Sejumlah Aset Disita KPK, Masih Ada Indekos Keluarga Rafael Alun Beroperasi di Yogyakarta

Hal itu diungkapkan saksi meringankan dihadirkan Rafael Alun, Markus Selo Aji.

Rahmat Baihaqi
Oleh Rahmat Baihaqi - Reporter
Sejumlah Aset Disita KPK, Masih Ada Indekos Keluarga Rafael Alun Beroperasi di Yogyakarta
Sejumlah Aset Disita KPK, Masih Ada Indekos Keluarga Rafael Alun Beroperasi di Yogyakarta (Merdeka.com)

Sejumlah Aset Disita KPK, Masih Ada Indekos Keluarga Rafael Alun Beroperasi di Yogyakarta

Hal itu diungkapkan saksi meringankan dihadirkan Rafael Alun, Markus Selo Aji.

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyita sejumlah aset terdakwa kasus gratifikasi dan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) Rafael Alun Trisambodo. Harta disita KPK berupa aset bergerak dan tidak bergerak.

Namun rupanya masih ada aset Rafael Alun hingga kini tetap berjalan meskipun kasusnya tengah bergulir di meja hijau.

Hal itu diungkapkan saksi meringankan dihadirkan Rafael Alun, Markus Selo Aji. Saksi merupakan kakak kandung Rafael Alun.

Semula Markus menerangkan ibunya, Irene Suheriani Suparman memiliki harta tidak bergerak berupa indekos di kawasan Yogyakarta.

Semula Markus menerangkan ibunya, Irene Suheriani Suparman memiliki harta tidak bergerak berupa indekos di kawasan Yogyakarta.<br>
Dok. Istimewa

Sejatinya, indekos itu akan diberikan kepada keempat anaknya termasuk Rafael Alun. Hanya saja, Rafael Alun memiliki opsi lain perihal indekos warisan Irene.

Hanya saja, Rafael Alun memiliki opsi lain perihal indekos warisan Irene.

"Itu milik kami berempat tapi karena depan itu sudah milik kami bertiga maka pak Alun cabut kemudian menawarkan opsi sampai tahun 2030 dia betulin kosannya dia akan kelola sampai 2030 setelah itu menjadi milik kami bertiga," kata Markus di Pengadilan Negeri Tindak Pidana Korupsi, Jakarta Pusat, Rabu (15/11).

"Ada perjanjian ketika pak Alun menyampaikan tawaran pengelolaan," tanya Jaksa.

"Ada perjanjian ketika pak Alun menyampaikan tawaran pengelolaan," tanya Jaksa.
Dok. Istimewa

"Kita perjanjian resminya enggak ada, karena yang disampaikan rumah menjadi milik kita bertiga juga tidak ada perjanjiannya. Hanya kesepakatan," ucap Markus.

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

Markus menyebut indekos tersebut sepakat agar dikelola Rafael Alun hingga 2030. Sebab, Markus mempercayai bahwa adiknya dapat mengelola indekos tersebut dengan baik. Terlebih Rafael Alun merupakan mantan pejabat Ditjen Pajak Kemenkeu.

Pengelolaan indekos

"Sekarang hasil kos kosan ini masih buka? masih jalan?" ujar Jaksa.

"Masih buka masih beroperasional," kata Markus.

"Ada yang ngekos di situ," tanya lagi Jaksa.

"Masih," singkat Markus.

Selama dikelola Rafael Alun, hasil uang indekos itu rupanya masuk ke dalam kantong anak pertamanya, Angelina Embun Prasasya sejak tahun 2017. Namun belakangan, uang itu terhenti masuk ke Angelina karena kasus yang menjerat ayahnya. Kini uang indekos yang ada di Yogyakarta dikelola oleh Markus.

"Hasilnya diterima Sasya sejak 2017 kenapa?" ujar Jaksa.

"Akan dikelola pak Alun sampai 2030 terserah pak Alun mau dikasih ke Sasya mau ngasih anaknya yang lain terserah pak Alun," terang Markus.

Rekomendasi