Selain kedelai bervirus, Karantina Bandara bakar 93 kg kurma ilegal

Selasa, 30 Januari 2018 01:33 Reporter : Kirom
Selain kedelai bervirus, Karantina Bandara bakar 93 kg kurma ilegal pemusnahan komoditas pertanian ilegal. ©2018 Merdeka.com

Merdeka.com - Kepala Balai Besar Karantina Pertanian, Kementerian Pertanian Eka Darnida, menegaskan, selain benih Kedelai, Karantina Soekarno Hatta juga memusnahkan beberapa komoditas pertanian yang masuk ke Indonesia selama kurun waktu Oktober hingga Desember 2017 kemarin.

Lanjutnya, komoditas pertanian dan hewan asal luar negeri itu, tidak memiliki dokumen lengkap sebagai komoditas yang aman dibawa ke Indonesia. Selain, komoditas itu juga berasal dari negara yang dilarang masuk ke Indonesia.

"Pemusnahan dilakukan karena tidak dilengkapi dengan dokumen persyaratan, dan berasal dari daerah yang dilarang pemasukannya atau berdasarkan uji laboratorium ditemukan penyakit yang dapat mengancam Pertanian dan Peternakan di Indonesia," kata Eka Darnida, Senin 29 Januari 2018.

Disebutkan dia, komoditas pertanian yang dimusnahkan tersebut, antara lain adalah buah kurma asal Mesir sebanyak 93 kg, produk asal hewan dari luar negeri sebanyak 683 kg, vaksin milik PP Pordasi sebanyak 9 vial dan 5 ekor burung merpati asal Taiwan.

"Lima ekor burung merpati tersebut dimusnahkan karena berasal dari area wabah Avian Influenza, sesuai dengan Permentan nomor 44 tahun 2013 tentang Penghentian Pemasukan Unggas dan/atau Produk Segar Unggas dari Republik Rakyat Cina ke dalam Republik Indonesia. Seluruh unggas dan produk unggas yang berasal dari daerah wabah wajib dimusnahkan," ucapnya.

Lebih jauh dia menerangkan, Avian Influenza (AI) adalah penyakit unggas dan burung yang dapat menyebabkan kematian pada hewan yang terserang.

Untuk mencegah wabah AI berulang kembali di Indonesia, maka pemasukan unggas dari daerah wabah wajib ditolak atau dimusnahkan.

"Kematian ayam akibat AI di Indonesia sejak Agustus 2003 sampai September 2008 adalah 10 juta ekor dan menimbulkan kerugian lebih dari 14 trilyun rupiah," terang Eka. [rhm]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini