Sekda Dumai tersangka proyek jalan, kerugian negara capai Rp 80 M

Jumat, 11 Agustus 2017 19:16 Reporter : Intan Umbari Prihatin
Ilustrasi Korupsi. ©2015 Merdeka.com

Merdeka.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) resmi mengumumkan penetapan Sekretaris Daerah Kota Dumai, M Nasir sebagai tersangka kasus dugaan korupsi proyek peningkatan jalan Batu Panjang-Pangkalan Nyirih, di Bengkalis, tahun anggaran 2013-2015, Jumat (11/8).

Tidak hanya Nasir, dalam kasus tersebut KPK juga menetapkan Direktur Utama PT Mawatindo Road Construction, Hobby Siregar sebagai tersangka.

"KPK meningkatkan penyelidikan dugaan korupsi di proyek peningkatan jalan Batu Panjang-Pangkalan Nyirih, Bengkalis, Riau tahun anggaran 2013-2015 ke penyidikan setelah ditemukan adanya bukti permulaan cukup. KPK tetapkan dua tersangka, yakni Mns (M Nasir), Kadis PU Bengkalis tahun 2013-2015 selaku PPK (Pejabat Pembuat Komitmen) dan HOS (Hobby Siregar), Direktur Utama PT Mawatindo Road Construction," kata Jubir KPK, Febri Diansyah di Gedung KPK, Jakarta, Jumat (11/8).

Diduga Nasir dan Hobby secara melawan hukum melakukan perbuatan memperkaya diri sendiri atau orang lain atau suatu korporasi yang dapat merugikan keuangan negara atau perekonomian negara dalam proyek peningkatan jalan Batu Panjang-Pangkalan Nyirih sepanjang 51 kilometer lebar 6 meter.

"Akibat perbuatan kedua tersangka, keuangan negara ditaksir menderita kerugian hingga Rp 80 miliar dari anggaran yang disebut menelan sekitar Rp 495 miliar," tambah dia.

KPK menyangkakan keduanya melanggar Pasal 2 Ayat (1) Undang-undang nomor 31 tahun 1999 sebagaimana diubah dengan UU nomor 20 tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP.

KPK juga mencegah kedua tersangka ini untuk bepergian ke luar negeri. Nasir pun sempat hendak pergi ke Arab Saudi. Karena kasus ini dia gagal berangkat menunaikan ibadah haji di Arab.

"Untuk kebutuhan penyidikan, KPK mencegah dua orang tersangka MNS dan HOS untuk 6 bulan ke depan sejak 21 juli 2017," kata Febri.

Padahal, Nasir bersama istrinya sudah tiba di Embarkasi Kota Batam Provinsi Kepulauan Riau untuk berangkat bersama ratusan jemaah calon haji lainnya. Namun, imigrasi setempat tidak memberikan izin terhadap Nasir dan mengembalikannya ke Kota Dumai. [rnd]

Topik berita Terkait:
  1. Kasus Korupsi
  2. Jakarta
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Subscribe and Follow

Temukan berita terbaru merdeka.com di email dan akun sosial Anda.