Sesetan Heritage Omed-omedan Festival 2026: Wadahi Kreativitas Generasi Muda dan Lestarikan Budaya

Sesetan Heritage Omed-omedan Festival (SHOF) 2026 kembali digelar di Denpasar, menjadi wadah vital bagi generasi muda Bali untuk menyalurkan kreativitas seni dan melestarikan budaya leluhur dengan tema 'Toya Prakerti'.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Sesetan Heritage Omed-omedan Festival 2026: Wadahi Kreativitas Generasi Muda dan Lestarikan Budaya
Sesetan Heritage Omed-omedan Festival (SHOF) 2026 kembali digelar di Denpasar, menjadi wadah vital bagi generasi muda Bali untuk menyalurkan kreativitas seni dan melestarikan budaya leluhur dengan tema 'Toya Prakerti'. (AntaraNews)

Denpasar kembali menjadi saksi perayaan budaya yang semarak melalui Sesetan Heritage Omed-omedan Festival (SHOF) tahun 2026. Acara ini diselenggarakan oleh Sekaa Teruna Teruni (STT) Satya Dharma Kerti, Banjar Kaja Sesetan, bertepatan dengan momen Ngembak Geni pada Jumat, 20 Maret 2026. Festival ini berlokasi strategis di Jalan Sesetan, tepatnya di depan Banjar Kaja, Kelurahan Sesetan, Kecamatan Denpasar Selatan.

Sesetan Heritage Omed-omedan Festival secara konsisten hadir sebagai platform penting untuk mewadahi kreativitas seni masyarakat, khususnya kalangan anak muda. Tujuannya adalah untuk mendorong minat mereka terhadap keberlanjutan seni dan budaya Bali yang kaya. SHOF 2026 diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi generasi muda untuk terus berinovasi dalam melestarikan warisan leluhur.

Pembukaan resmi Sesetan Heritage Omed-omedan Festival 2026 dilakukan oleh Wakil Wali Kota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa. Acara simbolis ini ditandai dengan pemotongan pita dan pemukulan tawa-tawa, menandakan dimulainya rangkaian kegiatan festival yang beragam dan menarik.

SHOF 2026 Mengusung Tema Toya Prakerti

Tahun ini, Sesetan Heritage Omed-omedan Festival mengusung tema yang mendalam, yaitu “Toya Prakerti”. Tema ini memiliki makna filosofis yang kuat, yakni tujuan untuk senantiasa memuliakan air sebagai sumber kehidupan, budaya, dan alam. Pemilihan tema ini menekankan pentingnya menjaga kelestarian lingkungan dan menghargai nilai-nilai tradisional.

Ketua panitia penyelenggara, Kadek Dhivanny, menjelaskan bahwa tema “Toya Prakerti” bertujuan menanamkan kesadaran kepada seluruh pihak, terutama generasi muda. Pesan utamanya adalah bahwa alam, khususnya air sebagai sumber kehidupan, serta budaya, merupakan harta yang tak ternilai harganya. Nilai-nilai ini diharapkan akan terus dinikmati oleh para penerus di masa depan.

Melalui tema ini, Sesetan Heritage Omed-omedan Festival berupaya menginspirasi peserta dan pengunjung untuk lebih peduli terhadap lingkungan. Ini juga menjadi pengingat akan keterkaitan erat antara alam dan kebudayaan Bali. Dengan demikian, festival ini tidak hanya merayakan seni, tetapi juga mengedukasi tentang konservasi.

Apresiasi dan Harapan dari Pemerintah Kota Denpasar

Wakil Wali Kota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa, menyampaikan apresiasi tinggi atas konsistensi STT Satya Dharma Kerti, Banjar Kaja Sesetan. Konsistensi ini dinilai sangat penting dalam merawat kegiatan Sesetan Heritage Omed-omedan Festival sebagai media pelestarian budaya dan kesenian. Dukungan Pemerintah Kota Denpasar terhadap acara ini menunjukkan komitmen dalam menjaga warisan lokal.

Arya Wibawa juga berpesan agar STT memanfaatkan kesempatan ini untuk menuangkan seluruh ide, gagasan, dan kreativitas melalui inovasi baru. Tujuannya adalah agar tradisi warisan leluhur tetap terjaga dan relevan di masa depan. Inovasi diharapkan dapat menarik lebih banyak generasi muda untuk terlibat dan mencintai budayanya.

SHOF ini adalah sebuah bukti bahwa anak-anak muda kita mencintai tradisi, serta warisan budaya, terutama yang ada di Sesetan ini,” ungkap Arya Wibawa. Pernyataan ini menegaskan peran penting festival dalam menumbuhkan rasa cinta dan kepemilikan generasi muda terhadap budaya lokal. Ini juga menjadi dorongan bagi mereka untuk terus berkarya.

Rangkaian Acara dan Dukungan UMKM Lokal

Rangkaian Sesetan Heritage Omed-omedan Festival tahun 2026 diisi dengan berbagai perlombaan kesenian yang menarik. Di antaranya adalah lomba pembuatan tapel ogoh-ogoh dan lomba sketsa ogoh-ogoh, yang melibatkan partisipasi aktif dari seniman muda. Kompetisi ini menjadi ajang untuk menunjukkan bakat dan kreativitas dalam seni rupa tradisional Bali.

Sama seperti tahun-tahun sebelumnya, panitia penyelenggara juga menggandeng 68 Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) lokal. UMKM ini mengisi stand dengan berbagai produk, mulai dari kerajinan tangan hingga aneka pangan. Keterlibatan UMKM tidak hanya mendukung perekonomian lokal, tetapi juga menambah semarak festival dengan beragam penawaran.

Kadek Dhivanny menambahkan bahwa ini adalah penyelenggaraan Sesetan Heritage Omed-omedan Festival yang ke-18 kalinya. Pihaknya berterima kasih kepada Pemerintah Kota Denpasar yang terus memberikan dukungan dalam pelaksanaan acara ini. Keberlanjutan festival selama bertahun-tahun menunjukkan dedikasi kuat dari komunitas dan pemerintah dalam melestarikan budaya.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi