Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Simpan dendam, dua pelajar bacok musuh lamanya hingga terkapar

Simpan dendam, dua pelajar bacok musuh lamanya hingga terkapar Pembacok pelajar. ©2017 Merdeka.com/Moch. Andriansyah

Merdeka.com - Nahas dialami dua bocah berusia belasan tahun ini. RG (14), warga Simo Lawang dan MNR (14), warga Simo Margorejo, Surabaya, Jawa Timur ini dibacok dua musuh bebuyutannya; DN (14) dan KN (15), warga Banyu Urip pada Jumat malam (7/4) sekitar pukul 23.00 WIB.

Sabtu dini hari (8/4), dua bocah berstatus pelajar ini langsung dilarikan ke RSUD dr Soetomo Surabaya. Saat ini, kondisi RG masih kritis akibat luka bacok di bagian leher belakang. Sementara MNR, harus menerima 19 jahitan di punggungnya.

Kapolsek Sawahan, Kompol Yulianto menceritakan, pembacokan pada Jumat malam itu terjadi di depan SPBU, Jalan Arjuno. Saat itu RG dan MNR tengah duduk-duduk di atas motornya.

Namun tiba tiba, keduanya didatangi KN dan beberapa rekannya. Kemudian tersangka KN memberi komando rekan-rekannya, termasuk DN untuk membacok dua korbannya.

DN yang membekali diri dengan parang, menyabetkan senjatanya ke leher RG. Sedangkan KN, dengan celuritnya membabatkannya ke punggung MNR.

Setelah dua korbannya roboh, KN dan RG, serta beberapa temannya langsung kabur. "Melihat kejadian itu, warga langsung menghubungi kami (polisi) dan langsung menindaklanjutinya dengan mendatangi TKP," terang Yulianto di Mapolsek Sawahan.

Selanjutnya, lanjut Yulianto, pihak Unit Reskrim Polsek Sawahan membawa kedua korban ke RSUD dr Soetomo. "Selain itu, beberapa anggota juga kami sebar untuk mencari informasi para pelaku."

Upaya itupun membuahkan hasil. Satu pelaku berhasil ditangkap. "Kami berhasil menangkap tersangka DN di rumahnya," sambungnya.

Sayang KN berhasil lolos. Sebab, usai penangkapan DN, polisi yang mendatangi rumah tersangka, KN sudah tidak berada di rumahnya. Kini, KN dan beberapa temannya yang lain, ditetapkan sebagai DPO alias buron.

"Dari pengakuan tersangka DN, yang juga masih di bawah umur ini, aksi pembacokan itu dilakukan bersama teman-temannya karena dendam terhadap dua korban," ungkap Yulianto.

Sementara tersangka DN mengaku, dendam itu bermula saat dia dan tersangka KN terlibat perkelahian dengan dua korban. "(Dendam) sudah lama. Saya pernah berkelahi dengan mereka, dan membalasnya tadi malam," aku tersangka pada penyidik.

(mdk/tyo)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP