Prof. Sukadiono, Deputi II Bidang Koordinasi Peningkatan Kualitas Kesehatan Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK), baru-baru ini memaparkan pentingnya fisiologi olahraga. Paparan ini disampaikan saat pengukuhannya sebagai Guru Besar Fisiologi Olahraga di Universitas Muhammadiyah Surabaya (UM Surabaya) pada Sabtu lalu.
Dalam orasinya, Prof. Sukadiono menjelaskan bahwa fisiologi olahraga adalah ilmu yang mengkaji respons tubuh terhadap berbagai tingkat aktivitas fisik. Ini mencakup baik aktivitas ringan untuk kebugaran maupun aktivitas berat yang berfokus pada olahraga prestasi.
Beliau juga menyoroti bagaimana tubuh beradaptasi, termasuk potensi penggunaan suplemen seperti natrium bikarbonat. Strategi ini bertujuan untuk meningkatkan daya tahan dan performa atlet secara signifikan.
Advertisement
Advertisement
Memahami Fisiologi Olahraga dan Respons Tubuh
Fisiologi olahraga secara fundamental menitikberatkan pada kajian mendalam mengenai bagaimana tubuh manusia merespons berbagai bentuk aktivitas fisik. Dari jalan kaki santai hingga balap sepeda intens, setiap gerakan memicu serangkaian adaptasi kompleks dalam sistem tubuh. Ilmu ini membantu kita memahami mekanisme di balik kebugaran dan performa atletik.
Prof. Sukadiono menjelaskan bahwa aktivitas fisik ringan, seperti berjalan kaki atau bersepeda, sangat bermanfaat untuk menjaga kesehatan jantung dan paru-paru. Sementara itu, aktivitas berat lebih sering terkait dengan olahraga kompetitif seperti bulu tangkis atau sepak bola. Pemahaman ini krusial untuk merancang program latihan yang efektif dan aman.
Pada aktivitas fisik berintensitas tinggi, seringkali terjadi penumpukan asam laktat dan peningkatan ion hidrogen dalam otot. Kondisi ini menjadi penyebab utama kelelahan otot yang cepat, menghambat performa atlet. Penelitian dalam fisiologi olahraga berupaya menemukan solusi untuk mengatasi tantangan ini.
Advertisement
Advertisement
Peran Sodium Bicarbonate dalam Peningkatan Performa Atlet
Salah satu fokus penelitian Prof. Sukadiono adalah adaptasi tubuh, khususnya pemanfaatan suplemen natrium bikarbonat. Suplemen ini terbukti efektif dalam menetralkan keasaman otot, sehingga secara signifikan meningkatkan daya tahan. Ini menjadi terobosan penting bagi para atlet.
Dalam orasi ilmiahnya yang berjudul "Strategi Buffering Fisiologis Melalui Intervensi Sodium Bicarbonate untuk Daya Tahan dan Performa Atlet", beliau menjelaskan mekanismenya. Aktivitas intensitas tinggi memicu metabolisme anaerob yang menghasilkan ion hidrogen (H⁺), menurunkan pH tubuh atau menyebabkan asidosis. Kondisi ini membuat otot terasa berat dan mengurangi daya ledak.
Suplementasi sodium bicarbonate mampu meningkatkan cadangan bikarbonat dalam darah, mempercepat pembuangan ion H⁺, dan menjaga kestabilan pH. Dengan demikian, atlet dapat menunda kelelahan dan mempertahankan intensitas latihan lebih lama. Mereka juga dapat pulih lebih cepat setelah sesi latihan yang berat.
Advertisement
Meskipun memiliki manfaat besar, Prof. Sukadiono juga mengingatkan potensi efek samping seperti gangguan pencernaan. Solusi yang disarankan adalah penggunaan teknologi hidrogel atau membagi dosis konsumsi. Intervensi ini bukan sekadar teori, melainkan bukti nyata bagaimana sains mendukung pencapaian prestasi olahraga.
Advertisement
Perspektif Holistik Kemenko PMK dalam Pembangunan Manusia
Selain membahas keilmuan fisiologi olahraga, Prof. Sukadiono juga menyinggung peran Kemenko PMK yang membawahi delapan kementerian. Kementerian-kementerian ini meliputi Pendidikan Dasar dan Menengah, Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi (Kemendiktisaintek), Agama (Kemenag), Kebudayaan (Kemenbud), Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), hingga Pemuda dan Olahraga (Kemenpora).
Menurutnya, pembangunan manusia harus dipandang secara menyeluruh, mencakup aspek fisik, mental, dan sosial. Pendekatan holistik ini memastikan bahwa setiap individu dapat berkembang secara optimal. Ilmu fisiologi olahraga yang ditekuni Prof. Sukadiono merupakan bagian integral dari upaya mewujudkan kesehatan secara komprehensif.
Beliau menegaskan bahwa intervensi ilmiah seperti penggunaan sodium bicarbonate adalah langkah strategis. Tujuannya adalah agar olahraga tidak hanya menjadi gaya hidup semata, tetapi juga menjadi sarana untuk mencapai prestasi gemilang. Ini menunjukkan komitmen Kemenko PMK terhadap peningkatan kualitas hidup masyarakat melalui berbagai sektor.
Advertisement
Sumber: AntaraNews