Sesalkan Peristiwa Rasial, Ketua DPR Minta Maaf Atas Kerusuhan Papua

Rabu, 21 Agustus 2019 17:57 Reporter : Ahda Bayhaqi
Sesalkan Peristiwa Rasial, Ketua DPR Minta Maaf Atas Kerusuhan Papua demo di Fakfak Papua. ©2019 Merdeka.com

Merdeka.com - Ketua DPR Bambang Soesatyo menyesalkan peristiwa kekerasan rasial terhadap masyarakat Papua yang berujung kerusuhan. Mewakili DPR, dia menyampaikan permintaan maaf.

Politikus yang akrab disapa Bamsoet itu mengimbau semua pihak, masyarakat Papua, maupun aparat penegak hukum menahan diri. Ia meminta tidak terprovokasi isu yang ada karena menurutnya masalah tersebut tidak sesederhana konflik di Surabaya.

"Saya juga menyesalkan masih ada sikap diskriminatif ya dan rasis yang terjadi di Surabaya. Saya minta ini yang terakhir, saya atas nama Dewan Perwakilan Rakyat meminta maaf pada seluruh rakyat Papua mari kita rajut kembali nilai-nilai kebangsaan kita," ujarnya di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Rabu (21/8).

Bamsoet menduga ada pihak dari luar yang menginginkan Papua pisah dari Indonesia. Caranya, dengan menunggangi peristiwa rasial yang terjadi di Surabaya.

"Saya melihat ada agenda besar yang menumpangi dan menunggangi dari isu-isu yang terjadi di Jawa timur sekali lagi, ini isu yang sedang dimainkan dan kami di parlemen tentu saya tidak rela ada orang luar yang ingin memisahkan keluarga kita Papua," jelasnya.

Dia pun menyarankan aparat TNI dan Polri menggunakan langkah persuasif dalam menangani konflik ini. Pihak intelejen, diminta Bamsoet supaya pasang telinga dari orang-orang yang ingin memisahkan Papua dari Indonesia.

"Ini juga simultan dengan separatis lalu gerakan-gerakan membangun opini dengan memanfaatkan yang terjadi di Jawa Timur. Kita semua mesti waspada," ungkapnya.

Bamsoet mengatakan, Presiden Joko Widodo mencurahkan perhatian untuk membangun Papua. Dia mencontohkan, salah satu kasih sayang Jokowi kepada masyarakat Papua adalah dengan membangun jalan dan berbagai fasilitas di sana.

"Itu artinya negara ini semua kita sayang kepada rakyat Papua, sayang terhadap Papua, bahkan bung Karno dalam pidatonya mengatakan tidak lengkap Indonesia tanpa Papua," tutupnya. [fik]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini