Tahukah Anda? Jantung Berdetak Tanpa Henti, Begini Pentingnya Menjaga Kesehatan Jantung dan Organ Vital Lainnya

Kesehatan jantung adalah kunci kehidupan. Peringatan Hari Jantung Sedunia mengajak kita memahami pentingnya menjaga kesehatan jantung dan hubungannya dengan organ vital lain agar hidup tetap seimbang.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Tahukah Anda? Jantung Berdetak Tanpa Henti, Begini Pentingnya Menjaga Kesehatan Jantung dan Organ Vital Lainnya
Kesehatan jantung adalah kunci kehidupan. Peringatan Hari Jantung Sedunia mengajak kita memahami pentingnya menjaga kesehatan jantung dan hubungannya dengan organ vital lain agar hidup tetap seimbang. (AntaraNews)

Jantung merupakan pusat kehidupan bagi setiap manusia, berperan krusial dalam menjaga keseimbangan oksigen, darah, dan nutrisi ke seluruh tubuh. Ketika fungsi organ vital ini terganggu, dampaknya dapat meluas ke organ lain seperti otak, ginjal, paru-paru, bahkan sistem metabolik.

Melihat urgensi ini, peringatan Hari Jantung Sedunia setiap 9 September menjadi momentum penting untuk mengajak masyarakat mengenali lebih dalam hubungan jantung dengan organ-organ vital lainnya. Kesadaran akan pentingnya kesehatan jantung tidak hanya berlaku bagi masyarakat umum, tetapi juga bagi tenaga kesehatan.

Edukasi mengenai cara memelihara kesehatan jantung harus terus digalakkan, baik melalui seminar medis maupun platform digital, untuk memperluas pemahaman bahwa menjaga jantung berarti menjaga seluruh sistem tubuh. Hal ini juga mencakup pentingnya deteksi dini dan pemahaman faktor risiko kesehatan jantung yang dapat memengaruhi kualitas hidup.

Pentingnya Edukasi dan Kolaborasi Medis

Memasyarakatkan cara memelihara kesehatan jantung sangat penting, tidak hanya bagi masyarakat luas tetapi juga bagi tenaga medis sebagai bagian dari edukasi berkelanjutan. Tenaga medis, misalnya, perlu mengikuti Master Class Cardiovascular Kidney Metabolic untuk memahami penggunaan media kontras dalam diagnosis dan intervensi, khususnya bagi penderita gagal ginjal kronis yang memerlukan prosedur invasif.

Peningkatan kapabilitas tenaga kesehatan harus berjalan seiring dengan peningkatan literasi publik. Perkembangan medis yang sangat cepat dan kasus yang semakin beragam menuntut adanya sesi berbagi dan rekomendasi (sharing and recommendation session) agar semua dokter memiliki pemahaman yang sama terhadap perkembangan terkini dalam bidang kardiologi.

Sementara itu, bagi masyarakat luas, edukasi terkait pentingnya menjaga jantung dan organ lainnya sangat diperlukan. Masyarakat perlu memahami gambaran keterkaitan jantung dengan berbagai organ penting, termasuk jantung dan otak, jantung dan paru-paru, jantung dan ginjal, jantung dan obesitas, jantung dan diabetes, jantung pada anak, serta jantung pada kehamilan.

Melalui berbagai platform seperti podcast atau media sosial, edukasi tidak hanya hadir dalam ruang seminar medis, tetapi juga bisa dinikmati masyarakat di ruang digital. Ini memperluas kesadaran bahwa menjaga jantung sama dengan menjaga seluruh sistem tubuh secara keseluruhan.

Mengenali Risiko dan Teknologi Penanganan Jantung

Prof. Dr. dr. Yoga Yuniadi, SpJP (K), FIHA, seorang dokter spesialis jantung dan pembuluh darah, sekaligus Kepala Staf Medis Fungsional Bidang Kardiologi di Siloam Hospitals TB Simatupang, menegaskan bahwa gangguan irama jantung atau aritmia bisa berdampak luas hingga menyebabkan stroke. Salah satu bentuk aritmia, atrial fibrillation (AF), sering kali tidak disadari pasien karena gejalanya ringan.

Namun, gangguan ritme ini dapat menyebabkan pembekuan darah di jantung yang kemudian menyumbat pembuluh darah di otak. Penanganan aritmia harus dilakukan secara menyeluruh, mulai dari diagnosis hingga tindakan medis yang tepat. Saat ini, telah tersedia teknologi mutakhir seperti pulse field ablation (PFA) untuk menangani aritmia.

Selain itu, tindakan left atrial appendage closure tanpa operasi juga dapat dilakukan untuk mencegah stroke pada pasien AF. Bahkan, tindakan cardio neuro ablation (CNA) bagi pasien yang mengalami pingsan akibat aktivitas saraf vagus berlebihan telah berhasil dilakukan di Indonesia, menjadi yang pertama di negara ini.

Dalam waktu dekat, layanan renal denervation juga akan tersedia bagi pasien hipertensi yang sulit dikendalikan, meskipun sudah mengonsumsi berbagai obat. Semua inovasi ini dilakukan dalam kerangka kolaborasi multidisiplin antara kardiologi, neurologi, renal, dan endokrin agar pasien memperoleh penanganan kesehatan jantung yang komprehensif.

Keterkaitan Jantung dan Ginjal: Sebuah Sinergi Vital

Hubungan antara jantung dan ginjal menjadi perhatian tersendiri dalam upaya menjaga kesehatan organ vital manusia. Kedua organ ini memiliki hubungan timbal balik yang erat; ketika jantung melemah, suplai darah ke ginjal berkurang, menyebabkan organ tersebut kekurangan oksigen dan nutrisi. Akibatnya, ginjal tidak dapat menyaring limbah dengan optimal.

Sebaliknya, gangguan pada ginjal juga dapat menekan kinerja jantung melalui peningkatan tekanan darah dan pembentukan cairan berlebih dalam tubuh. Oleh karena itu, pasien penyakit ginjal kronis memiliki risiko tinggi mengalami komplikasi jantung, dan deteksi dini menjadi kunci utama untuk mencegah kondisi yang lebih berat.

Dalam konteks pelayanan kesehatan, sangat penting dilakukan koordinasi multidisipliner untuk menjaga organ terpenting manusia ini. Kolaborasi antara berbagai bidang medis, didukung oleh tenaga medis berkompeten serta peralatan diagnostik dan terapeutik modern, memungkinkan pasien memperoleh layanan terpadu dalam satu fasilitas.

Sejumlah rumah sakit telah mengadopsi protokol penanganan stroke cepat yang diakui secara internasional, menunjukkan komitmen mereka terhadap kecepatan dan ketepatan diagnosis serta tindakan medis. Kesadaran akan pentingnya kesehatan jantung bukan hanya urusan pasien, tetapi juga bagian dari gaya hidup sehat yang perlu ditanamkan sejak dini, mengingat penyakit jantung kini juga banyak menyerang usia muda dan anak-anak.

Hari Jantung Sedunia hendaknya menjadi momentum pengingat bahwa kesehatan adalah hasil kerja sama seluruh sistem tubuh dan kesadaran manusia untuk menjaganya. Melalui pendekatan ilmu, empati, dan edukasi, pesan pentingnya menjaga jantung dan organ “sahabatnya” menemukan tempat yang nyata di tengah masyarakat. Mengenal jantung bukan sekadar tahu cara kerjanya, melainkan memahami bahwa setiap detak adalah kehidupan yang layak dijaga dengan pengetahuan, tindakan, dan kasih.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi