Setnov minta perlindungan, Kapolri tegaskan dukung langkah KPK

Senin, 20 November 2017 13:23 Reporter : Saugy Riyandi
Setnov ditahan KPK. ©2017 istimewa

Merdeka.com - Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Setya Novanto dijebloskan ke rutan negara kelas 1 Jakarta timur cabang Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), semalam. Usai menjalani pemeriksaan, Setya Novanto mengaku sudah menempuh berbagai langkah hukum dan politik.

Salah satunya dia menyebut telah meminta perlindungan kepada Presiden Joko Widodo, Kapolri Jenderal Tito Karnavian, Jaksa Agung HM Prasetyo. Meski sudah meminta perlindungan, dia tetap dijebloskan ke jeruji besi.

Kapolri Jenderal Tito Karnavian tidak menanggapi soal bentuk perlindungan yang diminta Novanto. Dia hanya menegaskan bentuk dukungannya untuk lembaga antirasuah.

"Kapolri akan mendukung langkah-langkah KPK titik," tegas Tito di gedung BEI, Jakarta, Senin (20/11).

Tito memastikan institusi yang dipimpinnya tidak akan melenceng dari aturan hukum. Dukungan penuh akan diberikan untuk proses penegakan hukum yang dilakukan KPK.

"Saya sepenuhnya dukung mekanisme KPK, kita ikutin proses hukum yang ada pada KPK," ucapnya.

Sebelumnya, Ketua DPR Setya Novanto mengaku meminta perlindungan ke Presiden, Kapolri hingga Jaksa Agung. Hal ini disampaikan saat ditanya apa langkah yang akan diambil olehnya usai dipindahkan ke rutan KPK.

"Saya sudah melakukan langkah-langkah dari mulai melakukan SPDP (Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan) di Kepolisian dan mengajukan surat perlindungan hukum kepada Presiden, maupun kepada Kapolri, Kejaksaan Agung, dan saya sudah pernah praperadilan," kata Setnov yang memakai rompi oranye.

Dalam kesempatan tersebut, dia juga tak menyangka dijebloskan ke tahanan KPK. Padahal, dia mengklaim kondisinya masih belum pulih akibat kecelakaan. [noe]

Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Subscribe and Follow

Temukan berita terbaru merdeka.com di email dan akun sosial Anda.