Saat penyidik terbaik KPK mau dibungkam jabatan

Rabu, 10 Februari 2016 06:05 Reporter : Henny Rachma Sari
Saat penyidik terbaik KPK mau dibungkam jabatan Novel Baswedan. ©2015 merdeka.com/arie basuki

Merdeka.com - Siapa yang tak mengenal Novel Baswedan. Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) ini mendadak terkenal pasca aksinya mengobrak-abrik gedung Korps Lalu Lintas Polri (Korlantas), Cawang, Jakarta Selatan beberapa tahun silam.

Keberanian Novel saat itu diacungi jempol, pasalnyaia membongkar kasus korupsi simulator SIM yang dilakukan institusi tempatnya bernaung sebelum menjadi penyidik KPK. Alhasil, kasus itu pun menyeret Jenderal Bintang Dua, Irjen Djoko Susilo yang saat itu menjabat sebagai Gubernur Akpol, namun pada kasus yang disidik Novel, Djoko masih menduduki Kakorlantas Polri.

Lantaran keberaniannya, Novel kerap dijuluki penyidik terbaik yang dimiliki KPK. Dukungan demi dukungan pun mengalir deras untuk penyidik yang dikenal pemberani dan jujur ini.

Waktu berlalu, kisruh antara KPK dan Polri terkait kasus simulator SIM mereda, kini Novel memasuki babak baru dalam hidupnya. Ia tengah menunggu persidangan tindak pidana umum di Pengadilan Negeri Bengkulu, 12 Februari 2016 mendatang.

Novel Baswedan menjadi tersangka dugaan penganiayaan berat terhadap pelaku pencurian sarang burung walet di Bengkulu pada 2004 ketika menjabat Kasat Reskrim Kepolisian Resor Kota Bengkulu.

Namun, babak baru dalam kehidupan Novel kini terbuka. Ia dikabarkan ditawari perusahaan BUMN. Penawaran tersebut digadang-gadang sebagai bentuk barter agar kasus Novel bisa berhenti.

Tawaran tersebut disampaikan pimpinan baru KPK kepada Novel saat pertemuan Selasa (2/2) lalu. Pimpinan KPK memberi pilihan ke Novel untuk memilih perusahaan BUMN yang diinginkan sebagai bagian penyelesaian kasus pidananya yang segera disidangkan di pengadilan. [rhm] SELANJUTNYA

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini