Menempuh studi di Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada (UGM) membuat Presiden Joko Widodo (Jokowi) memiliki kepedulian yang besar terhadap lingkungan. Sikap peduli terhadap lingkungan ini sudah mulai terlihat sejak Jokowi berkuliah.
"Pak Jokowi sering naik gunung. Dulu kan memang hobinya (naik gunung). Pernah sampai Gunung Kerinci. Kalau Gunung Merapi Merbabu sering," ungkap Budi Supriyambodo, usai beramah tamah dengan Presiden Jokowi di Fakultas Kehutanan UGM, Selasa (19/12).
Bambang menceritakan Jokowi memiliki kesadaran lingkungan yang paling tinggi dibandingkan teman-temannya yang lain. Bambang masih ingat saat naik gunung dirinya pernah ditegur Jokowi karena membuang sampah sembarangan di gunung.
"Dulu kalau naik gunung kan sangunya mie instan. Dimasak di gunung terus sampahnya dibuang begitu saja. Pak Jokowi dulu sering menegur teman-teman yang buang sampah sembarangan. Pak Jokowi mencontohkan sampah mie instan itu dimasukkan ke saku celana nanti saat turun baru dibuang," ungkap Bambang.
Bambang menambahkan Jokowi juga pernah mengingatkan teman-teman yang naik gunung karena mengambil bunga Edelweis. Saat itu, lanjut Bambang, hanya Jokowi yang tidak mengambil bunga Edelweis.
"Dari atas (puncak) pada pengen bawa kenang-kenangan. Kemudian pada mengambil bunga Edelweis. Hanya Pak Jokowi yang tidak mengambil. Pak Jokowi bilang keindahan alam itu dinikmati saja. Cukup dilihat saja. Kalau kita bawa nanti di rumah layu akhirnya cuma jadi sampah," kenang Bambang yang merupakan rekan seangkatan Jokowi di Fakultas Kehutanan, UGM.
Sebelumnya, Jokowi menyempatkan diri untuk mampir dan bernostalgia di tempatnya dulu berkuliah yaitu di Fakultas Kehutanan UGM. Di sana Jokowi sempat beramah tamah dengan civitas akademika Fakultas Kehutanan UGM dan menanam sebuah pohon Cendana di halaman fakultas. Sebelumnya Jokowi sempat memberikan kuliah umum di acara RapatTerbuka Dies Natalis UGM ke 68 di Gedung Grha Sabha.