Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cianjur, Jawa Barat, mengambil langkah proaktif dalam mendukung warganya yang ingin mencari peluang kerja di luar negeri. Melalui program Kredit Usaha Rakyat (KUR) Pekerja Migran Indonesia (PMI), Pemkab Cianjur kini menyediakan fasilitas pembiayaan bagi calon peserta magang ke luar negeri, khususnya Jepang.
Inisiatif ini merupakan hasil kolaborasi strategis antara Pemkab Cianjur dengan Bank BJB, yang bertujuan untuk mempermudah akses pembiayaan dengan beban rendah bagi calon pekerja migran. Bupati Cianjur, Mohammad Wahyu Ferdian, menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk membantu warganya menghadapi tantangan ekonomi lokal dan minimnya lapangan pekerjaan.
Program ini diharapkan dapat menjadi solusi bagi banyak warga yang memilih memperbaiki nasib melalui program magang kerja di luar negeri, sekaligus meningkatkan daya saing tenaga kerja asal Cianjur di kancah internasional. Dukungan penuh juga diberikan kepada Yayasan Amanat Negeri Sakura (ANS) Cianjur yang telah sukses memberangkatkan ratusan siswa untuk magang di Jepang.
Advertisement
Advertisement
Dukungan Penuh Pemkab Cianjur untuk Peluang Global
Pemkab Cianjur menunjukkan keseriusannya dalam mendukung warganya untuk mendapatkan pengalaman kerja internasional melalui program magang ke Jepang. Fasilitas pembiayaan ini diberikan melalui skema KUR Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang bekerja sama dengan Bank BJB, memastikan calon peserta magang dapat mengakses dana dengan persyaratan yang meringankan.
Bupati Mohammad Wahyu Ferdian menyatakan, "Pemkab Cianjur serius membantu warganya dalam mencari peluang di tengah tantangan ekonomi dan minimnya lapangan pekerjaan di tingkat lokal, saat ini banyak yang memilih memperbaiki nasib dengan program magang kerja keluar negeri." Pernyataan ini menggarisbawahi urgensi program dalam konteks kondisi ekonomi saat ini.
Lebih lanjut, Pemkab Cianjur juga memberikan dukungan penuh terhadap program magang ke Jepang yang diselenggarakan oleh Yayasan Amanat Negeri Sakura (ANS) Cianjur. Program ini dinilai sebagai pilihan yang tepat bagi peserta didik, mayoritas warga Cianjur, untuk memperoleh pengalaman berharga dan membuka kesempatan kerja di luar negeri.
Advertisement
Advertisement
Membangun Daya Saing Tenaga Kerja Melalui Pelatihan Intensif
Program magang ke Jepang ini tidak hanya berfokus pada aspek pembiayaan, tetapi juga pada peningkatan kualitas dan daya saing tenaga kerja asal Cianjur. Bupati Ferdian mengungkapkan bahwa inisiatif ini dapat menjadi contoh bagi sekolah pelatihan kerja untuk mengirim siswanya magang dan berpotensi bekerja di Jepang, sehingga mampu bersaing dengan tenaga kerja dari daerah lain di Indonesia maupun negara lain.
Pemerintah daerah berkomitmen untuk terus mendukung upaya peningkatan kualitas tenaga kerja ini, termasuk dengan meringankan beban pembiayaan melalui KUR PMI. Hal ini menunjukkan pendekatan komprehensif dalam mempersiapkan tenaga kerja yang kompeten dan siap bersaing di pasar global.
Sebagai bentuk dukungan infrastruktur, pemerintah daerah bahkan berencana membantu menyiapkan laboratorium bahasa. "Kita akan siapkan sarana dan prasarana penunjangnya," kata Bupati, memastikan bahwa proses pelatihan dan sertifikasi bahasa dapat dilakukan langsung di Cianjur tanpa perlu keluar kota, sehingga lebih efisien dan mudah diakses.
Advertisement
Advertisement
Target Ambisius dan Kesiapan Peserta Magang ke Jepang
Ketua Yayasan Amanat Negeri Sakura (ANS) Suhendar mengungkapkan target ambisius untuk program magang ke Jepang. Pada tahun 2025, pihaknya menargetkan sekitar 700 siswanya dapat menjalani program magang tersebut. Saat ini, sekitar 300 siswa telah diberangkatkan, dan 200 orang lainnya akan segera menyusul, menunjukkan antusiasme dan keberhasilan program.
Program magang ke Jepang ini sangat diminati oleh siswa yang menempuh pendidikan di yayasan tersebut, karena materi yang diberikan sangat relevan dengan kebutuhan dunia kerja. Pelatihan intensif mencakup 90 persen bahasa Jepang dan 10 persen budaya kerja di negara tujuan, memastikan siswa memiliki bekal yang memadai.
Suhendar menambahkan, "Para siswa sudah dibekali pelatihan intensif seperti bahasa Jepang dan budaya kerja, sehingga mereka sudah siap menghadapi dunia industri di negara yang dituju." Kesiapan ini menjadi kunci utama keberhasilan peserta magang dalam beradaptasi dan berkontribusi di lingkungan kerja Jepang.
Advertisement
Sumber: AntaraNews