Tabrak jembatan, drone canggih gagal ambil gambar kawah Gunung Agung

Kamis, 12 Oktober 2017 18:33 Reporter : Gede Nadi Jaya
Drone untuk merekam kawah Gunung Agung. ©2017 Merdeka.com/Gede Nadi Jaya

Merdeka.com - Pesawat tanpa awak atau drone milik kementerian PVMBG gagal merekam gambar kawah gunung Agung, Kamis (12/10). Penyebabnya, saat diterbangkan, drone justru menabrak dinding jembatan hingga hancur.

Kondisi cuaca di wilayah Kecamatan Kubu sesungguhnya tidak mendukung. Sebab, angin berhembus kencang dan arahnya berubah-ubah. Namun operator nekat mencoba menerbangkan dua unit drone berukuran besar yang lebih canggih dari sebelumnya.

Butuh waktu sekitar 4 jam untuk menyiapkan drone jenis Koak WAP dan drone tawon hingga betul-betul siap untuk diterbangkan. Sebelum diterbangkan, para teknisi dan PVMBG mendatangkan seorang pemangku untuk mengatur piuning (sesajen) memohon agar diberikan keselamatan dan kelancaran.

Sekitar pukul 14.40 WITA dua drone super canggih ini diterbangkan sambil melawan kecepatan angin yang cukup kencang saat itu.

Penerbangan pertama, drone gagal take off. Saat drone sudah meluncur di landasan pacu, penerbangan dihentikan lantaran sampai akhir landasan drone tidak bisa terbang.

Setelah dilakukan pemeriksaan, selang lima menit kemudian pilot berbalik arah menerbangkan pesawat dari arah berlawanan karena saat itu arah angin berubah. Pesawat drone Koak pun meluncur di landasan pacu berkerikil, dan drone berhasil take off.

Namun sayangnya pesawat aeromodeling yang sering disebut robot udara ini kehilangan arah hingga akhirnya menabrak jembatan yang membentang di jalur utama Karangasem-Singaraja atau tepatnya di Selatan galian C milik PT Bumi Pasir Mandiri.

"Drone koak hancur Pak, tabrak jembatan saat pesawat take off. Tadi warga bantu ambil di bawah jembatan," ujar salah satu pilot drone Agus MT, Jumat (12/10).

Agus mengaku drone yang dikendalikannya itu gagal take off karena beberapa faktor. Salah satunya landasan pacu yang pendek dan berkerikil.

"Untuk bisa take off kecepatan drone harus 60 kilometer perjam," ungkapnya. [noe]

Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Subscribe and Follow

Temukan berita terbaru merdeka.com di email dan akun sosial Anda.