Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Sederet Jenderal Bintang Tiga Terjerat Kasus Korupsi dan Suap

Sederet Jenderal Bintang Tiga Terjerat Kasus Korupsi dan Suap

Sederet Jenderal Bintang Tiga Terjerat Kasus Korupsi dan Suap

Para jenderal itu terdiri dari TNI dan Polri

Sederet Jenderal Bintang Tiga Terjerat Kasus Korupsi dan Suap

Kepala Basarnas 2021-2023 Marsekal Madya Henri Alfiandi ditetapkan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sebagai tersangka kasus dugaan suap pengadaan alat pendeteksi korban reruntuhan di Basarnas RI.

Marsdya Henri bersama Koordinator Administrasi (Koorsmin) Kabasarnas Letkol Adm Afri Budi Cahyanto diduga mendapatkan nilai suap dari beberapa proyek di Basarnas tahun 2021 hingga 2023 sejumlah sekitar Rp88,3 miliar dari berbagai vendor pemenang proyek di Basarnas.

Marsdya Henri bersama Koordinator Administrasi (Koorsmin) Kabasarnas Letkol Adm Afri Budi Cahyanto diduga mendapatkan nilai suap dari beberapa proyek di Basarnas tahun 2021 hingga 2023 sejumlah sekitar Rp88,3 miliar dari berbagai vendor pemenang proyek di Basarnas.

Penetapan Marsdya Henri sebagai tersangka suap menjadikannya perwira tinggi TNI aktif berpangkat bintang tiga pertama terlibat pidana rasuah.

Namun sebelum Marsdya Henri, ada dua jenderal polisi aktif berpangkat jenderal bintang tiga terseret kasus kejahatan kerah putih dan telah menjalani pidana.

Penetapan Marsdya Henri sebagai tersangka suap menjadikannya perwira tinggi TNI aktif berpangkat bintang tiga pertama terlibat pidana rasuah.
Komjen Suyitno Landung

Komjen Suyitno Landung

Sederet Jenderal Bintang Tiga Terjerat Kasus Korupsi dan Suap

Jenderal polisi pertama berpangkat bintang tiga tersangka yaitu Suyitno Landung. Suyitno Landung merupakan Kabareskrim periode 2004-2005.

Sederet Jenderal Bintang Tiga Terjerat Kasus Korupsi dan Suap

Suyitno Landung ditahan di Rutan Bareskrim Polri sejak Desember 2005 setelah ditetapkan Bareskrim Polri sebagai tersangka kasus korupsi gratifikasi atau penerimaan hadiah.

Dalam proses persidangan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, jenderal polisi berbintang itu tebrukti menerima hadiah berupa mobil Nissan X-Trail seharga Rp247 saat menangani kasus letter of credit fiktif Rp1,7 triliun oleh Gramarindo Group pada BNI cabang Kebayoran Baru.

Dalam proses persidangan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, jenderal polisi berbintang itu tebrukti menerima hadiah berupa mobil Nissan X-Trail seharga Rp247 saat menangani kasus letter of credit fiktif Rp1,7 triliun oleh Gramarindo Group pada BNI cabang Kebayoran Baru.

Mobil itu diterima Suyitno Landung Ir. Ishak, konsultan bisnis terpidana 4 tahun kasus kredit fiktif BNI Rp1,7 triliun Adrian Waworuntu. Akibat perbuatannya, Suyitno Landung diganjar hukuman 1 tahun 6 bulan penjara dan membayar denda Rp50 juta. Mantan Kabareskrim itu menghirup udara bebas pada 5 Juni 2007 dari Rutan Brimob Kelapa Dua, Depok setelah menjalani pidana 18 bulan penjara sebagaimana keputusan pengadilan.

Komjen Suso Duadji

Komjen Suso Duadji

Jenderal polisi berbintang tiga yang tersandung pidana korupsi selanjutnya adalah mantan Kabareskrim Komjen Susno Duadji.

Jenderal polisi berbintang tiga yang tersandung pidana korupsi selanjutnya adalah mantan Kabareskrim Komjen Susno Duadji.

Susno terlibat kasus korupsi pengaman Pilgub Jabar dan perkara PT Salmah Arowana Lestari (SAL).

Susno ditetapkan sebagai tersangka kasus PT Salmah Arowana Lestari (SAL) pada 10 Mei 2010.

Susno menjalani sidang perdana di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan pada 29 September 2010 dengan dakwaan menerima suap untuk memperlancar kasus PT SAL dan pemotongan dan pengamanan Pilgub Jabar.

Susno ditetapkan sebagai tersangka kasus PT Salmah Arowana Lestari (SAL) pada 10 Mei 2010.

Susno kemudian divonis 3,5 tahun penjara dan denda Rp 200 juta. Selain itu, Susno dituntut membayar uang pengganti Rp 4 miliar atau penjara 1 tahun untuk kasus PT SAL. Sebab terbukti melanggar Pasal 11 UU Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Sedangkan untuk kasus korupsi dana pengamana Pilgub Jabar tahun 2008, Susno dijatuhi vonis hukuman 20 tahun penjara karena melanggar Pasal 3 Undang-Undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Susno terbukti memotong Rp 4.208.898.749 yang merupakan dana pengamanan Pilkada Jabar saat menjabat Kapolda Jabar pada 2008 untuk kepentingan pribadi.

Susno terbukti memotong Rp 4.208.898.749 yang merupakan dana pengamanan Pilkada Jabar saat menjabat Kapolda Jabar pada 2008 untuk kepentingan pribadi.

Susno banding namun ditolak ke Pengadilan Tinggi DKI Jakarta. Dia lalu mengajukan kasasi ke Mahkamah Agung, namun kembali ditolak pada 22 November 2012.

Keseruan Jenderal Bintang Dua Asyik Nyanyi dan Joget di Hari Korps Brimob Polri ke 78

Keseruan Jenderal Bintang Dua Asyik Nyanyi dan Joget di Hari Korps Brimob Polri ke 78

Jenderal bintang dua bersama sang istri asyik bernyanyi dan berjoget dengan gembira di atas panggung.

Baca Selengkapnya
Jenderal Bintang Dua Datangi KPK, Bahas Koruptor yang Masih Buron

Jenderal Bintang Dua Datangi KPK, Bahas Koruptor yang Masih Buron

Diketahui, KPK memiliki tiga buronan tersisa. Berikut tiga buron KPK yang hingga kini belum tertangkap:

Baca Selengkapnya
Ganjar Cerita jadi Tertuduh Utama Kasus Wadas hingga Dapat Stempel Hitam

Ganjar Cerita jadi Tertuduh Utama Kasus Wadas hingga Dapat Stempel Hitam

Ganjar menegaskan, jika kasus Wadas sudah selesai.

Baca Selengkapnya
Kamu sudah membaca beberapa halaman,Berikut rekomendasi
video untuk kamu.
SWIPE UP
Untuk melanjutkan membaca.
Eks Bupati Meranti M Adil Dituntut 9 Tahun Penjara Terkait 3 Kasus Korupsi

Eks Bupati Meranti M Adil Dituntut 9 Tahun Penjara Terkait 3 Kasus Korupsi

Jaksa menilai M Adil bersalah melakukan tiga dugaan tindak pidana korupsi yang merugikan negara Rp19 miliar lebih.

Baca Selengkapnya
17 Tahanan Polsek di Riau Kabur & 7 Ditangkap Kembali, Jenderal Bintang 2 Perintahkan Kejar Sisanya

17 Tahanan Polsek di Riau Kabur & 7 Ditangkap Kembali, Jenderal Bintang 2 Perintahkan Kejar Sisanya

Hingga pukul 12.00 WIB ini, tercatat sudah tujuh tahanan yang berhasil ditangkap kembali oleh Tim Khusus Polresta Pekanbaru, dan Polda Riau.

Baca Selengkapnya
Jenderal Bintang 3 Polri Asal Makassar Ini Ternyata Darah Biru Keturunan Raja

Jenderal Bintang 3 Polri Asal Makassar Ini Ternyata Darah Biru Keturunan Raja

Ternyata jenderal bintang 3 ini keturunan dari Raja Gowa.

Baca Selengkapnya
Jenderal Bintang 3 Kenang Pesan Sang Komandan saat Masih Berpangkat AKP: Jadi Orang Hebat, Harus Berani Beda

Jenderal Bintang 3 Kenang Pesan Sang Komandan saat Masih Berpangkat AKP: Jadi Orang Hebat, Harus Berani Beda

"Dil kalau kau mau jadi orang hebat, jadilah bunga yang berbeda di suatu taman," kata jenderal bintang tiga tersebut.

Baca Selengkapnya
Jadi Tersangka Korupsi Pengadaan Lahan di Jateng, Eks Dirut dan Mantan Manajer Anak Usaha Pelindo Ditahan

Jadi Tersangka Korupsi Pengadaan Lahan di Jateng, Eks Dirut dan Mantan Manajer Anak Usaha Pelindo Ditahan

Tersangka lainnya, yang seorang mitra perusahaan, juga sudah dimasukkan dalam Daftar Pencarian Orang (DPO).

Baca Selengkapnya
Dua Pegawai Kemendag Tersangka Korupsi Pengadaan Gerobak Segera Diseret ke Meja Hijau

Dua Pegawai Kemendag Tersangka Korupsi Pengadaan Gerobak Segera Diseret ke Meja Hijau

Dua tersangka merupakan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) terkait pengadaan gerobak di Kemendag.

Baca Selengkapnya