Malam hari di Jalan Kelapa Hijau, Jakarta Utara tidak seperti biasanya. Empat truk molen terparkir di gang sempit. Suaranya memecah kesunyian mengeluarkan adukan semen memenuhi jalan.
Beberapa tukang berseliweran. Warga gotong rotong membantu meratakan adukan semen ke seluruh sisi gang. Di antara mereka, seorang pemuda berdiri memberi arahan.
Dia bukan mandor. Sahdan adalah Ketua RT 07 RW 08 Rawabadak Selatan, Koja, Jakarta Utara Sahdan Arya Maulana (20) yang belakangan viral di pelbagai platfrom.
Usianya baru 20 tahun. Dia memimpin langsung pengecoran jalan sebagai Ketua RT 07 RW 08 yang terpilih pada Mei 2025.
Jalan lingkungan sepanjang 100 meter yang dicor bukan proyek pemerintah, tetapi inisiatif warga yang melihat kondisi jalan yang rusak akibat insiden truk bermuatan terguling. Tanah dan lumpur berserakkan.
"Mengakibatkan jalan rusak. Namanya hujan dan akhirnya meluber seperti seperti lumpur," kata Arya saat berbincang, Senin (14/7).
Sahdan Arya gerak cepat menggalang swadaya. Total empat truk molen dikerahkan. Tiga berasal dari warga, satu lagi dari hasil urunan.
"Malam itu kita sat-set langsung kita kerjakan dari biaya operasional kita dan juga dari swadaya masyarakat," ucap dia.
Sahdan memilih menyewa tukang profesional ketimbang mengerahkan warga. Alasannya agar hasilnya maksimal.
"Kita sih bayar tukang karena kan tidak mau hasilnya amburadul. Jadi yang baiknya kita bayar tukang saja," ujar dia.
Advertisement
Sahdan Arya bilang proses pengerjaan perbaikan jalan memakan waktu dua hari lamannya. Namun, yang bikin dia terkaget-kaget pengecoran yang didokumentasikan menjadi viral.
Video dirinya mengawasi pengerjaan malam-malam hari itu beredar luas di media sosial. Pons terus-terusan berdering.
"Kaget juga sih saya, ya sekarang sih ya udah kita tinggal ambil momentumnya aja," ucap dia.
Cerita Sahdan Arya muncul dari pemilihan ketua RT pada awal Mei 2025. Di lingkungan itu, dihuni 150 kepala keluarga dan lebih dari 700 jiwa. Anak-anak muda seperti dirinya justru sedikit.
Namun hal itu tak mengentarkan semangatnya untuk menjadi salah satu calon Ketua RT, apalagi dirinya telah mendapat dukungan dari para sesepuh di sana serta teman-teman sesama anak muda.
"Akhirnya kita rembukan sampai lah seperti ini," ucap Sahdan Arya
Sahdan bertarung dengan seorang bapak-bapak bernama Arief Hamzah. Dari 143 suara sah, Sahdan meraih 126. Sisanya untuk lawan.
Sebuah kemenangan telak bagi Sahdan Arya. Dia kemudian menunjuk teman-temannya yang juga berusia muda untuk duduk di kursi kepengurusan mendampingi melayani warga.
"Akhirnya menang alhamdulilah saya mendapatkan suara 126 suara dan calon lainnya itu mendapatkan 17 suara," ucap dia.
Programnya, pengecoran jalan, pembagian sembako saat Ramadan, pemasangan CCTV di titik rawan. Satu per satu ia jalankan seperti pengecoran jalan.
Advertisement
Sahdan berencana melakukan pengecoran di gang pinggir kali yang rawan banjir dengan sasaran wilayah di RT 07 yang belum tersentuh. Jalur itu adalah penghubung antara Kelapa Gading dan Koja.
"RT saya itu kan perbatasan Kelapa Gading dengan Koja. Jadi orang kelapa gading itu sering sekali lewat ke daerah rumah saya," ucap dia.
Selain itu, ia juga tengah menyiapkan agenda 17-an. "Insyaallah dan konsisten," ucap dia.
Di antara para Ketua RT lain, Sahdan mengaku sebagai yang paling muda. Di wilayahnya, mungkin se-RT-RW bahkan se-kecamatan. Sahdan tahu betul Gen Z kerap dituduh generasi yang malas, apatis. Namun, ia akan membuktikan penilaian keliru itu lewat kinerja sebagai ketua RT.
"Saya tergerak memotivasi para Gen Z. Kan ada juga persepsi orang-orang tentang Gen Z itu malas," ucap dia
Di luar kegiatan RT, Sahdan adalah mahasiswa semester empat di Universitas Muhammadiyah Jakarta. Ia sedang menjalani ujian tengah semester saat diwawancarai lewat sambungan telepon. Belakangan dosen-dosen sudah tahu latar belakangnya sebagai Ketua RT.
"Banyak dari dosen yang apresiasi, mengucapkan selamat dan mengingatkan saya untuk selalu amanah," ucap dia.
Di akhir, Sahdan memberikan pesan menyentuh untuk generasi Z. Tak muluk-muluk dia ingin Gen Z lebih menanggalkan hal-hal yang tak ada manfaat.
"Ya kurang-kurangin melakukan hal-hal yang enggak bermanfaat mari kita lakukan yang bermanfaat aja dan juga sebaik-baiknya orang adalah orang yang paling bermanfaat bagi manusia yang lain," ucap dia.