Ridwan Kamil Blusukan Bagikan Sembako untuk Warga yang Tak Terdata Penerima Bansos

Rabu, 21 Juli 2021 22:45 Reporter : Aksara Bebey
Ridwan Kamil Blusukan Bagikan Sembako untuk Warga yang Tak Terdata Penerima Bansos Ridwan Kamil bagikan sembako. ©2021 Merdeka.com/aksara bebey

Merdeka.com - Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil memiliki agenda baru selama sisa PPKM darurat yang diperpanjang hingga Minggu (25/7) ini. Ia akan blusukan ke berbagai daerah untuk memberikan bantuan sembako bagi warga terdampak yang tak terdata sebagai penerima bansos dari pemerintah.

Kegiatan ini sudah berjalan sejak Selasa (20/7) pagi. Ia menunggangi sepeda motor mendatang menyasar sejumlah wilayah di Bandung Raya, mulai dari Kota Cimahi hingga Kabupaten Bandung.

Ridwan membagikan langsung bingkisan berisi sembako dan uang tunai kepada para warga di rumah-rumah, pedagang kecil, lansia hingga petani yang sedang menggarap sawah. Sesekali ia mendengarkan keluhan dan aspirasi mereka.

Kegiatan ini akan dilakukan ke berbagai daerah lain di Jawa Barat, setidaknya hingga batas PPKM darurat selesai pada Minggu (25/7). Semua sumber bantuan berasal dari donasi, CSR, hingga uang pribadi.

"Kita kan menunggu kejelasan siapa yang mendapatkan bansos. Keputusan itu kan didapat baru sekitar tujuh hari lalu dari rapat nasional siapa yang dapet bansos formal dari berbagai pintu, kemensos dan lain-lain. Total Jabar sekitar 63 persen tercover bansos pusat," jelas dia, Rabu (21/7).

"PPKM darurat ini melahirkan mereka kategori miskin baru yang ga terdata dan harus ditolong. Jadi kita ada penyisiran secara door to door. Besok saya di lapangan juga bagi bansos Kabupaten Bekasi, Cianjur Sukabumi, seminggu ini mungkin banyak di lapangan," jelas dia.

Selain improvisasi, ia menyebut blusukan menggunakan motor dan bertemu dengan warga diharapkan bisa meredakan kelelahan dan rasa marah warga dalam situasi sulit saat pandemi Covid-19.

Meski demikian, ia mengakui banyak menghadapi kendala di lapangan. Oleh karena itu, ia mengajak semua organisai atau kelompok masyarakat bisa ikut berpartisipasi untuk menyalurkan bantuan.

"Psikologis warga sedang marah, melemah, pasrah dan butuh support pemimpin sehingga dengan kehadiran pemimpin secara langsung diharapkan menaikkan moral dan semangat pada saat sulit," ucap dia.

"Tapi karena dinamika di lapangan tidak mudah. Kita perlu kolaborasi. Sehingga saya mengajak dalam tujuh hari ke depan komunitas yang mau berbagi, kami ada logistik sembakonya tapi kekurangan pasukan menyisir mereka yang tidak terdata secara formal karena mungkin KTP-nya tidak valid atau tidak terdata secara domisili, lagi kesusahan lain-lain kelaparan juga. Itu yang kita sisir," pungkasnya. [bal]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini