Jam kerja Aparatur sipil negara (ASN) di lingkup Pemerintahan Kota (Pemkot) Depok selama Ramadan berubah. Para ASN diwajibkan masuk kantor pukul 06.30 WIB.
Namun untuk jam pulang dimajukan menjadi pukul 14.00 WIB. Hal itu sesuai dengan arahan Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi.
“Saya mengikuti arahan dari pemerintah provinsi ya walaupun Pak Gubernur tidak memaksa,” kata Wali Kota Depok Supian Suri saat memimpin apel pagi di Balai Kota Depok, Senin (3/2).
Kebijakan tersebut menurutnya bukan tanpa alasan. Para ASN diminta masuk lebih awal karena untuk menghindari kemacetan. Di sisi lain, jam pulang dimajukan sehingga ASN yang juga menjadi ibu rumah bisa mempersiapkan makanan untuk berbuka di rumah.
“Saya berharap ibu-ibu yang selama ini belajar teori masak ini di Youtube ya, bener-bener dijalankan nih teori masaknya dicoba gitu, biar bisa melayani suaminya, anak-anaknya,” ujarnya.
Supian pun meminta PJ Sekda Kota Depok, Nina Suzana untuk mengubah surat edaran masuk kerja ASN menyesuaikan waktu tersebut. Dengan adanya aturan baru ini, ASN di lingkungan Pemkot Depok diharapkan untuk menjalankannya.
Dia meminta dan mengajak seluruh ASN Depok agar maksimal menjalankan tugas dan tanggung jawab. Supian juga mengingatkan agar selama menjadi ASN, mereka harus melayani warga dengan baik.
“Saya minta, kita serius kita komit, karena di beberapa kesempatan sebelumnya. Saya sampaikan, nikmati betul masa-masa kita berseragam coklat nikmati betul masa-masa kita melayani masyarakat Kota Depok,” ucapnya.
Ucapkan Terima Kasih Pada Idris-Imam
Dalam kesempatan apel tersebut, Supian juga Supian mengucap terima kasih kepada jajaran Pemkot Depok yang telah menyukseskan rangkaian Pilkada 2024. Dia juga mengucapkan terima kasih kepada Wali Kota dan Wakil Wali Kota sebelumnya, Mohammad Idris dan Imam Budi Hartono.
“Saya juga mengucapkan terima kasih atas perjalanan pemerintahan sebelumnya masa Pak Idris dan Pak Imam dengan berbagai prestasi yang ditorehkan. Hal-hal yang memang menjadi kebaikan akan terus kita tingkatkan hal-hal yang memang harus terus kita perbaiki, ini menjadi tanggung jawab kita hari ini,” katanya.
Perdana Pimpin Apel
Wali Kota Depok, Supian Suri hari ini perdana memimpin apel bersama Aparatur Sipil Negara (ASN) di lapangan Balai Kota Depok. Apel diikuti oleh ratusan ASN dari berbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemkot Depok. Hadir dalam apel tersebut Wakil Wali Kota Depok, Chandra Rahmansyah, Penjabat Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Depok, Nina Suzana, dan kepala dinas lainnya.
Atasi Kemacetan Jalan Raya Sawangan
Kemacetan di Jalan Raya Sawangan selalu menjadi keluhan. Supian pun akan segera melakukan Upaya untuk mengatasi kemacetan tersebut. Dia mencatat sejumlah titik macet di Jalan Raya Sawangan, mulai dari keluar tol hingga pertigaan Parung Bingung. Titik-titik kemacetan di Jalan Raya Sawangan tersebut membutuhkan berbagai penanganan, termasuk pelebaran jalan.
“Masalah kemacetan lalu lintas Jalan Raya Sawangan ini menjadi target saya dan Pak Candra dalam janji kampanye. Saya melihat titik-titik kemacetan dari mulai parung bingung ini harus ada pelebaran sehingga ada putaran yang lebih leluasa. Mobil yang akan mengarah sawangan tidak berhenti karena menunggu yang mobil arah Parung Bingung,” katanya.
Selain itu, titik kemacetan lain terjadi juga di pertigaan Jalan Raya Keadilan, Jalan Pemuda, dan sejumlah ruas jalan lainnya. Dia pun meminta kerja sama berbagai pihak agar persoalan ini dapat segera terselesaikan.
“Saya optimis yakin mudah-mudahan sekali lagi ini menjadi PR yang harus kami selesaikan dan tentunya ini harus dapat dukungan dari Bapak dan Ibu semua dalam tugas fungsinya,” ujarnya.
Perbaiki Gedung Sekolah
Supian juga akan melakukan renovasi gedung sekolah di Depok. Pasalnya, hampir setengah gedung-gedung sekolah yang ada tidak layak digunakan kegiatan belajar mengajar (KBM).
“Saya kemarin minta data ternyata hampir sepertiga dari gedung-gedung sekolah kita, bahkan hampir setengah gedung-gedung sekolah kita sudah tidak representatif,” katanya.
Dia meminta agar gedung-gedung sekolah yang tidak memadai, segera direnovasi atau dibangun kembali. Pasalnya, untuk meningkatkan kualitas pendidikan diperlukan sarana prasarana yang memadai.
“Jangan berharap kita punya kualitas pendidikan yang bagus, kalau sarana prasarana pendidikannya tidak mendukung,” ujarnya.
Supian meminta Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Depok, Nina Suzana agar menyelesaikan persoalan sarana pendidikan dalam waktu dekat. Dia juga meminta Dinas Pendidikan, camat, hingga lurah mengecek toilet di tiap sekolah dari tingkat SD hingga SMP.
“Harus bersih jadi sebelum ke sarana pendidikan gedungnya, saya minta toiletnya harus juga layak kalau memang harus diperbaiki,” pungkasnya. Nur Fauziah
Advertisement