Rutan Sialang Bungkuk kembali memanas, tahanan saling lempar batu
Merdeka.com - Hingga malam ini Rumah Tahanan (Rutan) Sialang Bungkuk, Kecamatan Tenayanraya, Kota Pekanbaru, belum kondusif usai kerusuhan pada Jumat (5/5). Ratusan tahanan kini kembali mengamuk dan berteriak di dalam Rutan.
Kejadian kaburnya 250 tahanan kabur dari Rutan, setelah bentrok dengan petugas sipir. Bahkan malam ini pukul 22.30 WIB, ratusan tahanan melempar batu dari dalam ke luar Rutan hingga mengenai aparat kepolisian. Sehingga 200 personel Brimob Polda Riau langsung memasang perlengkapan berupa helm dan rompi anti peluru sebagai antisipasi.
Di dalam, para tahanan semakin beringas. Puluhan TNI awalnya berada di dalam Rutan ditarik keluar. Sebagian lainnya masih berjaga di dalam Rutan. Kepolisian juga mengepung gedung lapas untuk mengantisipasi upaya kabur para tahanan.
Kapolda Riau Irjen Zulkarnain Adinegara mengatakan, potensi kerusuhan kembali terjadi jika keinginan dan tuntutan para yang tahanan tidak dipenuhi. "Kondisi sekarang masih berpotensi rusuh kembali jika keinginan mereka tidak dipenuhi," ujar Zulkarnain kepada merdeka.com.
Tuntutan para tahanan di antaranya meminta kepala Rutan dicopot dari jabatannya dan pungutan uang dibebankan kepada para tahanan dihapuskan.
Anggota Brimob dan Sabhara disiagakan di luar Rutan belum bisa masuk. Menurut Zulkarnain, ribuan tahanan di dalam rutan masih resisten terhadap keberadaan Polri di lokasi.
"Kondisi di dalam masih resisten, karena polisi yang menangkap mereka kembali. Jadi yang masuk ke dalam sekarang baru TNI," kata perwira tinggi jebolan Akademi Kepolisian tahun 1985 ini.
Dari 250 tahanan kabur, baru 160 orang di antaranya yang kembali ditangkap. Mereka ditangkap oleh polisi, TNI, serta warga setempat yang melihat. Bahkan, warga sempat menjadi korban, disandera dan sepeda motor dirampas para tahanan.
(mdk/ang)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya