Surabaya diguyur hujan es dan angin kencang, banyak pohon tumbang

Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Klas I Juanda-Surabaya, Albertus Kusbagio mengatakan, hujan es berasal dari awan Cumulunimbus (Cb) yang cukup besar. Saat berada di atas awan, gumpalan es itu terlalu besar, sehingga tidak mencair dan jatuh ke bumi berupa butir-butir es.

Moch. Andriansyah
Oleh Moch. Andriansyah - Reporter
Surabaya diguyur hujan es dan angin kencang, banyak pohon tumbang
Hujan es di Surabaya. ©2017 Merdeka.com

Kota Surabaya, Jawa Timur, diguyur hujan deras disertai angin kencang pada Selasa sore (7/3). Akibatnya, pohon-pohon tumbang di beberapa titik. Pohon tumbang terjadi di Jalan A Yani, Jemursari, Tenggilis dan beberapa lokasi lain. "Hujan terjadi sekitar pukul 15.30 WIB," kata Faisal, salah satu warga kos di Jalan Wonocolo, Surabaya. Bapak satu anak asal Madura ini juga menyebut, hujan yang terjadi sore ini juga disertai dengan butiran-butiran es. Kabarnya, kata dia, kaca di Gedung Graha Pena, Jalan A Yani, pecah terkeba hempasan butiran hujan es."Hujannya cukup deras, disertai dengan angin kencang. Di Gayungsari, karena anginnya cukup kencang, pohon-pohon bergoyang-goyang. Bahkan, tenda besar di gedung perkantoran terlihat tak kuat menahan terjangan angin," jelasnya.Dikonfirmasi terpisah, Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Klas I Juanda-Surabaya, Albertus Kusbagio mengatakan, hujan es berasal dari awan Cumulunimbus (Cb) yang cukup besar. Saat berada di atas awan, gumpalan es itu terlalu besar, sehingga tidak mencair dan jatuh ke bumi berupa butir-butir es."Saat jatuh sampai ke tanah masih ada yang berupa butiran es. Dalam istilah metereologi, (hujan es) itu disebut hail," kata Albertus.

Rekomendasi