Sebastian Fundora Pertahankan Sabuk WBC Usai Hajar Keith Thurman di Las Vegas

Sebastian Fundora berhasil Pertahankan Sabuk WBC kelas super welter miliknya setelah mengalahkan Keith Thurman melalui TKO di ronde keenam, memperkuat dominasinya di ring tinju dan menjaga rekor impresifnya.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Sebastian Fundora Pertahankan Sabuk WBC Usai Hajar Keith Thurman di Las Vegas
Sebastian Fundora berhasil Pertahankan Sabuk WBC kelas super welter miliknya setelah mengalahkan Keith Thurman melalui TKO di ronde keenam, memperkuat dominasinya di ring tinju dan menjaga rekor impresifnya. (AntaraNews)

Sebastian Fundora, juara dunia kelas super welter (70kg) World Boxing Council (WBC), sukses mempertahankan sabuk juaranya. Ia mengalahkan petinju veteran Keith Thurman dalam laga sengit di MGM Grand Garden Arena, Las Vegas, Amerika Serikat. Pertarungan ini berlangsung pada Minggu WIB dan berakhir dengan kemenangan Technical Knockout (TKO) bagi Fundora di ronde keenam.

Kemenangan Fundora diraih setelah wasit menghentikan pertarungan pada menit 1:17 ronde keenam. Fundora menunjukkan dominasi sejak awal, menghujani Thurman dengan pukulan bertubi-tubi yang menyebabkan pendarahan hebat. Hasil ini menegaskan posisi Fundora sebagai salah satu petinju elite di divisinya.

Duel sesama petinju Amerika Serikat ini menjadi pertahanan ketiga Fundora atas sabuk WBC. Ia sebelumnya meraih gelar tersebut setelah mengalahkan Tim Tszyu pada Maret 2024. Kemenangan ini juga memperpanjang rekor impresif Fundora di dunia tinju profesional.

Sejak ronde-ronde awal, Sebastian Fundora tampil agresif dan mendominasi jalannya pertandingan. Petinju berjuluk “The Towering Inferno” ini terus melancarkan serangan, membuat Thurman kesulitan mengembangkan permainannya. Pukulannya menyebabkan luka serius di bawah mata kiri Keith Thurman, yang terus mengeluarkan darah.

Pendarahan hebat yang dialami Thurman menjadi perhatian utama wasit Thomas Taylor. Meskipun Thurman masih berdiri dan tidak terdesak di tali ring, wasit memutuskan untuk menghentikan laga. Penghentian ini dilakukan demi keselamatan petinju, mengingat kondisi luka yang terus memburuk.

Keputusan wasit ini memicu perdebatan, terutama dari kubu Thurman yang merasa pertarungan dihentikan terlalu dini. Namun, bagi Fundora, ini adalah hasil dari strategi dan kegigihannya yang konsisten. Ia berhasil menerapkan tekanan konstan yang tak mampu diatasi lawannya sepanjang pertarungan berlangsung.

Usai kemenangannya, Sebastian Fundora menunjukkan rasa hormatnya kepada Keith Thurman. Ia mengakui Thurman merupakan petarung hebat dan bahkan menilai Thurman layak masuk Hall of Fame suatu hari nanti. “Hormat saya untuk Keith. Itulah mengapa saya harus berlatih sangat keras dan bekerja sangat keras untuk membuktikan kepadanya dan kepada dunia bahwa saya adalah petinju kelas menengah junior terbaik,” kata Fundora.

Kemenangan ini tidak hanya memastikan Fundora Pertahankan Sabuk WBC, tetapi juga memperkuat rekor profesionalnya. Fundora kini memiliki 24 kemenangan, 16 di antaranya melalui KO/TKO, satu kekalahan, dan satu hasil imbang. Petinju berusia 28 tahun itu terus menunjukkan performa puncaknya di divisi super welter.

Pertahanan gelar ini adalah yang ketiga bagi Fundora, yang merebut sabuk WBC dari Tim Tszyu melalui keputusan terbelah dalam pertarungan berdarah selama 12 ronde pada Maret 2024. Konsistensi Fundora menjadikannya ancaman serius dan salah satu nama teratas di kelas super welter dunia.

Keith Thurman menyatakan ketidaksetujuannya terhadap keputusan wasit yang menghentikan pertarungan. Menurutnya, laga sedang berlangsung seru dan para penggemar menikmatinya, tetapi wasit menghentikannya terlalu cepat. “Mereka tidak punya nyali untuk membiarkan pertarungan berlanjut seperti di era Erik Morales,” ujar Thurman.

Thurman merasa penghentian itu terlalu dini dan ia masih memiliki kemampuan untuk melanjutkan pertarungan. Ia berargumen bahwa dirinya tidak sedang terdesak di tali ring atau menerima pukulan bertubi-tubi saat wasit menghentikan laga. “Sangat disayangkan saya tidak bisa memberikan pertunjukan yang lebih baik kepada para penggemar. Menang, kalah, atau seri, menurut saya keputusan itu sedikit terlalu dini. Saya masih punya lebih banyak kemampuan,” tambahnya.

Bagi Thurman, petinju berusia 37 tahun, ini adalah pertarungan ketiganya sejak kehilangan gelar kelas welter WBA dari Manny Pacquiao melalui keputusan terbelah pada Juli 2019. Kekalahan ini mengubah rekornya menjadi 31 kemenangan (23 KO), dua kekalahan, dan satu tanpa hasil (no contest).

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi