Survei Top of Mind Indikator: Jokowi 39,9 persen, Prabowo 12,1 persen

Kamis, 3 Mei 2018 18:13 Reporter : Ahda Bayhaqi
Survei Top of Mind Indikator: Jokowi 39,9 persen, Prabowo 12,1 persen Jokowi dan prabowo di istana. ©2016 merdeka.com/rizky erzi andwika

Merdeka.com - Indikator Politik Indonesia juga melakukan survei top of mind untuk melihat calon presiden potensial pilihan masyarakat. Hasilnya, nama Joko Widodo menempati urutan pertama dengan perolehan elektabilitas 39,9 persen.

Posisi berikutnya diikuti penantang abadi Jokowi yakni Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto dengan elektabilitas 12,1 persen, serta Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan 0,9 persen.

Lalu ada nama TGB Zainul Majdi, dan mantan Panglima TNI Jenderal (purn) Gatot Nurmantyo yang ramai dibicarakan di media, juga Ketum Perindo Hary Tanoesoedibjo, masing-masing memiliki elektabilitas sebesar 0.7 persen. Lalu ada nama Agus Harimurti Yudhoyono, juga Susilo Bambang Yudhoyono, di bawahnya dengan elektabilitas 0.6 persen.

Saat survei dilakukan simulasi semi terbuka dengan nama-nama yang diberikan, posisi perolehan elektabilitas hampir tak ada perubahan. Ada kenaikan, tapi tak signifikan. Seperti Jokowi, mendapatkan elektabilitas sebesar 51,9 persen, diikuti Prabowo 19,2 persen, Anies Baswedan 2,2 persen, AHY 2,0 persen, dan Gatot Nurmantyo 1,7 persen.

"Anies, AHY, Gatot, selisihnya tidak signifikan, tapi antara Jokowi dengan Prabowo signifikan, Prabowo dengan yang lain signifikan," ujar Direktur Eksekutif Indikator Burhanuddin Muhtadi, di kantornya, Cikini, Jakarta Pusat, Kamis (3/5).

Survei nasional Indikator mengambil 1.200 responden yang mempunyai hak pilih dalam pemilu secara acak dengan metode multistage random sampling. Wawancara dilakukan dengan tatap muka langsung dan dilakukan quality control 20 persen dari semua sampel.

Survei dilaksanakan pada 25-31 Maret 2018, serta dilengkapi dengan data survei pada bulan Februari sebelumnya, yang memiliki responden 2020. Survei bulan Maret memiliki margin of error sebesar kurang lebih 2.9 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen. Survei bulan Februari memiliki margin of error kurang lebih 2.2 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen. Survei juga ditambahkan survei opini publik dilakukan di Jawa Barat pada 5-13 Maret, dan Jawa Tengah pada 12-21 Maret. Survei opini publik menggunakan 800 responden dengan margin of error 3.5 persen. [lia]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini