Tahukah Anda, Indonesia Eksportir Keenam Dunia? Industri Alas Kaki Nasional Tumbuh Pesat 8,3 Persen di Kuartal I 2025

Industri Alas Kaki Indonesia mencatatkan pertumbuhan impresif 8,3% pada kuartal pertama 2025, melampaui ekonomi nasional. Apa rahasia di balik lonjakan ini?

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Tahukah Anda, Indonesia Eksportir Keenam Dunia? Industri Alas Kaki Nasional Tumbuh Pesat 8,3 Persen di Kuartal I 2025
Industri Alas Kaki Indonesia mencatatkan pertumbuhan impresif 8,3% pada kuartal pertama 2025, melampaui ekonomi nasional. Apa rahasia di balik lonjakan ini? (AntaraNews)

Industri alas kaki Indonesia menunjukkan performa yang sangat impresif pada kuartal pertama tahun 2025. Sektor ini berhasil mencatatkan pertumbuhan sebesar 8,3 persen secara tahunan, sebuah angka yang signifikan.

Pencapaian luar biasa ini bahkan melampaui laju pertumbuhan ekonomi nasional yang berada di angka 5,12 persen. Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menyampaikan kabar baik ini saat peresmian BPIPI di Sidoarjo.

Kinerja positif ini sebagian besar didorong oleh kuatnya performa ekspor produk alas kaki dan barang kulit Indonesia ke pasar global. Pemerintah berkomitmen untuk terus mendukung momentum pertumbuhan ini.

Performa Ekspor Gemilang Pendorong Utama Pertumbuhan

Salah satu faktor kunci di balik lonjakan pertumbuhan industri alas kaki adalah kinerja ekspor yang terus menguat. Data menunjukkan bahwa nilai ekspor produk alas kaki dan kulit Indonesia mencapai US$5,16 miliar.

Angka ini tercatat selama periode Januari hingga Agustus 2025, mengalami peningkatan dari US$4,61 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya. Peningkatan ini menegaskan daya saing produk Indonesia di kancah internasional.

Indonesia saat ini berhasil mempertahankan posisinya sebagai eksportir alas kaki terbesar keenam di dunia. Amerika Serikat menjadi pasar tujuan utama, diikuti oleh berbagai negara di Eropa dan negara berkembang lainnya.

Dukungan Merek Lokal dan Kontribusi Tenaga Kerja

Kreativitas dan daya saing industri alas kaki nasional juga tercermin dari banyaknya merek lokal yang terdaftar. Menteri Kartasasmita mengutip data dari Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual.

Tercatat ada 23.010 merek alas kaki lokal yang telah didaftarkan, menunjukkan potensi besar dari pelaku usaha domestik. Dukungan terhadap merek-merek ini diharapkan dapat memperkuat ketahanan industri.

Sektor ini juga merupakan penyerap tenaga kerja yang signifikan di Indonesia. Data dari Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan terdapat 53.333 usaha kecil dan menengah (UMKM) alas kaki dan kulit.

UMKM ini mempekerjakan sekitar 159.000 pekerja, sementara 737 perusahaan skala menengah dan besar menyediakan lapangan kerja bagi sekitar 571.000 pekerja. Totalnya, industri ini menyerap sekitar 730.000 tenaga kerja.

Komitmen Pemerintah dan Harapan Konsumsi Domestik

Menteri Kartasasmita menyerukan optimisme berkelanjutan terhadap masa depan industri alas kaki. Ia juga mendorong peningkatan konsumsi produk lokal untuk memperkuat industri nasional.

"Saya berharap semua pejabat daerah, kementerian, dan lembaga secara konsisten menegakkan komitmen untuk menggunakan produk dalam negeri," ujarnya. Pernyataan ini menekankan pentingnya sinergi.

Pemerintah akan terus berupaya menciptakan ekosistem bisnis yang kondusif melalui kebijakan industri yang efektif. Hal ini bertujuan untuk menjaga momentum pertumbuhan dan daya saing industri alas kaki.

Dengan dukungan penuh dari berbagai pihak, diharapkan industri alas kaki Indonesia dapat terus berkembang. Sektor ini diharapkan mampu memberikan kontribusi yang lebih besar bagi perekonomian nasional.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi