Tersangka pemerkosaan dan pembunuhan bocah RAZ (10) ditangkap akibat laporan warga yang melalui portal hotline milik Polres Tulang Bawang.
Kasat Reskrim Polres Tulang Bawang AKP Noviarif Kurniawan mengatakan, penangkapan terhadap tersangka Marianto alias Arianto alias Hari berawal dari laporan warga ke hotline whatsapp Kapolres Tulang Bawang.
"Ada informasi dari warga karena liat di laman Facebook dan ada video. Kemudian orang tersebut menghubungi Portal WhattsApp Kapolres. Disitu menyampaikan informasi bahwa 'bener gak orang yang dicari' seperti itu, Warga ini menyebutkan jika tersangka lagi kerja sama dia," kata Noviarif Kamis (24/7).
Berdasarkan informasi yang diberikan, Tersangka Heri tengah bekerja di PT Silva Inhutani Lampung terletak di Kabupaten Mesuji, Lampung sebagai buruh harian.
"Ya mirip-miriplah dengan pekerjaan dia sebelumnya, informasi baru seminggu kerja disana. Dari informasi itulah Kapolres langsung menghubungi dan akhirnya saya menggerakan anggota untuk kesana," jelas Noviarif.
Saat tiba di Kabupaten Mesuji, lanjut Noviarif anggota mendatangi warga yang memberikan informasi dan menyampaikan ciri-ciri yang dimaksud. Setelah semua sesuai anggota melakukan penyamaran guna melakukan penangkapan terhadap tersangka.
"Lalu kita lakukan penyamaran ke dalam agar tidak dicurigai masuk ke tempat dia kerja, dan pura-pura jadi analis kebun. Kemudian langsung kita tangkap, setelah kita dekat dengan si pelaku," kata dia.
Noviarif menuturkan sebelum berhasil ditangkap, pelaku sempat berpindah-pindah untuk bersembunyi di dalam hutan mengindari kejaran polisi.
"Dia ini kan posisi masih kabur dan pindah-pindah tempat, jadi kami dalami lagi dari kejadian itu dia bisa sampai ke Mesuji ini gimana ceritanya," ujarnya.
Sebelumnya diketahui RAZ (10) ditemukan tak bernyawa disalah satu bedeng karyawan di PT. Indolampung Perkasa di Kecamatan Gedung Meneng, Kabupaten Tulang Bawang, Senin (23/6) pukul 00.15 WIB.
Saat ditemukan korban dengan posisi telentang dan tidak berbusana. Tak hanya itu dari mulut korban pun mengeluarkan busa, yang diduga diberi racun oleh pelaku.
Korban juga diduga sempat disetubui terlebih dahulu. Hal ini diperkuat dengan ditemukannya korban dengan kondisi tanpa busa dan adanya darah pada area kemaluan.