Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Sejarah Tongkat Pusaka Pangeran Diponegoro yang Pernah Diangkat Anies Baswedan

Sejarah Tongkat Pusaka Pangeran Diponegoro yang Pernah Diangkat Anies Baswedan Ditanya soal Cawapres, Ini Jawaban Anies. ©2023 Merdeka.com/Arie Sunaryo

Merdeka.com - Anies Baswedan kembali jadi sorotan. Dia disorot karena pernah menerima tongkat pusaka cakra milik Pangeran Diponegoro. Kala itu, Anies menjabat Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud).

Anies dilantik Presiden Joko Widodo menjadi Mendikbud pada 27 Oktober 2014 di Istana Negara Jakarta. Belum genap dua tahun menjabat atau sekitar 27 Juli 2016, Anies dicopot. Kini muncul anggapan, Anies dicopot lantaran menerima tongkat pusaka tersebut.

Saat wawancara dengan Andy F Noya dalam Program Kick Andy di Metro TV, Anies blak-blakan mengutarakan kronologi ia menerima tongkat pusaka tersebut. Menurutnya, tongkat tersebut terpaksa ia terima karena saat itu Presiden Jokowi tidak bisa hadir dalam penyerahan pemerintah Belanda kepada pemerintah Indonesia.

Anies bercerita, awalnya Presiden Jokowi dijadwalkan untuk menerima pusaka tersebut. Namun, saat itu tidak ada yang mengetahui kapan pemerintah Belanda datang ke Indonesia, karena sifatnya rahasia.

"Presiden ternyata ada acara ke Filipina. Sehingga kegiatan yang semula dihadiri oleh presiden, menjadi diwakilkan kepada Mendikbud," jelas Anies, dikutip merdeka.com, Rabu (21/6).

Belakangan, heboh tentang kepercayaan dari kalangan masyarakat Jawa, jika orang yang memegang Cakra Pangeran Diponegoro akan menjadi pemimpin. Hal tersebut pun diamini oleh anggota tim delapan Koalisi Perubahan Sudirman Said.

"Bahwa ada orang yang percaya mungkin teman teman yang kental budaya jawanya itu ya kita amini saja gitu ya," ungkap Sudirman di Kantor Sekretariat Perubahan, Jakarta, Rabu (21/6).

Namun, Sejarawan Rushdy Hoesein mengatakan bahwa hingga saat ini ia belum melihat bukti apakah Pangeran Diponegoro memiliki tongkat atau tidak.

“Tapi, apa betul Pangeran Diponegoro memakai tongkat gitu ya kalau untuk membantu kondisi fisik dia sih belum pernah lihat saya pada Diponegoro pakai tongkat gitu. Ada lagi juga tongkat kebesaran apa namanya tongkat komando juga enggak pakai dia,” Rushdy kepada merdeka.com, Jumat (23/6).

Hingga kini, belum diketahui pasti sejarah tongkat pusaka itu. Apakah benar itu tongkat milik Pangeran Diponegoro atau sebaliknya. Sebab dari bukti-bukti yang ada, seperti foto dan lukisan di Museum Diponegoro, tidak pernah muncul Pangeran Diponegoro memiliki tongkat.

Namun, jika melihat tongkat yang dipegang Anies pada saat itu, tongkat tersebut bukan tongkat yang dipakai untuk berjalan. Menurut pandangan Rushdy, tongkat tersebut semacam alat kelengkapan perang. Pada bagian atas tongkat terdapat semacam ukiran, di bawahnya tidak ada keistimewaan lain, dan bukan tongkat yang ada keris di dalamnya.

Rushdy pun mengakui tongkat tersebut sebagai alat perang, tetapi masyarakat Jawa sering menganggap peralatan perang memiliki kharisma tersendiri.

“Iya (tongkat yang dipegang Anies) sebagai peralatan perang, tetapi kan seperti biasa orang Jawa itu menganggap peralatan perang itu juga mempunyai kharisma juga gitu,” tambah Rushdy.

Reporter Magang: Azizah Paramayu

(mdk/tin)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP