Komisi VII DPR Sebut Industri Alas Kaki Jadi Andalan Ekonomi dan Penyerapan Tenaga Kerja Nasional

Komisi VII DPR RI menegaskan bahwa industri alas kaki merupakan sektor andalan Indonesia yang tidak hanya mendorong pertumbuhan ekonomi, tetapi juga signifikan dalam penyerapan tenaga kerja, menjadikannya kunci dalam menekan angka pengangguran.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Komisi VII DPR Sebut Industri Alas Kaki Jadi Andalan Ekonomi dan Penyerapan Tenaga Kerja Nasional
Komisi VII DPR RI menegaskan bahwa industri alas kaki merupakan sektor andalan Indonesia yang tidak hanya mendorong pertumbuhan ekonomi, tetapi juga signifikan dalam penyerapan tenaga kerja, menjadikannya kunci dalam menekan angka pengangguran. (AntaraNews)

Karawang, Jawa Barat – Komisi VII DPR RI menyoroti peran vital industri alas kaki sebagai salah satu sektor andalan Indonesia. Keberadaan industri ini dinilai tidak hanya mampu mendorong pertumbuhan ekonomi nasional secara signifikan, tetapi juga memiliki dampak besar terhadap tingginya serapan tenaga kerja.

Wakil Ketua Komisi VII DPR RI, Chusnunia Chalim, menyampaikan pandangannya usai kunjungan kerja spesifik ke PT Chang Shin Indonesia di Kabupaten Karawang, Jawa Barat. Menurutnya, industri manufaktur, termasuk alas kaki, merupakan sektor padat karya yang membutuhkan banyak tenaga kerja, sehingga berkontribusi besar dalam mengurangi angka pengangguran di Tanah Air.

Dengan potensi tersebut, Komisi VII DPR RI berharap daya saing industri alas kaki di Indonesia dapat terus diperkuat. Upaya ini menjadi krusial mengingat berbagai tantangan yang dihadapi sektor ini, mulai dari isu tarif perdagangan hingga permasalahan kawasan industri.

Peran Strategis Industri Alas Kaki dalam Perekonomian Nasional

Industri alas kaki telah lama dikenal sebagai salah satu pilar penting dalam perekonomian Indonesia. Sektor ini secara konsisten menunjukkan kontribusi yang signifikan, terutama dalam menciptakan lapangan kerja yang luas bagi masyarakat.

Chusnunia Chalim menegaskan, "Industri manufaktur bukan sekadar mendukung pertumbuhan ekonomi. Tapi juga mendukung tingginya serapan tenaga kerja. Ya salah satunya industri alas kaki." Pernyataan ini menggarisbawahi bahwa sifat padat karya dari industri alas kaki menjadikannya instrumen efektif dalam menekan angka pengangguran.

Oleh karena itu, Komisi VII DPR RI membentuk Panitia Kerja Daya Saing Industri. Pembentukan panitia ini bertujuan untuk memperkuat daya saing industri alas kaki di Tanah Air, memastikan sektor ini tetap menjadi andalan dan mampu bersaing di pasar global.

Tantangan dan Upaya Penguatan Daya Saing Industri Alas Kaki

Meskipun memiliki peran strategis, industri alas kaki di Indonesia tidak luput dari berbagai tantangan. Salah satu tantangan utama yang disebutkan adalah terkait tarif yang diberlakukan oleh Amerika Serikat, yang dapat mempengaruhi volume ekspor produk alas kaki Indonesia.

Selain itu, terdapat pula isu-isu mengenai kawasan industri yang memerlukan perhatian serius. Chusnunia Chalim mengungkapkan, "Kawasan industri sepertinya perlu ditata ulang, karena terindikasi ada radioaktif yang ditemukan." Isu ini menunjukkan kompleksitas tantangan yang dihadapi oleh sektor industri secara keseluruhan.

Menyikapi berbagai tantangan tersebut, Komisi VII DPR RI telah memanggil Kementerian Perindustrian. Pemanggilan ini bertujuan untuk mencari penanganan konkret, baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang, guna memastikan keberlanjutan dan pertumbuhan industri alas kaki yang sehat.

Data Pertumbuhan dan Kontribusi Industri Alas Kaki Menurut Kemenperin

Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mencatat bahwa industri kulit, barang dari kulit dan alas kaki menunjukkan pertumbuhan yang positif. Sekretaris Direktorat Jenderal Industri Kimia, Farmasi, dan Tekstil (IKFT) Kemenperin, Sri Bimo Pratomo, menyampaikan bahwa pertumbuhan industri ini mencapai 4,87 persen secara customer to customer dan 0,72 persen secara kuartal ke kuartal hingga kuartal ketiga 2025.

Data Kemenperin juga menunjukkan skala besar kontribusi sektor ini terhadap penyerapan tenaga kerja. Sebanyak 921.086 orang tenaga kerja tersebar di 484 perusahaan berskala menengah hingga besar dalam industri alas kaki.

Pada tahun 2024, kapasitas industri alas kaki Indonesia mencapai 1.527 juta pasang. Rinciannya adalah 880 juta pasang produksi, 601 juta pasang ekspor, 192 juta pasang impor, dan konsumsi domestik mencapai 471 juta pasang. Angka-angka ini menegaskan posisi Indonesia sebagai pemain kunci dalam pasar alas kaki global.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi