\'Sudah risiko polisi nggak boleh libur\'
Merdeka.com - Menjalani profesi sebagai anggota kepolisian sudah barang tentu mempunyai segudang tanggung jawab yang harus diemban. Selain bertugas menjaga keamanan wilayah yang menjadi tanggung jawabnya, menghadapi kriminal menjadi makanan sehari-hari bagi anggota kepolisian.
Selain sifat tegas, seorang aparat penegak hukum pun diharuskan mempunyai sifat yang legowo dan bijaksana. Begitupun hal nya saat menyambut momen Idul Fitri yang sudah sangat dekat seperti sekarang ini. Pada saat masyarakat berbondong-bondong bertolak ke kampung halaman untuk menemui keluarga mereka yang dicintai, hal serupa tidak turut dirasakan oleh para anggota kepolisian.
Pasalnya, tiap-tiap anggota harus selalu siaga dalam menjaga situasi dan keamanan agar tetap kondusif. Ritual mudik pun tidak mereka jalani.
"Nggak mudik lah, polisi mana boleh mudik. Karena saya kan harus tetap stand by, handphone masih tetap stand by kok," ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Rikwanto, saat dihubungi, Minggu (19/8).
Menurut ayah tiga anak ini, hal ini sudah menjadi risiko seorang polisi, maka keluarganya yang berada di Solo yang datang mengunjunginya.
"Sudah risiko jadi polisi nggak boleh libur, jadi keluarga saya aja yang di Solo yang ke sini (Jakarta). Baru saja mereka tiba kemarin," tutur pria yang tinggal terpisah dengan keluarga intinya tersebut.
Namun, seperti yang dikeluhkan masyarakat kebanyakan, anggota polisi yang kerap akrab dengan awak media ini pun juga mengeluhkan tingginya biaya transportasi jelang hari raya.
"Keluarga inti dan beberapa kerabat dekat yang datang mengunjungi, harus mengeluarkan biaya ekstra yah, karena jelang hari raya begini semua harga naik," tandasnya ramah.
Hal serupa pun dirasakan oleh Kasat Resmob Polda Metro Jaya, AKBP Herry Heriawan. Pria yang kerap melakukan penangkapan terhadap pelaku tindak pencurian tersebut mengatakan tidak pernah mudik ke kampung halamannya di Ambon saat hari raya.
"Biasanya ngga mudik. Paling lebaran di kantor, tetap mantau situasi," ujar Herry.
Pihak keluarga pun sudah menerima atas risiko yang harus diterima menjadi bagian dari keluarga Bhayangkari.
Demikian pula Kapolsek Gambir AKBP Tatan Dirsan. Pada hari raya, dirinya akan tetap bekerja dan melayani masyarakat.
"Akan tetap masuk nanti pas Lebaran, memang sudah kewajiban saya," ujarnya saat berbincang dengan merdeka.com, Jumat (17/8).
Bagi keluarganya, Tatan melanjutkan, sudah mengerti dan memahami profesi yang dijalaninya. Keluarga hanya berpesan untuk selalu menjaga kesehatan. "Yah keluarga sudah memahami dengan profesi saya, jadi bisa memaklumi bahkan bangga," kata ayah beranak dua ini. (mdk/war)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya