Tahukah Anda? Kalsel Hibahkan Areal DAS untuk Pembangunan Batalyon Modern TNI AD, Dukung Ketahanan Pangan Nasional!

Pemerintah Provinsi Kalsel menghibahkan areal DAS untuk pembangunan Batalyon Modern TNI AD di Tanah Bumbu, bukan hanya pangkalan militer tapi juga program ketahanan pangan. Bagaimana kelanjutannya?

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Tahukah Anda? Kalsel Hibahkan Areal DAS untuk Pembangunan Batalyon Modern TNI AD, Dukung Ketahanan Pangan Nasional!
Pemerintah Provinsi Kalsel menghibahkan areal DAS untuk pembangunan Batalyon Modern TNI AD di Tanah Bumbu, bukan hanya pangkalan militer tapi juga program ketahanan pangan. Bagaimana kelanjutannya? (Merdeka.com)

Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan (Pemprov Kalsel) telah mengambil keputusan signifikan dengan menghibahkan areal rehabilitasi daerah aliran sungai (DAS) untuk mendukung pembangunan fasilitas militer modern. Lokasi strategis ini berada di Desa Sari Gadung, Simpang Empat, Kabupaten Tanah Bumbu, yang diproyeksikan menjadi markas Batalyon Modern TNI AD. Langkah ini tidak hanya bertujuan untuk memperkuat kapasitas pertahanan negara, tetapi juga secara inovatif mengintegrasikan program ketahanan pangan di wilayah Kalsel.

Lahan yang dihibahkan merupakan aset vital milik Pemprov Kalsel, yang sebelumnya dikelola oleh PT. Borneo Indobara berdasarkan Persetujuan Pengguna Kawasan Hutan (PPKH). Proses hibah ini melibatkan serangkaian rapat koordinasi intensif, seperti yang dijelaskan oleh Kepala Bidang Pengelolaan Daerah Aliran Sungai dan Rehabilitasi Hutan dan Lahan (PDAS-RHL) Dinas Kehutanan (Dishut) Kalsel, Alip Winarto. Rapat tersebut fokus pada penyelesaian administrasi dan teknis terkait areal rehabilitasi DAS.

Konsep pembangunan Batalyon Modern TNI AD ini dirancang dengan fungsi ganda yang krusial. Selain berperan sebagai pangkalan pertahanan yang kokoh, batalyon ini juga akan aktif mendukung inisiatif ketahanan pangan daerah. Pendekatan ini mencerminkan visi pembangunan yang holistik, di mana infrastruktur militer turut berkontribusi pada kesejahteraan masyarakat dan keberlanjutan lingkungan hidup di Kalimantan Selatan.

Fungsi Ganda Batalyon Modern: Pertahanan dan Ketahanan Pangan

Rencana pembangunan Batalyon Modern TNI AD di Kabupaten Tanah Bumbu ini telah dipaparkan secara komprehensif dalam berbagai forum koordinasi. Alip Winarto secara eksplisit menyatakan bahwa, "Dalam pembahasan, dipaparkan rencana pembangunan Batalyon Modern yang tidak hanya berfungsi sebagai pangkalan pertahanan, tetapi juga mendukung program ketahanan pangan di Kalsel." Hal ini menunjukkan bahwa proyek ini memiliki dimensi strategis yang lebih luas dari sekadar fungsi militer konvensional.

Dinas Kehutanan Kalsel menegaskan komitmennya untuk mendukung penuh segala kegiatan yang akan dilaksanakan oleh TNI AD di areal Pemprov Kalsel yang telah dihibahkan. Dukungan ini meliputi upaya penyelesaian teknis dan administratif terkait areal rehabilitasi DAS yang berlokasi di lahan tersebut. Kolaborasi erat antara pemerintah daerah dan institusi militer ini diharapkan dapat menciptakan sinergi yang optimal bagi kemajuan dan keamanan regional.

Integrasi program ketahanan pangan ke dalam operasional batalyon merupakan sebuah inovasi yang signifikan. Ini menandakan bahwa pembangunan infrastruktur militer modern tidak hanya berorientasi pada aspek keamanan semata, tetapi juga mempertimbangkan dimensi sosial-ekonomi dan keberlanjutan. Dengan demikian, kehadiran Batalyon Modern TNI AD diharapkan dapat memberikan kontribusi positif yang lebih substansial bagi masyarakat dan ekosistem Kalimantan Selatan.

Koordinasi Multisektoral dan Evaluasi Lingkungan

Untuk memastikan kelancaran dan keberhasilan proyek hibah serta pembangunan, serangkaian tindak lanjut telah disepakati dalam rapat koordinasi. Salah satu langkah krusial adalah pelaksanaan ground check lapangan secara menyeluruh terhadap tanaman rehabilitasi DAS. Kegiatan ini akan difokuskan pada area yang telah mengalami land clearing untuk persiapan pembangunan fasilitas batalyon.

Selain ground check, akan dilakukan evaluasi komprehensif terhadap kondisi tanaman yang masih eksis di dalam area hibah. Evaluasi ini akan dilaksanakan secara terpadu oleh berbagai pihak terkait, memastikan bahwa komitmen terhadap pemulihan lingkungan tetap menjadi prioritas utama. Upaya ini merupakan manifestasi dari prinsip pembangunan berkelanjutan yang menyeimbangkan antara kebutuhan infrastruktur dan pelestarian ekosistem.

Kesepakatan penting lainnya yang dicapai dalam rapat adalah penjadwalan kegiatan ground check, monitoring, dan evaluasi bersama. Kegiatan ini dijadwalkan akan berlangsung pada akhir September 2025. Proses ini akan melibatkan partisipasi aktif dari unsur TNI, Pemerintah Provinsi Kalsel, BPDAS Barito, serta manajemen PT. Borneo Indobara. Keterlibatan multisektoral ini menjamin transparansi, akuntabilitas, dan efektivitas dalam pelaksanaan proyek.

Melalui mekanisme koordinasi yang solid dan terencana, diharapkan seluruh proses penyelesaian rehabilitasi DAS di lahan hibah dapat berjalan dengan lancar dan efisien. Alip Winarto menutup dengan harapan, "Melalui koordinasi ini, diharapkan proses penyelesaian rehabilitasi DAS di lahan hibah tersebut dapat berjalan lancar, sehingga pembangunan Batalyon Modern TNI AD untuk program ketahanan pangan dapat segera direalisasikan tanpa mengabaikan komitmen pemulihan lingkungan." Pernyataan ini menekankan pentingnya menjaga keseimbangan antara ambisi pembangunan dan tanggung jawab lingkungan.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi