Pemerintahan Prabowo-Gibran telah berjalan enam bulan dengan sejumlah terobosan kebijakan. Pada awal tahun, Presiden Prabowo Subianto melakukan reshuffle terbatas sebagai bagian dari evaluasi kinerja Kabinet Merah Putih.
Melalui momentum Ramadan dan Lebaran yang berlangsung serentak tahun ini, perhatian publik tertuju pada sosok Menteri Agama Nasaruddin Umar. Ia dinilai berhasil mempersatukan umat dan menjaga kerukunan beragama di Indonesia.
Temuan riset Indonesia Social Insight (IDSIGHT) mencatat, Menag Nasaruddin mendapatkan penilaian positif tertinggi dengan angka 67,4 persen. Sebelumnya, posisi tertinggi dalam 100 hari pemerintahan didominasi oleh menteri-menteri bidang ekonomi.
IDSIGHT menganalisis tanggapan pengguna media sosial melalui akun resmi para menteri dan kementerian di platform Instagram, X/Twitter, Facebook Page, dan TikTok, dalam periode 6–15 April 2025. Keempat platform ini, menurut laporan Data Digital Indonesia 2024, merupakan yang paling banyak digunakan masyarakat Indonesia, dengan karakteristik pengguna yang berbeda-beda.
"Dalam periode enam bulan pemerintahan Prabowo-Gibran, muncul sosok Menag Nasaruddin sebagai pejabat terbaik di Kabinet Merah Putih, sementara kinerja tim ekonomi perlu diperkuat lagi," ujar Direktur Komunikasi IDSIGHT, John Santosa dalam keterangannya, Minggu (27/4).
Selain menjabat Menteri Agama, Nasaruddin juga merupakan Imam Besar Masjid Istiqlal dan dikenal publik sebagai simbol toleransi di tengah kebhinnekaan.
"Tak hanya menyejukkan umat, pandangan keagamaan Nasaruddin cenderung progresif seperti dalam kesetaraan gender," jelas Johan.
Menjelang Hari Raya Idulfitri, Nasaruddin mengajak seluruh bangsa Indonesia menjaga spirit Ramadan dan memperkuat persatuan. Tradisi silaturahmi, open house, dan saling mengunjungi menjadi budaya yang menguatkan kebersamaan di antara masyarakat dan elite politik.
"Sayangnya, kunjungan silaturahmi para elite kerap dinilai secara politis, seperti kontroversi kedatangan menteri-menteri di kabinet Prabowo ke rumah mantan Presiden Jokowi yang memunculkan wacana matahari kembar," tandas Johan.
Advertisement
Di sisi lain, muncul figur Didit Prabowo yang berhasil mempertemukan anak-anak dari keluarga presiden dan menjalin hubungan dengan tokoh-tokoh yang selama ini berseberangan. Persatuan di antara para tokoh bangsa dinilai krusial menghadapi tantangan ekonomi dan geopolitik global.
"Bayang-bayang pelemahan ekonomi dan merosotnya nilai tukar rupiah, ditambah anjloknya IHSG serta kebijakan tarif resiprokal Presiden Amerika Serikat Donald Trump, menjadi tantangan dalam paruh awal pemerintahan Prabowo-Gibran," terang Johan.
Publik menilai perlunya penguatan kinerja tim ekonomi untuk menghadapi situasi tersebut.
"Penilaian positif terhadap Menteri Keuangan Sri Mulyani sebesar 65,4 persen, turun dari sebelumnya paling tinggi dan mencapai 61,2 persen," lanjut Johan.
Menteri BUMN Erick Thohir juga mengalami penurunan, dengan penilaian positif 56,7 persen dari sebelumnya 56,7 persen di awal tahun.
"Pemerintah perlu meningkatkan kepercayaan publik di tengah upaya membangun Danantara yang menghimpun aset-aset BUMN," tegas Johan.
Sementara itu, Menko Perekonomian Airlangga Hartarto mencatatkan kenaikan tipis dengan penilaian positif 52,4 persen.
"Airlangga memimpin delegasi untuk perundingan tarif, di mana Indonesia menawarkan pelonggaran kebijakan tingkat kandungan dalam negeri (TKDN) dan kuota impor," papar Johan.
Meski dihadapkan pada tantangan berat, sejumlah prestasi tetap diraih, seperti kelancaran arus mudik berkat pembangunan infrastruktur masif dan panen raya padi untuk mendukung target swasembada pangan.
Menko Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono mendapatkan penilaian positif 64,6 persen, sedangkan Menteri Pertanian Amran Sulaiman 62,8 persen.
"AHY juga digadang-gadang sebagai calon presiden 2029, sementara Amran terus menggawangi sektor pertanian sejak periode pertama Jokowi," ujar Johan.
Pejabat lain yang mendapat penilaian positif adalah Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti (60,3 persen) dan Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi (54,2 persen). Berikutnya adalah Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni (51,5 persen) dan Menteri Sosial Saifullah Yusuf (45,3 persen).
"Prabowo menunjuk Prasetyo Hadi sebagai juru bicara untuk menyampaikan program-program unggulan seperti integrasi data tunggal sosial ekonomi (DTSEN) dan pembangunan Sekolah Rakyat demi mengentaskan kemiskinan struktural," pungkas Johan.