Sembuh dari Covid-19, Pimpinan KPK Ajak Ikhtiar Pencegahan Lewat 5 M

Jumat, 23 Juli 2021 03:31 Reporter : Muhammad Permana
Sembuh dari Covid-19, Pimpinan KPK Ajak Ikhtiar Pencegahan Lewat 5 M Pimpinan KPK Nurul Ghufron. ©2019 Merdeka.com

Merdeka.com - Wakil Ketua KPK, Nurul Ghufron mengajak masyarakat proporsional terhadap Covid-19. Sebagai ikhtiar pencegahan, semua pihak diminta untuk berupaya dan saling mengingatkan dalam disiplin protokol kesehatan (prokes).

“Protokol kesehatan seperti 5M merupakan ikhtiar kemanusiaan yang tidak memutlakkan kita untuk terhindar dari Covid. Tetapi kita harus sama-sama berikhtiar masing-masing, agar terhindar dari corona. Kita berupaya meningkatkan kekebalan tubuh dengan rajin berolahraga dan berjemur, serta minum vitamin,” ujar Ghufron saat memberikan tausiyah dan kenangan dalam tahlil virtual yang digelar untuk Mohamad Nuril pada Kamis (22/07). Nuril merupakan sahabat karib Ghufron yang selama ini dikenal sebagai advokat senior di Jember.

“Kita semua tidak menyangka, beliau pergi secepat ini, dalam usia sekitar 40 tahun. Tetapi Covid ini hanya perantara, semua sudah ditetapkan oleh Allah yang maha berkehendak,” ujar mantan Dekan Fakultas Hukum Universitas Jember (FH Unej) ini.

Ghufron meyakini, pandemi yang belum berakhir merupakan ujian dari Tuhan kepada seluruh umat manusia. Karenanya, masyarakat diminta untuk takut berlebihan atau paranoid, namun juga jangan menganggap enteng bahaya penyebaran Covid-19.

“Kita jangan menyepelekan, tapi juga jangan takut terlalu besar, karena Covid hanyalah makhluk Allah yang dihadirkan dengan banyak hikmahnya,” ujar mantan Ketua Mahasiswa Ahlith-Thariqah Al-Mu'tabarah An-Nahdliyyah (Matan-NU) Jember ini.

Sebagai penyintas Covid-19, Ghufron menyatakan setiap orang yang sempat terpapar virus akan berusaha untuk menyembuhkan diri. “Ada yang berhasil sembuh seperti saya, ada yang tidak. Tetapi yang berhasil sembuh bukan berarti lebih hebat, karena semuanya sudah diatur oleh Tuhan,” tegasnya.

Ghufron terpapar Covid-19 pada pertengahan Juni 2021 lalu. Saat itu, dia merasa demam dan badan panas sehingga berinisiatif memeriksakan diri. Setelah dinyatakan positif Covid-19, Ghuforn memilih isolasi mandiri di rumah, karena hanya memiliki gejala ringan. Setelah sekitar 10 hari isoman, Ghufron dinyatakan sembuh pada awal bulan ini.

Sebagai sahabat, Ghufron mengenal sosok Nuril sebagai advokat yang religius. Interaksi keduanya dimulai saat Ghufron menjadi pengajar Nuril saat menempuh S2 ilmu hukum di Unej.

“Kami selalu berkomunikasi, termasuk ketika saya sowan kepada para kiai, selalu bersama almarhum. Salah satu hal yang masih membekas dalam pikiran saya, saat saya masih aktif sebagai dosen di Unej. Beliau ingin menitipkan anaknya jika kuliah di Fakultas Hukum Unej. Ini akan menjadi kewajiban kami semua untuk menjaganya,” pungkas Ghufron. [ray]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini