Soroti Lemahnya Pengawasan Orang Asing, Gubernur Bali Bongkar Segudang Masalah yang Ada di Bandara I Gusti Ngurah Rai
Bali merupakan destinasi wisata dunia sehingga pelayanan di Bandara International I Gusti Ngurah Rai harus ditingkatkan.
Gubernur Bali, Wayan Koster menyoroti pengawasan yang masih lemah terhadap orang asing yang masuk ke Bali melalui Bandara Intenasional I Gusti Ngurah Rai, Bali. Koster menerangkan, sejumlah persoalan yang masih harus dibenahi, antara lain antrean panjang pada pelayanan imigrasi, lemahnya pengawasan terhadap orang asing, lamanya proses pengambilan bagasi, antrean panjang di pemeriksaan Bea Cukai akibat wisatawan belum mengisi form online, serta pelayanan lainnya yang dinilai belum optimal.
Dia mencontohkan pelayanan lainnya yang dinilai belum optimal yakni masih adanya angkutan ilegal, kebersihan dan keamanan yang kurang, kemacetan di pintu masuk dan keluar, serta prosedur keadaan darurat yang belum sesuai standar internasional.
“Kita tidak bisa lagi bekerja dengan cara biasa-biasa saja. Persoalan antrean panjang di imigrasi, lemahnya pengawasan orang asing, lamanya proses bagasi, hingga kebersihan dan keamanan yang belum optimal, harus segera dibenahi,” kata Koster dalam keterangan tertulisnya, Minggu (24/8).
Gubernur Koster juga menegaskan, bahwa Bandara Ngurah Rai merupakan pintu gerbang utama masuknya warga negara asing ke Indonesia. Bali merupakan destinasi wisata dunia sehingga pelayanan di Bandara International I Gusti Ngurah Rai harus ditingkatkan agar berkelas dunia dengan standar berkualitas, efisien, akurat, aman, bersih, serta berdaya saing global.
Selain itu, Gubernur Koster juga menggelar rapat koordinasi lintas Instansi membahas peningkatan pelayanan di Terminal Internasional Bandara I Gusti Ngurah Rai.
Untuk menjawab berbagai persoalan tersebut, Gubernur Koster meminta pihak bandara terus berbenah seperti fasilitas lama segera diganti, sistem pintu masuk dan keluar ditata ulang sehingga tidak terjadi kemacetan serta kebersihan ditingkatkan, kendaraan operasional menggunakan kendaraan listrik ramah lingkungan, serta konter Pungutan Wisatawan Asing (PWA) disiapkan di lokasi strategis.
Menurut Koster, PWA bagi Bali sangat penting sebagai sumber pendapatan Bali untuk mengatasi berbagai permasalahan mendasar yang dihadapi Bali, seperti kemacetan karena infratruktur penunjang yang belum memadai, persoalan sampah dan pelestarian adat dan budaya yang menjadi sektor penting kepariwisataan di Pulau Dewata.
Untuk itu, orang nomor satu di Bali ini mengingatkan seluruh instansi agar memiliki komitmen, dedikasi, dan integritas, serta bekerja profesional tanpa pungli maupun melakukan tindakan yang merugikan wisatawan.
“Bandara Ngurah Rai adalah wajah Bali dan wajah Indonesia di mata dunia. Semua instansi harus menyadari kehormatan ini, bekerja dengan komitmen, dedikasi, dan integritas, tanpa pungli maupun tindakan yang merugikan wisatawan,” ujarnya.
Gubernur Koster juga menekankan perlunya sinergi antar unit pelayanan agar Bandara I Gusti Ngurah Rai benar-benar menjadi bandara berkelas dunia yang mampu menjaga citra Bali dan berdaya saing global.
Seusai menggelar rapat, Gubernur Bali beserta rombongan meninjau langsung sejumlah layanan yang ada di Terminal Kedatangan Bandara International I Gusti Ngurah Rai seperti layanan imigrasi, bagasi, bea cukai hingga posisi letak layanan PWA yang nantinya juga akan ada di Terminal Kedatangan Bandara International I Gusti Ngurah Rai.