizi Keluarga Sehat ala PKK Banten

Ketua TP PKK Banten ajak ibu biasakan makan ikan cegah stunting, optimalkan potensi laut daerah. Simak strategi gizi keluarga sehat dan cerdas!

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Tahukah Anda? Makan Ikan Cegah Stunting, Kunci Gizi Keluarga Sehat ala PKK Banten
Ketua TP PKK Banten ajak ibu biasakan makan ikan cegah stunting, optimalkan potensi laut daerah. Simak strategi gizi keluarga sehat dan cerdas! (Merdeka.com)

Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Provinsi Banten, Tinawati Andra Soni, mengajak masyarakat untuk membiasakan konsumsi ikan. Ajakan ini disampaikan sebagai langkah strategis dalam mencegah stunting dan memperkuat ketahanan gizi keluarga. Potensi laut Banten yang melimpah harus dimanfaatkan secara optimal bagi kesehatan masyarakat.

Seruan "Ayo makan ikan agar sehat, kuat, dan cerdas" ini disampaikan Tinawati di Kota Serang pada Jumat. Sebelumnya, ia juga mengampanyekan Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan (Gemarikan) di Kota Tangerang. Kampanye ini bertujuan meningkatkan kesadaran akan pentingnya gizi dari sumber protein hewani.

Provinsi Banten memiliki potensi perikanan yang sangat besar, dengan luas perairan 11.486,72 km persegi dan garis pantai sepanjang 914 km. Potensi ini perlu dioptimalkan melalui kebijakan yang tepat. Penguatan kelembagaan serta akses permodalan juga penting untuk menghasilkan produk olahan perikanan bermutu dan berdaya saing tinggi.

Tinawati Andra Soni menegaskan bahwa konsumsi ikan merupakan kunci utama dalam menekan angka stunting di wilayah Banten. Data menunjukkan penurunan signifikan angka stunting di provinsi ini. Angka stunting berhasil turun dari 24 persen menjadi 21,1 persen berdasarkan Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) 2024.

Penurunan ini membuktikan bahwa kerja sama berbagai pihak telah membuahkan hasil positif yang nyata. Peningkatan konsumsi ikan menjadi salah satu faktor krusial di balik pencapaian tersebut. Ikan kaya akan protein, omega-3, vitamin, dan mineral penting lainnya yang esensial bagi tumbuh kembang anak.

Nutrisi ini sangat vital untuk perkembangan otak dan sistem saraf, serta mendukung pertumbuhan fisik yang optimal. Oleh karena itu, membiasakan makan ikan sejak dini sangat dianjurkan. Ini demi menciptakan generasi yang sehat, kuat, dan cerdas di masa depan, bebas dari masalah gizi.

Selain manfaat gizi, Tinawati juga memberikan apresiasi tinggi terhadap kreativitas ibu-ibu dalam mengolah ikan menjadi berbagai menu menarik. Berbagai inovasi seperti tekwan, pangsit isi telur puyuh, dan bakso ikan telah berhasil dibuat. Inovasi ini menunjukkan potensi besar produk perikanan untuk dikembangkan lebih lanjut.

Olahan ikan yang beragam tidak hanya menyehatkan bagi anggota keluarga. Namun, juga membuka peluang usaha baru yang menjanjikan bagi masyarakat lokal. Hal ini dapat meningkatkan pendapatan ekonomi keluarga dan mendorong pertumbuhan industri kreatif berbasis perikanan.

Gerakan Gemarikan yang diselenggarakan TP PKK bersama Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Banten sukses menarik perhatian luas. Lebih dari 120 peserta hadir, mulai dari ibu hamil, ibu menyusui, keluarga dengan anak stunting, hingga calon pengantin. Dalam kegiatan ini, peserta juga menerima bantuan paket ikan segar dan sembako sebagai dukungan gizi.

Kepala DKP Banten, Eli Susiyanti, mengungkapkan data terkini mengenai konsumsi ikan masyarakat Banten. Saat ini, rata-rata konsumsi ikan di provinsi tersebut mencapai 47,6 kg per kapita per tahun. Angka ini masih berada di bawah rata-rata nasional yang ditetapkan sebesar 56 kg per kapita per tahun.

Meskipun demikian, terdapat capaian positif di beberapa wilayah spesifik dalam provinsi. Kota Tangerang, misalnya, telah menunjukkan performa yang sangat baik. Konsumsi ikan di Kota Tangerang mencapai 51 kg per kapita per tahun, menjadikannya daerah dengan tingkat konsumsi ikan tertinggi di Provinsi Banten.

Peningkatan konsumsi ikan terus didorong melalui berbagai program edukasi dan sosialisasi. Tujuannya adalah untuk mencapai target nasional dan memastikan gizi optimal. Ini bagi seluruh lapisan masyarakat, terutama anak-anak, guna mendukung pembangunan sumber daya manusia yang berkualitas.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi