Pemerintah Kabupaten Natuna, Provinsi Kepulauan Riau, baru-baru ini menghelat sebuah event budaya yang meriah. Pertandingan gasing antarkecamatan ini menjadi sorotan utama di Tugu Gasing, pusat kegiatan yang telah ditentukan. Inisiatif ini merupakan langkah konkret untuk menjaga dan melestarikan warisan budaya daerah yang kaya.
Acara yang dibiayai melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Perubahan (APBD-P) tahun 2025 ini berlangsung selama 10 hari penuh. Dimulai sejak 1 November hingga 11 November 2025, dengan jeda pada hari Jumat untuk istirahat. Sebanyak 20 tim dari delapan kecamatan turut serta memeriahkan kompetisi gasing tradisional ini.
Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Kabupaten Natuna, Khaidir, menyampaikan apresiasi mendalam. Beliau menekankan pentingnya peran serta masyarakat dalam menjaga tradisi ini agar tidak pudar ditelan zaman. Pertandingan ini juga menjadi ajang silaturahmi yang kuat antarwarga Natuna.
Advertisement
Advertisement
Khaidir menilai, para peserta turnamen Gasing Natuna merupakan bagian penting dari masyarakat yang berperan aktif dalam menjaga warisan budaya. Permainan gasing, menurutnya, tidak hanya berfungsi sebagai hiburan tradisional semata. Lebih dari itu, gasing juga menjadi simbol kekompakan dan semangat kebersamaan masyarakat Natuna.
Pemerintah daerah berharap agar tradisi Gasing Natuna ini dapat terus dilestarikan secara berkelanjutan. Salah satu caranya adalah dengan mengenalkan dan mengajarkan permainan gasing kepada generasi muda. Upaya ini penting agar warisan budaya yang berharga ini tidak hilang ditelan perkembangan zaman.
Komitmen pemerintah dan partisipasi aktif masyarakat menunjukkan kecintaan yang mendalam terhadap budaya lokal. Melalui kegiatan seperti ini, nilai-nilai luhur yang terkandung dalam permainan gasing dapat terus hidup. Ini juga memperkuat identitas budaya Natuna di kancah nasional.
Advertisement
Advertisement
Ketua Pelaksana kegiatan, Herman, menjelaskan secara rinci mengenai partisipasi kecamatan dalam pertandingan Gasing Natuna ini. Delapan kecamatan yang ikut serta meliputi Bunguran Timur, Bunguran Timur Laut, Bunguran Barat, Bunguran Utara, Bunguran Selatan, Pulau Laut, Pulau Tiga, dan Pulau Tiga Barat. Kehadiran perwakilan dari berbagai wilayah ini menunjukkan antusiasme yang tinggi.
Distribusi tim dari masing-masing kecamatan juga cukup merata dan menunjukkan semangat kompetisi. Dari Bunguran Timur, Bunguran Barat, Bunguran Utara, dan Pulau Laut masing-masing mengirimkan tiga tim. Sementara itu, Bunguran Selatan menyertakan dua tim, dan Pulau Tiga serta Pulau Tiga Barat masing-masing tiga tim. Total keseluruhan tim yang bertanding mencapai 20 tim.
Pertandingan Gasing Natuna ini dijadwalkan berlangsung selama 10 hari penuh, dimulai dari tanggal 1 hingga 11 November 2025. Hari Jumat ditetapkan sebagai hari libur pertandingan, memberikan kesempatan bagi para peserta untuk beristirahat. Jadwal yang telah disusun ini memastikan kelancaran seluruh rangkaian acara.
Advertisement
Herman menambahkan bahwa kegiatan ini sebenarnya sempat dijadwalkan pada bulan Oktober sebelumnya. Namun, karena adanya kendala teknis yang tidak dapat dihindari, jadwal tersebut akhirnya diundur. Penyelenggaraan pertandingan gasing ini menjadi ajang silaturahmi yang berharga sekaligus wujud nyata kecintaan masyarakat terhadap budaya lokal.
Sumber: AntaraNews