Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR), Ahmad Muzani, baru-baru ini menyoroti peran krusial Pelajar Islam Indonesia (PII) dalam menjaga keutuhan bangsa. Paparan ini disampaikan dalam sebuah Seminar Kebangsaan dan Temu Tokoh yang berlangsung di Universitas Hasanuddin (Unhas), Makassar. Acara tersebut dihadiri oleh Keluarga Besar PII se-Indonesia Timur pada Minggu, 26 Oktober.
Dalam kesempatan tersebut, Muzani secara tegas menggarisbawahi kontribusi PII yang tidak terpisahkan dari sejarah panjang Indonesia. Organisasi ini memiliki rekam jejak penting dalam mempertahankan nilai-nilai kebangsaan. Peran ini menjadi semakin relevan di tengah tantangan globalisasi dan era digital saat ini.
Muzani menekankan pentingnya pemahaman empat pilar kebangsaan bagi generasi muda. Partisipasi aktif mereka dalam demokrasi dan pembangunan bangsa juga sangat dibutuhkan. Seminar ini diharapkan dapat menghasilkan langkah konkret untuk diterapkan di masyarakat luas.
Advertisement
Advertisement
Sejarah dan Kontribusi PII dalam Menjaga Pancasila
Ahmad Muzani menjelaskan bahwa sejarah Indonesia tidak dapat dipisahkan dari berbagai elemen bangsa. Pelajar Islam Indonesia (PII) merupakan salah satu elemen penting yang memberikan kontribusi signifikan. Organisasi ini telah menunjukkan dedikasi luar biasa dalam menjaga ideologi negara.
Salah satu momen paling menonjol adalah ketika PII tampil sebagai pembela Pancasila. Saat itu, terjadi upaya masif dari Partai Komunis Indonesia (PKI) untuk menggantikan Pancasila. PII berdiri tegak melindungi nilai-nilai kebangsaan dari ancaman tersebut.
"Ketika terjadi upaya menggantikan Pancasila oleh PKI, PII tampil sebagai pembela dan penjaga nilai-nilai kebangsaan," ujar Ahmad Muzani. Pernyataan ini menegaskan posisi PII sebagai garda terdepan. Pelajar dan alumni PII memiliki peran vital dalam penerapan nilai-nilai kebangsaan.
Advertisement
Kontribusi PII ini menjadi contoh nyata bagaimana organisasi kepemudaan dapat berperan aktif. Mereka tidak hanya terlibat dalam pendidikan, tetapi juga dalam pertahanan ideologi negara. Semangat ini perlu terus ditanamkan kepada generasi penerus bangsa.
Advertisement
Empat Pilar Kebangsaan dan Tantangan Era Digital
Muzani juga menyoroti urgensi pemahaman mendalam tentang empat pilar kebangsaan. Pilar-pilar tersebut meliputi Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika. Pemahaman ini adalah fondasi kokoh bagi persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia.
Partisipasi aktif generasi muda dalam demokrasi juga menjadi fokus utama. Mereka diharapkan tidak hanya menjadi penonton, tetapi juga agen perubahan positif. Keterlibatan ini penting untuk pembangunan bangsa yang berkelanjutan dan berintegritas.
Kegiatan seminar kebangsaan di Unhas ini sangat relevan di era digital dan globalisasi. Tantangan terhadap nilai kebangsaan, identitas, dan toleransi semakin besar. Informasi yang mudah tersebar dapat memengaruhi pandangan masyarakat.
Advertisement
Oleh karena itu, seminar semacam ini harus menghasilkan langkah konkret yang mampu diterapkan. Hasilnya diharapkan dapat membentengi masyarakat dari pengaruh negatif. Ini sekaligus memperkuat rasa cinta tanah air di tengah arus informasi global.
Advertisement
Peran Universitas Hasanuddin dalam Memperkuat Persatuan
Rektor Unhas, Prof. Dr. Jamaluddin Jompa, turut menyampaikan pandangannya. Ia menegaskan bahwa Unhas adalah milik semua elemen masyarakat, bukan kelompok tertentu. Komitmen ini mencerminkan keterbukaan dan kolaborasi kampus.
"Kami memiliki tagline Unhasku Bersatu Unhasku Kuat, yang memiliki makna dalam," ujar Prof. JJ. Tagline ini menunjukkan bahwa nilai kebersamaan harus terus dijaga. Unhas berupaya menjadi wadah bagi beragam pemikiran dan latar belakang.
Prof. JJ menambahkan bahwa Unhas hadir sebagai pusat pendidikan dan penelitian. Namun, kampus ini juga berfungsi sebagai penyeimbang dan penghubung. Unhas menjadi jembatan antara kawasan timur dan barat Indonesia.
Advertisement
Peran ini sangat penting dalam konteks persatuan nasional. Dengan menjadi penghubung, Unhas membantu merajut kebhinekaan menjadi kekuatan. Ini sejalan dengan semangat kebangsaan yang diusung oleh PII dan MPR.
Sumber: AntaraNews