Proses pemilihan calon Ketua Umum (Caketum) Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) DKI Jakarta untuk periode 2026-2030 telah memasuki tahap krusial. Panitia Penjaringan dan Penyaringan (TPP) KONI DKI Jakarta menetapkan sejumlah persyaratan ketat bagi para kandidat yang ingin maju. Ketentuan ini bertujuan memastikan kepemimpinan KONI DKI Jakarta memiliki legitimasi kuat dari para anggota.
Salah satu Syarat Caketum KONI Jakarta yang paling utama adalah kewajiban untuk mengantongi dukungan minimal 20 persen dari total anggota sah. Hal ini diungkapkan oleh Sekretaris TPP KONI DKI Jakarta, Ramdan Pelana, yang menegaskan bahwa aturan ini merupakan amanah dari Rapat Kerja Provinsi (Rakerprov) KONI DKI Jakarta. Rakerprov tersebut diselenggarakan pada 3 Desember 2025 lalu, menyepakati pedoman penting bagi pemilihan calon pimpinan.
Persyaratan dukungan ini mencerminkan keinginan kolektif dari cabang olahraga (cabor), badan fungsional (bafung), serta KONI Kota/Kabupaten yang menjadi bagian dari keanggotaan KONI DKI Jakarta. Selain dukungan, pengalaman dalam kepengurusan organisasi olahraga juga menjadi kriteria penting. Ini dilakukan untuk memastikan calon memiliki kapasitas dan rekam jejak yang mumpuni dalam memajukan olahraga di ibu kota.
Advertisement
Advertisement
Setiap bakal calon Ketua Umum KONI DKI Jakarta diwajibkan mengumpulkan dukungan dari setidaknya 20 persen anggota sah. Angka ini setara dengan minimal 17 dukungan dari total 85 anggota KONI DKI Jakarta. Anggota tersebut meliputi perwakilan dari berbagai cabang olahraga, badan fungsional, dan juga KONI di tingkat kota atau kabupaten.
Ramdan Pelana, selaku Sekretaris TPP KONI DKI Jakarta, menjelaskan bahwa ketentuan ini adalah hasil kesepakatan seluruh cabor pada Rapat Kerja Provinsi (Rakerprov). Rakerprov KONI DKI Jakarta yang digelar pada 3 Desember 2025 menjadi landasan utama penetapan persyaratan ini. Keputusan tersebut menunjukkan komitmen bersama untuk memilih pemimpin yang didukung secara luas oleh komunitas olahraga.
Lebih lanjut, setiap anggota KONI hanya diperbolehkan mengusulkan satu nama bakal calon ketua umum. Dukungan tersebut harus ditandatangani oleh ketua umum cabang olahraga atau anggota KONI terkait dan dibubuhi stempel basah. Aturan ini dirancang untuk memastikan transparansi dan akuntabilitas dalam proses penjaringan calon.
Advertisement
Advertisement
Selain Syarat Caketum KONI Jakarta berupa dukungan anggota, bakal calon Ketua Umum KONI Provinsi DKI Jakarta juga harus memiliki rekam jejak kepengurusan yang relevan. Pengalaman ini bisa berasal dari berbagai tingkatan organisasi olahraga. Hal ini mencakup pengalaman sebagai pengurus di KONI Pusat, KONI Provinsi, atau KONI Kota/Kabupaten.
Kandidat juga dapat memenuhi syarat jika pernah menjabat sebagai pengurus Anggota KONI Provinsi DKI Jakarta. Persyaratan pengalaman ini penting untuk memastikan bahwa calon pemimpin memiliki pemahaman mendalam tentang ekosistem olahraga. Dengan demikian, mereka diharapkan mampu membawa KONI DKI Jakarta menuju prestasi yang lebih tinggi.
Kriteria ini menekankan pentingnya kepemimpinan yang tidak hanya didukung, tetapi juga berpengalaman. Tujuannya adalah untuk menjamin bahwa Ketua Umum terpilih mampu menjalankan tugas dan tanggung jawabnya secara efektif. Ini juga untuk menghadapi tantangan serta peluang dalam pengembangan olahraga di Jakarta.
Advertisement
Advertisement
Setelah proses penjaringan dukungan dan verifikasi persyaratan, ada beberapa tahapan krusial berikutnya dalam pemilihan Ketua Umum KONI DKI Jakarta. Penetapan bakal calon yang memenuhi semua persyaratan akan dilakukan pada 10 Januari 2026. Pada tanggal yang sama, TPP juga akan mengumumkan dan menyampaikan penetapan ini kepada seluruh anggota KONI DKI Jakarta.
Selanjutnya, pada tanggal 12 hingga 13 Januari 2026, para calon Ketua Umum akan memiliki kesempatan untuk menyampaikan visi dan misi mereka. Presentasi ini akan dilakukan di hadapan TPP. Pada periode yang sama, juga akan dilaksanakan pengundian nomor urut bagi setiap Calon Ketua Umum KONI Provinsi DKI Jakarta.
Tahapan ini dirancang untuk memberikan kesempatan kepada seluruh anggota KONI DKI Jakarta untuk mengenal lebih dekat para kandidat. Dengan demikian, mereka dapat membuat keputusan yang terinformasi saat pemilihan. Proses yang transparan dan terstruktur ini diharapkan menghasilkan pemimpin terbaik bagi KONI DKI Jakarta.
Advertisement
Sumber: AntaraNews