Tahukah Anda? 100 Pemuda Banjarmasin Dilatih DKP3 Tingkatkan Ketahanan Pangan Ikan Melalui Budidaya

DKP3 Banjarmasin melatih 100 pemuda dari berbagai kalangan untuk menguasai teknik budidaya ikan, mengatasi tantangan regenerasi dan ketersediaan pangan lokal. Akankah mereka jadi pahlawan ketahanan pangan?

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Tahukah Anda? 100 Pemuda Banjarmasin Dilatih DKP3 Tingkatkan Ketahanan Pangan Ikan Melalui Budidaya
DKP3 Banjarmasin melatih 100 pemuda dari berbagai kalangan untuk menguasai teknik budidaya ikan, mengatasi tantangan regenerasi dan ketersediaan pangan lokal. Akankah mereka jadi pahlawan ketahanan pangan? (Merdeka.com)

Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan (DKP3) Kota Banjarmasin baru-baru ini menyelenggarakan bimbingan teknis (bimtek) budidaya ikan berbasis anak muda. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan ketahanan pangan lokal yang melibatkan generasi muda. Sebanyak 100 peserta dari berbagai latar belakang, mulai dari pelajar hingga organisasi kepemudaan, antusias mengikuti program ini.

Bimtek yang berlangsung pada 17-18 September ini dibuka langsung oleh Wakil Wali Kota Banjarmasin, Hj. Ananda. Inisiatif ini merupakan langkah strategis pemerintah kota dalam merespons tantangan sektor perikanan. Kehadiran narasumber ahli dari berbagai instansi terkait semakin memperkaya materi yang disampaikan kepada para peserta.

Menurut Kepala Bidang Perikanan DKP3 Kota Banjarmasin, Sulaiman Thalib, kegiatan ini krusial untuk mengatasi minimnya minat generasi muda. Selain itu, alih fungsi lahan budidaya menjadi perumahan juga menjadi perhatian serius. Tanpa intervensi, Banjarmasin berisiko menghadapi kekurangan pasokan ikan di masa depan.

Meningkatkan Minat Generasi Muda pada Sektor Perikanan

Tantangan utama yang dihadapi oleh sektor perikanan di Banjarmasin adalah minimnya minat generasi muda untuk terlibat dalam budidaya ikan. Sulaiman Thalib, Kepala Bidang Perikanan DKP3 Kota Banjarmasin, menyoroti masalah ini sebagai penghambat regenerasi pembudidaya. Padahal, potensi budidaya ikan air tawar sangat menjanjikan dan mudah untuk dikembangkan.

“Tantangan utama kita adalah minim minat generasi muda terhadap sektor perikanan serta alih fungsi lahan budidaya menjadi perumahan. Padahal budidaya ikan air tawar komoditas yang mudah dibudidayakan dan pasarnya menjanjikan,” ujar Sulaiman. Pernyataan ini menegaskan urgensi pelatihan budidaya ikan bagi pemuda Banjarmasin.

Kegiatan bimtek ini menjadi jembatan untuk memperkenalkan potensi besar di sektor perikanan kepada para pemuda. Diharapkan, melalui pelatihan ini, pandangan negatif terhadap pekerjaan di bidang perikanan dapat berubah. Para peserta diharapkan dapat melihat peluang wirausaha dan kontribusi nyata terhadap ketahanan pangan daerah.

Materi Komprehensif dan Dukungan Multi-Pihak

Bimbingan teknis budidaya ikan ini dirancang dengan materi yang komprehensif, mencakup aspek teori dan praktik. Peserta menerima pengetahuan mendalam mulai dari pemilihan jenis ikan yang tepat, teknik pembuatan kolam, manajemen pakan, hingga strategi pengendalian hama dan penyakit. Analisis usaha juga menjadi bagian penting untuk membekali pemuda dengan keterampilan bisnis.

Selain materi teori, para peserta juga mendapatkan kesempatan untuk mengikuti simulasi praktik. Mereka dilatih dalam pembuatan kolam, prosedur penebaran bibit ikan, serta teknik pengendalian kualitas air yang krusial untuk keberhasilan budidaya. Pendekatan praktis ini memastikan pemahaman yang mendalam dan keterampilan yang aplikatif.

Kegiatan ini didukung penuh oleh berbagai pihak, termasuk narasumber dari DKP3 Banjarmasin, Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Kalimantan Selatan, Balai Perikanan Budidaya Air Tawar (BPBAT) Mandiangin, serta Balai Benih Ikan (BBI) setempat. Bimtek ini juga diprakarsai oleh Kelompok Kerja Pemberdayaan Usaha Perikanan (KKPUP) Sobat Kelabau binaan DKP3 Kota Banjarmasin dan didukung PT AKR Corporindo Tbk.

Mewujudkan Kemandirian Pangan dan Wirausaha Muda

Melalui bimtek budidaya ikan ini, DKP3 Banjarmasin memiliki harapan besar terhadap para pemuda. Sulaiman Thalib mengungkapkan harapannya agar para pemuda tidak lagi memandang sebelah mata sektor perikanan. Mereka diharapkan dapat menjadi tenaga ahli, wirausahawan, hingga sociopreneur yang memajukan perikanan nasional.

“Semoga melalui bimtek ini para pemuda tidak lagi memandang sebelah mata sektor perikanan. Mereka bisa menjadi tenaga ahli, wirausahawan, hingga sociopreneur yang memajukan perikanan nasional,” kata Sulaiman. Pernyataan ini menunjukkan visi jangka panjang untuk pemberdayaan pemuda.

Pada akhirnya, kegiatan ini diharapkan mampu menciptakan lapangan kerja baru di Kota Banjarmasin. Peningkatan produksi ikan lokal juga menjadi target utama, yang secara langsung akan berkontribusi pada penguatan ketahanan pangan daerah. Generasi muda yang mandiri dan inovatif diharapkan menjadi pilar utama dalam mewujudkan tujuan ini.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi