Sosok Naila Syamsul, Anak Keluarga Miskin Disebut Prabowo Jadi Calon Siswa Sekolah Rakyat
Ayah Naila, Syamsul tak menyangka jika anaknya bisa lolos dan mendapatkan beasiswa di Sekolah Rakyat.
Rumah semipermanen seluas 8x13 meter di Jalan Pandang 4 nomor 12 RT 003 RW 003 Kelurahan Pandang, Kecamatan Panakukkang, Makassar, mendadak ramai dikunjungi warga.
Rumah panggung yang terbuat dari kayu dan seng tersebut milik Syamsul (34). Keramaian itu bukan tanpa alasan. Putri Syamsul, Naila disebut-sebut Presiden Prabowo Subianto lolos menjadi peserta didik Sekolah Rakyat.
Ayah Naila, Syamsul tak menyangka jika anaknya bisa lolos dan mendapatkan beasiswa di Sekolah Rakyat. Bahkan, Syamsul merasa bangga nama putrinya disebut langsung oleh Prabowo.
"Saya bersyukur dan terima kasih kepada bapak presiden," ujar Syamsul saat ditemui merdeka.com di rumahnya, Rabu (7/5).
Syamsul mengaku tidak memahami seperti apa program Sekolah Rakyat yang dicetuskan oleh Prabowo. Alasannya, selama ini dirinya hanya fokus bekerja sebagai buruh bangunan harian dan juga juru parkir di salah satu cafe di Jalan Toddopuli Raya Timur.
"Sejujurnya kurang tahu juga seperti apa (program Sekolah Rakyat), karena kemarin pas pulang kerja tiba-tiba banyak orang di rumah. Kan saya jarang di rumah untuk kerja terus," jelasnya.
Syamsul mengaku baru tahu putrinya lolos Sekolah Rakyat setelah didatangi orang dari Kementerian Sosial (Kemensos).
"Kemarin kaget, kok banyak orang. Cek per cek ternyata anak saya dapat beasiswa dari bapak presiden. Dia (pegawai Kemensos) kasih lihat ke mamanya, kalau anak saya salah satu yang dipilih oleh bapak presiden di Jakarta," kata dia.
Naila Syamsul tercatat sebagai siswa kelas 6 di Sekolah Dasar Negeri Pannyikokkang. Saat ini, Naila sedang fokus menjalani Ujian Akhir Sekolah (UAS) di sekolahnya.
"Dia sudah kelas 6 dan sedang ikut ujian. Nanti kalau sudah lulus sekolah, langsung dibawa ke asrama Sekolah Rakyat," sebutnya.
Pintar dan Rajin
Ancu, sapaan akrab Syamsul, mengaku anaknya sering mendapatkan beasiswa dari pemerintah, salah satunya adalah Program Indonesia Pintar (PIP). Ancu mengakui anaknya mendapatkan beasiswa semenjak duduk di kelas 3 SD.
"Nayla lumayan selalu dapat beasiswa, Dapat juga (beasiswa) PIP," sebutnya.
Meski mengakui tidak sering mendapatkan prestasi di sekolahnya, tetapi Naila merupakan sosok siswa yang rajin. Tak hanya itu, Naila paling tidak senang jika terlambat datang ke sekolah.
"Dia rajin, tidak pernah terlambat. Kalau terlambat pasti dia marahi saya," tuturnya.
Tak hanya rajin di sekolah, Naila juga membantu ibunya bernama Nurlia mengurus kebutuhan rumah. Apalagi, Naila merupakan anak perempuan satu-satunya dari tiga bersaudara.
"Dia sering bantu mamanya dan neneknya untuk jaga rumah setelah pulang sekolah. Dia anak perempuan sendiri, kakak dan adiknya laki-laki semua," kata Ancu.
Dengan adanya beasiswa yang diterima oleh putrinya, Ancu mengaku terbantu. Mengingat ekonomi keluarganya yang masih dalam garis kemiskinan.
"Pendapatan ya seperti itu (hanya Rp1 juta). Kadang kerja, kadang tidak, karena kalau ada proyek ya kerja. Kalau tidak ada ya libur istirahat," tuturnya.
Tinggal di Lahan Orang
Selain itu, rumah semipermanen tidak hanya ditinggali oleh anak dan istrinya, tetapi juga 4 kepala keluarga lainnya. Apalagi, tanah tempat berdiri rumahnya bukan miliknya.
"Tinggal di sini sudah delapan tahun. Tanah ini bukan punya saya, punyanya Pak Wahab," kata dia.
Lokasi rumah Syamsul sendiri diapit sejumlah perumahan elite yang ada di Kelurahan Pandang. Bahkan, tak jauh dari rumahnya terdapat mal terbesar di Kota Makassar.
"Pemilik tanahnya persilakan untuk ditempati dan sekalian jaga kan tanahnya. Kalau sewaktu-waktu yang punya tanah ini meminta, ya kami harus pindah," sebutnya.
Ancu mengaku sempat mendapatkan tawaran dari Kemensos untuk pindah ke Kabupaten Maros. Hanya saja, ia masih berpikir untuk menerima tawaran dari Kemensos.
"Kemarin dari Kemensos tawari untuk pindah ke Maros. Katanya mau dikasih tempat tinggal, tapi saya pikirkan karena agak jauh ke sini," ucapnya.
Cita-Cita Jadi Guru
Sementara Naila yang ditemui usai pulang sekolah mengaku senang dan tak menyangka namanya bisa lolos menjadi calon peserta didik Sekolah Rakyat. Bahkan, dirinya kaget namannya disebut secara langsung oleh Prabowo.
"Saya senang, sangat terharu dan bersyukur bisa mendapatkan beasiswa melanjutkan sekolah di Sekolah Rakyat program dari bapak presiden," kata Naila.
Dia mengatakan awalnya ikut mendaftar dalam program Sekolah Rakyat. Naila mengaku mendapatkan informasi pendaftaran dari kerabatnya.
"Om yang daftarkan (Sekolah Rakyat). Dan tiba-tiba kemarin ada orang dari Kemensos datang menyampaikan kalau dapat beasiswa Sekolah Rakyat," bebernya.
Meski saat sedang fokus mengikuti ujian sekolah, Naila siap mengikuti Sekolah Rakyat yang berbasis asrama. Siswa kelahiran 24 Desember 2012 ini mengaku akan berjuang mewujudkan cita-citanya menjadi seorang guru.
"Sudah siap untuk sekolah asrama. Cita-cita ingin jadi guru, karena ingin membantu mencerdaskan bangsa," tutupnya.