Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Risma memoles Surabaya dengan taman

Risma memoles Surabaya dengan taman Taman Ekspresi di Surabaya. ©2014 Merdeka.com

Merdeka.com - Doni menikmati benar suasana Taman Bungkul sore itu. Dia bersama temannya asyik menikmati secangkir kopi di sebuah kedai jajanan di sentra PKL, di sisi timur taman yang kini menjadi salah satu ikon Kota Surabaya, Jawa Timur, itu. Hingga beranjak malam, dia masih betah nongkrong bersama temannya.

"Tidak mesti, kadang sore, kadang malam nongkrong di sini. Suasananya enak, ramai, asyik lah," ujarnya kepada merdeka.com, Rabu malam (23/4).

Taman Bungkul memang tidak pernah sepi sejak dibangun pada 2007 lalu, di era kepemimpinan Wali Kota Bambang DH. Taman itu semula hanya ramai dikunjungi peziarah kuburan Mbah Bungkul. Bila malam, di sisi makam menjadi tempat mesum dan mangkal para PSK.

Namun Bambang DH yang disokong Tri Rismaharini sebagai kepala dinas kebersihan dan pertamanan kota, kala itu mengubah wajah taman. Tak syak, taman itu mendadak menjadi ramai. Taman dihias bunga-bunga indah, dibangun arena bermain anak-anak, arena olahraga, dan menata sentra PKL.

Topik pilihan: Pelecehan Seksual di JIS | Pembajakan Virginblue | Penganiayaan Taruna STIP

Pembenahan dan penambahan fasilitas taman terus dilakukan oleh Risma, sapaan gaul Tri Rismaharini, saat menjabat sebagai wali kota Surabaya menggantikan Bambang DH. Pemugaran besar-besaran dilakukan, misalnya menata trotoar pinggir taman, memasang markah tulisan Taman Bungkul di sisi taman yang berbatasan dengan Jalan Raya Dharmo.

Belakangan, pemugaran taman diganjar penghargaan The 2013 Asian Townscape Award dari Perserikatan Bangsa-Bangsa sebagai taman terbaik se-Asia pada 2013.

Sebenarnya bukan hanya Taman Bungkul, Risma juga membenahi taman-taman lain, misalnya Taman Mundu di Jalan Tambak Sari, tepatnya di depan stadion Gelora 10 November. Berikutnya Taman Flora atau Kebun Bibit di kawasan Bratang, Taman Surya di depan Balai Kota Surabaya, Taman Prestasi di Genteng Kali, Taman Apsari, Taman BMX di pinggiran Kali Mas dan taman lainnya.

"Semua itu saya awali ketika saya menjabat kepala Dinas Pertamanan. Waktu itu batasan ruangnya itu. Sekarang saya menjadi wali kota, ya saya paksa lebih luas lagi. Artinya bukan hanya taman, tapi saya paksa lebih luas lagi. Kalau kota ini berkembang pesat, itu masyarakatnya karena memiliki pendidikan bagus," ujar Risma saat ditemui di kantornya, Rabu (23/4).

(mdk/hhw)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP