Pemerintah Provinsi Banten, melalui Dinas Kesehatan, mengambil langkah strategis untuk mengatasi kesenjangan tenaga medis di wilayahnya. Upaya ini difokuskan pada percepatan pemerataan dokter spesialis, terutama di area selatan seperti Pandeglang dan Lebak, yang masih kekurangan tenaga ahli kesehatan.
Inisiatif penting ini diwujudkan melalui kerja sama erat dengan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Wilayah Banten, yang berperan sebagai mitra kunci. Kolaborasi ini bertujuan untuk mencetak serta mendistribusikan dokter spesialis secara merata ke seluruh kabupaten dan kota di Banten.
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Banten, Ati Pramudji Hastuti, menjelaskan bahwa program ini merupakan bagian integral dari implementasi Faskin Kita (Fasilitas Kesehatan untuk Kita), sebuah program prioritas Gubernur Andra Soni dan Wakil Gubernur Achmad Dimyati Natakusumah.
Advertisement
Advertisement
Pemerintah Provinsi Banten sedang mempersiapkan dua mekanisme utama untuk mencetak lebih banyak dokter spesialis guna memenuhi kebutuhan masyarakat. Mekanisme pertama adalah melalui jalur universitas, di mana lima fakultas kedokteran di wilayah Banten saat ini tengah berbenah untuk membuka Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS).
Selain itu, jalur kedua adalah sistem hospital-based study, yang memungkinkan dokter umum menempuh pendidikan spesialisasi tanpa harus meninggalkan pekerjaan mereka di rumah sakit. Pendekatan inovatif ini diharapkan dapat mempercepat proses penambahan dokter spesialis tanpa mengganggu pelayanan kesehatan yang sudah berjalan.
Beberapa rumah sakit di Banten sedang disiapkan untuk menjadi pusat pendidikan spesialis, salah satunya adalah RSUD Kabupaten Tangerang yang akan difokuskan pada pendidikan dokter spesialis anak. Setiap rumah sakit nantinya akan memiliki fokus bidang spesialis yang berbeda, dengan harapan program ini dapat mulai berjalan pada tahun 2026.
Advertisement
Pemprov Banten juga secara aktif mendorong universitas seperti Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta) untuk segera membuka pendidikan dokter spesialis. Untuk tahap awal, Untirta direncanakan akan membuka dua hingga tiga program spesialisasi pada tahun 2026 atau 2027, memperkuat kapasitas pendidikan kedokteran di daerah.
Advertisement
Kebijakan pemerataan dokter spesialis ini dibarengi dengan pemetaan kebutuhan tenaga medis yang komprehensif, khususnya di wilayah selatan Banten. Pemetaan ini krusial untuk memastikan pelayanan kesehatan dapat merata hingga ke pelosok daerah, menjawab tantangan aksesibilitas kesehatan.
Ketua IDI Wilayah Banten terpilih masa bakti 2025–2028, dr. Moch Rifky, menegaskan kesiapan penuh IDI untuk berkolaborasi dengan pemerintah daerah dalam upaya pemerataan dokter spesialis. Dengan sekitar 13 ribu dokter yang bernaung di bawah IDI di Banten, organisasi ini berkomitmen memastikan distribusi tenaga medis yang adil.
Dr. Rifky menambahkan, IDI yang menaungi 34 perhimpunan dokter spesialis siap membantu pemerintah mengisi kekurangan tenaga ahli di berbagai daerah. "IDI siap bekerja sama dengan Dinas Kesehatan untuk memastikan para dokter ini melayani masyarakat secara merata, tidak hanya terpusat di Tangerang," ujarnya, menyoroti pentingnya distribusi yang seimbang.
Advertisement
Inventarisasi kebutuhan tenaga dokter di Pandeglang dan Lebak telah dilakukan, dan dengan dukungan kuat dari IDI, Pemprov Banten optimistis dapat mewujudkan visi Banten Sehat. Pemerataan tenaga medis dan peningkatan kualitas layanan menjadi prioritas utama dalam mencapai tujuan tersebut.
Advertisement
Program pemerataan dokter spesialis ini ditargetkan menjadi tonggak penting dalam peningkatan kualitas layanan kesehatan di seluruh kabupaten dan kota di Banten. Harapannya, setiap warga Banten dapat mengakses layanan spesialis yang dibutuhkan tanpa hambatan geografis.
IDI juga akan mendorong fakultas kedokteran di Banten, khususnya Untirta, agar dapat menyelenggarakan pendidikan dokter spesialis secara mandiri. "Jika Banten mampu memproduksi dokter spesialis sendiri, maka penempatan sesuai kebutuhan daerah akan lebih mudah," kata dr. Rifky, menekankan kemandirian daerah.
Sinergi antara pemerintah daerah, Ikatan Dokter Indonesia, Kementerian Kesehatan, dan berbagai universitas diyakini akan memperkuat daya saing sektor kesehatan di Banten. Kolaborasi multi-pihak ini diharapkan menciptakan ekosistem kesehatan yang lebih tangguh dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
Advertisement
Melalui upaya terpadu ini, Provinsi Banten berkomitmen untuk memastikan bahwa setiap warga negara memiliki akses yang sama terhadap pelayanan kesehatan berkualitas. Ini adalah langkah maju menuju tercapainya Banten Sehat yang merata dan berkelanjutan bagi semua.
Sumber: AntaraNews