Dian Rana, kelahiran Bandung yang sempat bekerja di Balikpapan, kini menetap di Desa Wono Sari, Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur. Ia dikenal sebagai konten kreator lokal yang aktif mendokumentasikan pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN).
Tak sekadar menjadi pengamat, Dian turut hidup di tengah proses pembangunan, menjadikannya salah satu saksi mata dari transformasi kawasan tersebut.
Langkah awal Dian sebagai konten kreator dimulai pada tahun 2021 di tengah pembangunan taman kota Penajam Paser Utara. Bermodal kamera dan semangat, ia memberanikan diri tampil di YouTube, mengangkat potret pembangunan daerahnya sendiri.
Saat itu, belum banyak yang membahas IKN secara langsung dari lapangan, apalagi oleh warga lokal. Dian menjadi satu di antara sedikit suara asli Kalimantan Timur yang konsisten hadir dari awal.
Salah satu momen paling menentukan dalam perjalanan Dian adalah saat ia bersama temannya, Pani, tersesat dalam perjalanan menuju Air Terjun Tembinus. Tanpa sengaja, mereka tiba di kawasan yang kelak dikenal sebagai Titik Nol IKN.
Saat itu, 31 Januari 2022, kawasan itu masih berupa hutan ekaliptus dan monumen titik nol baru mulai dibangun. Ketidaksengajaan itu justru menjadi awal dari komitmen panjang Dian: menjadi saksi sejarah dari dalam, dari tanah sendiri.
Sejak saat itu, setiap akhir pekan ia rela menempuh perjalanan dua jam lebih dari Balikpapan menggunakan motor, demi mendokumentasikan kemajuan IKN. Baginya, dokumentasi ini bukan soal viral atau ketenaran, tapi bentuk tanggung jawab moral sebagai warga Kalimantan Timur.
"Saya tidak tahu apakah IKN akan berdampak langsung bagi saya. Tapi yang saya yakini, dengan adanya IKN, Kalimantan Timur akan maju. Itu saja cukup menjadi alasan saya terus berjalan," ungkap Dian.
Sebagai warga sipil tanpa latar belakang birokrasi atau media profesional, Dian banyak menghadapi tantangan, terutama soal akses dan keterbatasan alat. Namun kegigihannya justru membuatnya dikenali. Dukungan keluarga — terutama istri dan dua anaknya — serta penonton setia media sosialnya, menjadi bahan bakar semangat yang tak padam.
Titik-Titik Pengakuan Mulai Datang
30 Mei 2023, Dian diundang ke Istana Jakarta dalam peluncuran Logo Ibu Kota Nusantara. Sementara pada 17 Agustus 2023, Dian dilibatkan dalam Upacara HUT RI di proyek IKN oleh Otorita IKN.
Pada 22 September 2023, Dian ikut dalam rombongan kunjungan kerja Presiden Jokowi ke IKN, bahkan sempat berdiri di samping Presiden dan berbincang langsung soal dukungan terhadap influencer lokal.
Momentum itu mengubah hidup Dian. Pada Oktober 2023, ia resmi mengundurkan diri dari pekerjaannya untuk fokus penuh sebagai konten kreator.
Kolaborasi Makin Luas
Salah satunya bersama Andi Natasya Priyanka (Puteri Indonesia Kaltim 2023), Dian ikut serta dalam berbagai kegiatan Otorita IKN, termasuk saat mereka dilibatkan dalam kegiatan Asia-Pacific Forum on Sustainable Development (APFSD) yang berlangsung di Bangkok, Thailand pada Februari 2024, Dian resmi di undang Otorita IKN untuk turut dalam Rombongan Delegasi.
Salah satu momen paling mengharukan bagi Dian sebagai konten kreator asal Kalimantan Timur adalah ketika ia berhasil mempertemukan anak pertamanya, Raka Alvaro Khayana Alexis (7), dengan Presiden Jokowi dan berfoto bersama pada 3 Juni 2024.
"Saya bukan siapa-siapa, tapi saya ingin anak saya tahu bahwa bapaknya pernah berusaha menjadi bagian dari sejarah Berdirinya Ibu Kota Indonesia yang baru bernama Nusantara," ujar Dian dengan mata berkaca-kaca.
Dian juga aktif menjadi narasumber di berbagai forum nasional seperti Kominfo, Setneg, UGTV, hingga Biro Adpim Kaltim telah mengundangnya untuk berbagi perspektif sebagai konten kreator lokal yang mewakili suara dari daerah.
Pada 3 Oktober 2024, ia dianugerahi penghargaan oleh Balai Bahasa Kalimantan Timur sebagai Pegiat Media Sosial yang mengutamakan Bahasa Indonesia di Ibu Kota Nusantara.
Kini, akun YouTube Dian Rana telah meraih 329ribu subscriber dengan 72 juta tayangan per Juni 2025, dan ia juga aktif di TikTok dan Instagram serta memiliki website pribadi.
Advertisement