Sejarah Bastille Day, Hari Bersejarah Prancis yang Dihadiri Prabowo dan Ajang TNI-Polri Unjuk Gigi

Bastille Day diperingati setiap 14 Juli, menjadi hari libur nasional terbesar Prancis. Prabowo hadir sebagai tamu kehormatan.

Raynaldo Ghiffari Lubabah
Sejarah Bastille Day, Hari Bersejarah Prancis yang Dihadiri Prabowo dan Ajang TNI-Polri Unjuk Gigi
Presiden Prabowo dan Presiden Macron Lihat Defile di Bastille Day (Tim Media Presiden)

Presiden Prabowo Subianto mengukir sejarah sebagai tamu kehormatan dalam peringatan Bastille Day atau Hari Nasional Prancis yang digelar di Paris, Prancis. Bastille Day diperingati setiap 14 Juli, menjadi hari libur nasional terbesar Prancis.

Peringatan pada tahun ini dimeriahkan dengan parade militer yang melibatkan 7.000 personel, baik yang berjalan kaki, menunggang kuda, maupun mengendarai kendaraan lapis baja.

Ribuan personel militer tersebut menyusuri jalan ikonik Champs-Elysées di Paris yang digelar bersamaan dengan pelantikan resmi Presiden Emmanuel Macron.

Pesawat tempur turut ambil bagian dalam perayaan, terbang di atas langit Paris sambil meninggalkan jejak asap berwarna merah, putih, dan biru — warna bendera nasional Prancis.

Hari Bastille memperingati peristiwa pada tahun 1789. Ketika itu, rakyat Paris menyerbu Penjara Bastille yang terkenal kejam, menandai awal dari Revolusi Prancis yang menggulingkan sistem monarki.

Setahun kemudian pada 14 Juli 1790, komandan Garda Nasional Paris La Fayette yang ditunjuk oleh Raja Louis XVI sehari setelah penyerbuan Penjara Bastille, mengusulkan digelarnya Hari Nasional Federasi, yang kemudian disetujui oleh Majelis Nasional.

Bastille Day baru ditetapkan secara resmi sebagai hari libur nasional pada 1880 dengan tujuan memperingati semangat revolusi dan persatuan.

Sejak 1880, parade militer pada 14 Juli, menjadi tradisi nasional yang paling dikenal dan menjadi parade militer tahunan terbesar dan tertua di Eropa. Setelah parade militer, ada pesta rakyat, permainan, dansa, dan kembang api.

Pasukan Berkuda di Bastille Day
Pasukan Berkuda di Bastille Day Tim Media Presiden

Prabowo Subianto mencatatkan sejarah sebagai Presiden Republik Indonesia pertama yang menjadi tamu kehormatan dalam upacara peringatan Bastille Day, di Paris, Prancis, Senin (14/7).

Undangan resmi dari Presiden Prancis Emmanuel Macron ini menempatkan Indonesia dalam deretan negara-negara mitra strategis yang pernah mendapat kehormatan serupa dalam sejarah panjang Bastille Day.

"Ini saya sampaikan, terima kasih Presiden Macron karena dulu kalau acara itu kalau saya di Paris saya nontonnya dari pinggir jalan. Terima kasih sekarang saya bisa naik ke podium bersama Presiden," kata Prabowo saat menerima kunjungan kenegaraan Presiden Macron di Istana Merdeka Jakarta, Rabu 28 Mei 2025.

Untuk itu, Prabowo menyampaikan terima kasih atas undangan menjadi tamu kehormatan peringatan Bastille Day. Pada Bastille Day 2025, Prabowo duduk di barisan paling depan royal box atau podium tamu-tamu utama.

Dia duduk tepat di sebelah kanan Presiden Macron. Keduanya menyaksikan pameran alat utama sistem persenjataan (alutsista) milik Prancis serta parade militer yang memeriahkan peringatan Bastille Day.

Sesekali, Prabowo dan Presiden Macron berbincang saat menyaksikan alutsista dipamerkan. Presiden Macron juga sempat memeluk Prabowo saat baru tiba di royal box usai inspeksi pasukan di sepanjang jalan Champs Elysées dengan menggunakan mobil taktis terbuka.

Prabowo tampak didampingi putranya, Didit Hediprasetyo dan adiknya, Hashim Djojohadikusumo. Mereka duduk di podium yang sama dengan Prabowo dan Macron, namun di barisan kedua.

Presiden Macron tak hanya mengundang Prabowo sebagai tamu kehormatan saja. Namun, dia juga mengundang kontingen dari TNI-Polri untuk ikut defile dalam Bastille Day.

Tentara Nasional Indonesia (TNI) bersama dengan Kepolisian Republik Indonesia (Polri) yang tergabung dalam Satgas Patriot II turut memeriahkan perayaan Bastille Day 2025 dengan tergabung dalam barisan parade.

Kontingen yang terdiri dari 451 personel gabungan TNI dan Polri, serta taruna dari akademi TNI dan Polri, mendapat kehormatan berparade pada urutan terdepan sebagai pembuka defile.

Kala barisan kontingen Indonesia melintas di sepanjang Champs-Élysées dan melewati Presiden Prabowo beserta Presiden Macron, lagu nasional "Maju Tak Gentar" berkumandang dari tabuhan drum band taruna.

Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin mengatakan penampilan kontingen tersebut menjadi sebuah kebanggaan bagi Indonesia, dan menegaskan posisi Indonesia di tingkat internasional.

“Kontingen ini adalah satu-satunya kontingen dari negara sahabat yang diundang oleh Presiden Prancis melalui Presiden Indonesia,” jelasnya.

Rekomendasi