Rica Roa, sambal khas Manado yang banyak diburu warga

Minggu, 25 September 2016 20:01 Reporter : Tommy A Lasut
Rica Roa, sambal khas Manado yang banyak diburu warga Rica Roa sambal khas Manado. ©2016 merdeka.com/tommy lasut

Merdeka.com - Bagi masyarakat Manado dan Sulawesi Utara umumnya, makan tanpa sambal sama seperti belum makan. Itulah sebabnya, sambal termasuk menu pelengkap yang tak terpisahkan saat makan di daerah ini. Ya, masyarakat Manado memang terkenal doyan makanan pedes.

Yang menarik adalah, sambal di Manado kerap disebut "rica". Padahal, rica sendiri jika diartikan dalam bahasa Indonesia adalah cabai. Sama seperti cabai rawit, cabai keriting, dan sebagainya.

Entah mengapa rica atau cabai yang telah diproses menjadi sambal tetap saja disebut rica seperti halnya Rica Roa dan Rica lemong yang sangat terkenal dari Manado. Tak usah dipermasalahkan, itulah uniknya masyarakat di ujung utara nusantara ini.

Jika membahas dua jenis sambal ini, meski sama-sama sering diburu warga, ada perbedaan yang mencolok. Rica roa adalah jenis sambal yang telah diproses dengan berbagai bumbu kemudian digoreng bersama dengan ikan roa yang telah terlebih ditumbuk halus.

rica roa sambal khas manado

Rica Roa sambal khas Manado ©2016 merdeka.com/tommy lasut

Sementara, rica lemong adalah semua bumbunya mentah dan segar kemudian ditambah perasan "lemon" atau jeruk. Biasanya sambal jenis ini tidak akan bertahan lebih dari satu hari. Jika disimpan dalam mesin pendingin, tetap saja hanya bisa bertahan maksimal dua hari.

Saat ini, kita akan membahas khusus mengenai rica roa. Soalnya, sambal ini yang paling tahan lama hingga memiliki nilai ekonomis lebih tinggi. Sambal ini dapat dikemas dan dijual ke luar daerah karena daya tahannya.

Jika berada di Manado, sambal dengan bahan utama cabai rawit dan ikan roa ini mudah dijumpai di setiap rumah makan. Mulai dari warung makan pinggir jalan, restoran terkenal, hingga di hotel-hotel berbintang sekalipun. Jadi, penggemar rica roa tak perlu takut karena sambal ini mudah dijumpai di kota di Manado.

Uniknya lagi, masyarakat manado kerap menyandingkan sambal dengan apa saja menu makanannya. Istilahnya, apa saja yang bisa ditelan pasti enak jika dicocol maupun dicampur sambal. Tak heran, berbagai jenis gorengan pun dilahap dengan sambal jenis apa saja termasuk rica roa.

"Rica roa selalu habis karena banyak peminatnya. Gorengan dicocol rica roa itu paling nikmat. Pengunjung bisa mandi keringat saking nikmatnya. Bahkan ada pengunjung dari luar Manado selalu mampir di sini. Tiap balik ke Manado selalu dibungkus untuk oleh-oleh," ujar Erny Item (40), pengelola kuliner Sabua Bulu di lokasi wisata Pantai Malalayang.

rica roa sambal khas manado

Rica Roa sambal khas Manado ©2016 merdeka.com/tommy lasut

Selain pengunjung dari luar daerah, beberapa pejabat pemerintahan di Kota Manado, sering menyinggahi warung kuliner Sabua Bulu hanya untuk merasakan sensasi pedasnya rica roa serta makanan khas lainnya seperti ikan goropa woku belanga.

Lain halnya dengan Jotham Silvester Lasut (51). Pengusaha kuliner khas Manado ini banjir orderan dari luar daerah khusus untuk rica roa. Pelanggannya berasal dari beberapa kota seperti Jakarta, Yogyakarta, Pontianak, Balikpapan, Makassar, dan lain-lain.

"Ini juga baru terima pesanan via online dari Jakarta. Kalau untuk produk khusus rica roa ada beragam ukuran kemasan toples plastik," ujar Jotham yang belum lama menggeluti bisnis ini.

Untuk ukuran kemasan 100 gram dijual dengan harga Rp 20 ribu, kemasan 200 gram seharga Rp 40 ribu, 500 gram dipatok Rp 100 ribu, sedangkan ukuran 1 kg dijual dengan harga Rp 200 ribu.

Dari hasil penjualan rica roa, dia bisa meraup keuntungan sekitar Rp 3 juta per bulan, belum lagi produk lain seperti abon ikan tuna, keripik tuna, bahkan beberapa jenis produk makanan daerah lainnya. Saat ini, dia sementara menggenjot pemasaran melalui internet.

Tak lengkap rasanya jika berbicara rica roa kemudian tak mengetahui apa sebenarnya rica roa itu dan bagaimana cara mengolahnya. Rica roa adalah sambal khas Manado yang diolah dari dua bahan dasar itu. Rica dan Roa. Rica adalah cabe atau cabai, sedangkan roa adalah jenis ikan yang banyak terdapat di perairan Sulawesi dan Indonesia Timur.

Ikan Roa (Garfish), di beberapa daerah banyak penyebutannya. Ada yang menyebut ikan cucut (swordfish), ikan terbang (flyingfish), ikan julung, maupun sederet nama lain tergantung penamaan di daerah itu sendiri.

rica roa sambal khas manado

Rica Roa sambal khas Manado ©2016 merdeka.com/tommy lasut

Bentuk tubuh ikan ini dan indah dan memanjang. Bagian mulutnya pun terdapat seperti paruh panjang yang tajam berwarna perak dan hitam. Hati-hati menangkap ikan ini dalam keadaan hidup karena bisa saja tertusuk paruhnya yang halus dan tajam.

Untuk dibuat menjadi bahan dasar rica roa, ikan diasapi terlebih dahulu hingga kering dan kadar airnya sedikit. Kalau di Manado, banyak dijual ikan roa yang telah diasapi terlebih dahulu hingga kering. Setelah itu, ikan ditumbuk hingga halus.

Sementara itu, haluskan bumbu seperti cabe rawit (bisa dicampur cabe merah), bawang merah, bawang putih, tomat merah. Penggunaan cabe tergantung tingkat kepedasan sambal. Setelah itu tumis bumbu menggunakan minyak sayur.

Setelah bumbu matang, masukkan ikan roa yang telah ditumbuk halus campur hingga merata. Kemudian tambahkan tumisan dengan penyedap rasa seperti garam dan gula secukupnya dan sambal atau rica roa siap disajikan.

Tak ditemukan referensi terkait sejarah sambal ini di Manado. Yang jelas, olahan ikan roa dan rica ini telah lama dikenal masyarakat Sulawesi Utara. Soal pelanggan jangan ditanya. Jenis sambal ini lekat di lidah mulai dari kalangan bawah hingga pengusaha dan pejabat negara.

Warga Manado sendiri jangan ditanya. Meski telah bekerja dan menetap di luar daerah hingga mancanegara, berbagai cara dilakukan untuk dapat menikmati sambal khas ini. Mulai dari memesannya ke keluarga yang akan berkunjung hingga orderan via internet. [dan]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini