PT Mitra Natura Raya kembali menghadirkan acara musik tahunan bertajuk “Sunset di Kebun” yang diselenggarakan pada 20-21 Juni 2026. Festival ini berlokasi di Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta, dan dirancang sebagai festival musik yang ramah keluarga. Acara ini secara khusus memadukan elemen musik, kekayaan budaya, serta komitmen terhadap pelestarian lingkungan.
General Manager Event PT Mitra Natura Raya, Abi Irawan, menjelaskan bahwa acara ini digagas sebagai respons terhadap pembatasan pergerakan masyarakat selama pandemi COVID-19. Tujuannya adalah untuk memperkenalkan keindahan alam melalui konsep acara luar ruangan atau outdoor. Festival ini menawarkan pengalaman unik yang menggabungkan pertunjukan musik dengan inisiatif konservasi dan gerakan budaya.
Dengan tema “Music Show with Green, Conservation and Culture Movement”, Sunset di Kebun menjanjikan suasana ruang terbuka hijau yang nyaman dan inklusif. Pengunjung dapat menikmati berbagai pertunjukan musik, kekayaan budaya, serta aktivitas keluarga yang dirancang untuk mendorong kepedulian terhadap lingkungan. Acara ini diharapkan menjadi wadah bagi keluarga dan komunitas untuk merayakan kreativitas dan kebersamaan.
Advertisement
Advertisement
Pengalaman Unik di Sunset di Kebun
Selama dua hari penyelenggaraan, panggung utama Sunset di Kebun akan dimeriahkan oleh deretan musisi papan atas Indonesia. Para penampil yang siap menghibur pengunjung antara lain Skyline, Reruntuh, Lomba Sihir, Dere, .Feast, Hindia, Magnolia Celebration, Alkateri, Fiersa Besari, Perunggu, Nadin Amizah, dan Tulus. Kehadiran musisi-musisi ini menjanjikan pengalaman musik yang beragam bagi seluruh penonton.
Selain pertunjukan musik, festival ini juga menyajikan beragam atraksi menarik lainnya. Salah satunya adalah Bird Presentation dari Jagat Satwa Nusantara yang akan menambah daya tarik acara. Pengunjung juga dapat menjelajahi Sunset Market, sebuah area yang menghadirkan produk kreatif lokal, berbagai pilihan kuliner, instalasi seni yang memukau, serta area bermain khusus untuk keluarga.
Melalui sub-program Kultura, Sunset di Kebun menampilkan kekayaan seni budaya Indonesia. Pengunjung berkesempatan menyaksikan pertunjukan seni tradisional seperti Tanjidor, Tari Sirih Kuning, Tari Enjot Enjotan, Tari Enggang, Dholl, hingga pertunjukan Gek Gek Gong Teater. Program ini bertujuan untuk mengangkat dan melestarikan budaya lokal dengan melibatkan komunitas dan sanggar budaya.
Advertisement
Advertisement
Komitmen Lingkungan dan Edukasi Natura
Komitmen terhadap lingkungan menjadi salah satu pilar utama festival Sunset di Kebun. Penyelenggara menerapkan berbagai inisiatif berkelanjutan selama acara berlangsung, termasuk pengelolaan sampah yang efektif dan pengurangan penggunaan plastik sekali pakai. Selain itu, festival ini juga mengutamakan penggunaan material yang lebih bertanggung jawab dan menyediakan edukasi konservasi yang dikemas secara interaktif.
Program Natura mengajak pengunjung untuk terlibat dalam berbagai aktivitas kreatif berbasis alam. Kelas-kelas seperti kokedama, flower box bouquet, orchid bag charm, dan nail art tersedia untuk diikuti. Kegiatan edukasi ini dirancang untuk menghubungkan kreativitas pengunjung dengan upaya pelestarian lingkungan, memberikan pengalaman belajar yang menyenangkan dan bermakna.
Penyelenggara juga berupaya memperkenalkan tanaman Hoya, yang dikenal sebagai “pahlawan tanaman” atau “plant heroes”, karena termasuk salah satu tanaman hias termahal di dunia. Pengenalan ini merupakan bagian dari edukasi konservasi untuk menumbuhkan kepedulian terhadap flora langka dan pentingnya menjaga ekosistem.
Advertisement
Advertisement
Target dan Tujuan Festival Sunset di Kebun
Abi Irawan menegaskan bahwa Sunset di Kebun lebih dari sekadar tempat untuk menikmati musik. Festival ini dirancang sebagai ruang pertemuan yang mempertemukan keluarga, komunitas kreatif, pelaku ekonomi kreatif, serta masyarakat luas. Tujuannya adalah menciptakan pengalaman yang menyenangkan sekaligus membangun kepedulian bersama terhadap lingkungan.
Festival ini menjadi wadah untuk merayakan musik, budaya, kreativitas, dan kebersamaan dalam satu pengalaman yang utuh. Penyelenggara berharap dapat menciptakan sinergi positif antara berbagai elemen masyarakat melalui acara ini.
Untuk tahun ini, penyelenggara menargetkan jumlah kunjungan mencapai 5.000 orang per hari. Abi Irawan memastikan bahwa seluruh pengunjung dapat menikmati acara dengan nyaman dan aman, dengan fasilitas dan pengaturan yang memadai.
Advertisement
Sumber: AntaraNews