Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Rentetan Aksi Teror KKB di Papua dalam Sebulan Terakhir

Rentetan Aksi Teror KKB di Papua dalam Sebulan Terakhir Ilustrasi KKB Papua. ANTARA

Merdeka.com - Teror kelompok kriminal bersenjata (KKB) atau kelompok separatis teroris (KST) di bumi Papua semakin marak. Dalam sebulan ini, sejumlah aksi mereka menyebabkan kerugian yang tidak sedikit.

Kapendam XVII/Cenderawasih Kolonel Inf Aqsha Erlangga pada awal Maret kemarin mengatakan, kelompok ini tidak segan untuk memperkosa maupun membunuh masyarakat sipil.

"Sudah tidak terhitung berapa kali KST telah melakukan aksi kekejamannya, baik memperkosa dan membunuh masyarakat sipil yang tidak berdosa. Guru, tenaga pengajar dan tenaga kesehatan pun jadi korban sampai hilang nyawa," kata Aqsha, Jumat (4/3).

Selain itu KKB juga pernah membakar dan merusak fasilitas umum mulai sekolah, puskesmas serta bangunan pribadi warga yang tidak berdosa.

"Belum lagi menyerang, menembak dan membunuh aparat keamanan TNI-Polri yang sedang bertugas mengabdi untuk rakyat Papua," tambahnya.

Berikut rentetan aksi teror KKB yang terjadi dalam sebulan terakhir:

Menembak Polisi dan Membakar Rumah di Area Penambangan Emas

Kabid Humas Polda Papua Kombes Polisi Ahmad Musthofa Kamal mengatakan, KKB pimpinan Undius Kogoya menembak anggota Polri yang sedang bertugas dan membakar sejumlah rumah warga di Distrik Baya Biru, Kabupaten Paniai, Papua, Sabtu (19/3).

"Tidak ada korban jiwa dari peristiwa itu, namun dari informasi yang kami terima bahwa di lokasi 81 sebanyak 11 unit rumah atau camp warga dibakar KKB. Kemudian di lokasi 45, mereka (KKB) juga membakar rumah petugas puskesmas dan guru," kata Kabid Humas Polda Papua, Senin (21/3).

Dia menjelaskan kronologinya. Teror bermula dari penembakan yang dilakukan KKB pada pukul 15.30 WIT. Empat anggota Pos Pol Ndeotadi 99 tengah melaksanakan kegiatan patroli dengan rute yakni lokasi 99, lokasi 45 dan lokasi 81.

Saat anggota patroli hendak kembali menuju ke pos, mereka diteror KKB tepatnya di tanjakan lokasi 81. Mereka ditembak dari arah depan.

Bripda Zulkarnaen Sommeng berada di posisi paling depan. Kaget mendapat serangan, Bripda Zulkarnaen Sommeng sempat melompat ke jurang dan melihat ada dua orang keluar dari semak-semak.

"Kemudian tiga anggota lainnya pun membalas tembakan ke arah depan. Alhamdulilah dari mereka tidak ada yang kena (tembakan)," ujar Kamal.

Empat personel itu juga sempat berlindung di salah satu camp milik masyarakat di lokasi 81. Melihat situasi sudah mulai melandai, mereka melanjutkan perjalanan ke pospol sekitar pukul 20.30 WIT.

Menembaki Delapan Karyawan PT PTT di Kampung Beoga

Pada Rabu (2/3), KKB menembaki hingga menyebabkan delapan karyawan PT Palapa Timur Telematika (PTT) terbunuh di Kampung Beoga, Distrik Ilaga, Kabupaten Puncak.

Kejadian pembunuhan delapan karyawan PT PTT berawal saat mereka tersebut sedang melakukan perbaikan Tower Base Transceiver Station (BTS) 3 Telkomsel, kemudian tiba-tiba diserang dengan brutal dan mengakibatkan delapan orang meninggal dunia dan satu orang selamat.

"Akibat dari penyerangan tersebut, delapan orang karyawan PTT meninggal dunia, hal tersebut terlihat melalui rekaman CCTV Tower PTT bahwa salah seorang Karyawan PTT yang selamat bernama NS dan meminta bantuan penyelamatan di Tower BTS 3," kata Kapendam XVII/Cenderawasih Kolonel Inf Aqsha Erlangga dalam keterangannya, Kamis (3/3).

Menyerang Pos Jaga dan Menembak Prajurit TNI

Prajurit TNI, Pratu Heriyanto ditembak KKB di Kampung Dambet, Distrik Beoga, Kabupaten Puncak Papua, Kamis (3/3).

"Jadi anggota kami (Pratu Heriyanto) yang terluka akibat serangan tembakan KST kemarin, tadi pagi sudah dievakuasi ke Timika untuk perawatan medis lebih lanjut," kata Aqsha Erlangga menanggapi aksi penembakan tersebut.

Awalnya kelompok pengacau menyerang anggota Kopasgat yang sedang berada di Pos Jaga Runway 25 Satgas Lanud Kopasgat Paskhas Yonko 469/Pancawara di Ujung Bandara Aminggaru Ilaga.

Seusai menyerang Pos Kopasgat di bandara, KKB kembali menyerang personel TNI yang sedang bertugas di Pos Koramil Dambet Satgas Kodim Yonif R 408/SBH di Kampung Dambet, Distrik Beoga.

"Jadi, akibat dari penyerangan itu, Pratu Herianto mengalami luka tembakan di bagian leher, tepatnya di bawah telinga," jelas Aqsha.

Kapendam menjelaskan kronologi penyerangan berawal saat 12 personel Pos Koramil Dambet Satgas Kodim Yonif R 408/SBH sedang melaksanakan patroli sekaligus memperbaiki saluran air yang jaraknya dari pos sekitar 50 meter.

Lanjutnya, saat prajurit tengah memperbaiki saluran air, tiba-tiba KKB menyerang dan menembaki anggota yang sedang berpatroli.

"Dari laporan satgas ada sekitar 15 orang KST, dan ada yang membawa senjata laras panjang sebanyak tiga pucuk," paparnya.

Setelah diserang, prajurit TNI Pos Koramil Dambet Satgas Kodim Yonif R 408/SBH pun berhasil memukul mundur KST menuju ke arah Kampung Ogamki, Distrik Beoga, Kabupaten Puncak.

Korban akhirnya dievakuasi ke Timika. Prajurit TNI itu diterbangkan menggunakan pesawat Asian-One PK-LTF untuk perawatan medis di RSUD Timika.

KKB Serang Bandara Aminggaru Ilaga Puncak, Satu Prajurit Luka Tertembak

KKB Papua menembak prajurit TNI Praka Fermansyah pada Sabtu (19/2) . Prajurit TNI yang tergabung dalam Satgas Lanud Kopasgat itu ditembak anggota KST di Bandara Aminggaru Ilaga, Distrik Omukia, Puncak.

"Satu orang Praka Fermansyah terkena tembakan pada bagian bahu kanan," kata Aqsha saat itu.

Korban merupakan putra asli Papua dari suku Biak. Korban Praka Fermansyah dalam kondisi sadar dievakuasi menuju Puskesmas Ilaga, Kabupaten Puncak dengan menggunakan ambulans milik Bandara Ilaga.

"Selanjutnya direncanakan korban akan dievakuasi menggunakan Heli TNI AU menuju Bandara Mozes Kilangin Mimika," ujar dia.

Bakar Empat Rumah dan Pasar di Kabupaten Puncak

KKB membakar dan menembak daerah permukiman di Distrik Omukia dan Distrik Ilaga, Kabupaten Puncak, Papua, Minggu (20/2). Aksi dilakukan saat warga sedang beribadat ke gereja.

Aksi gangguan keamanan yang dilakukan KKB di Kabupaten Puncak bermula dari evakuasi korban penembakan pada pukul 07.00 WIT yang dilakukan Tim Gabungan Aparat Keamanan TNI Polri, dipimpin Kapten Pas Geri Kurniawan selaku Dansektor Satgas Lanud Kopasgat. Tim evakuasi saat itu berangkat dari Puskesmas menuju Bandara Aminggura Ilaga, Distrik Omukia Kabupaten Puncak menggunakan 3 unit kendaraan roda empat.

"Saat berada di Bandara, tiba-tiba dari atas bukit ada tembakan yang dilakukan oleh KST ke arah Aparat Keamanan. Sehingga aparat TNI dari Kopasgat membalas tembakan ke arah KST," jelas Aqsha.

"Pada pukul 09.40 WIT, kembali KST mengeluarkan tembakan di Kampung Nipuralome, Distrik Ilaga yang berdekatan dengan Tower Telkomsel," tambahnya.

Tidak hanya itu, pada pukul 09.45 WIT kembali KKB membakar pasar tradisional Ilaga di Kampung Nipuralome. Aparat TNI menerbangkan drone ke arah bunyi tembakan dan kepulan asap untuk memantau aksi pembakaran.

"Hasil dari pantauan drone, terlihat tujuh orang KST dengan membawa senjata satu pucuk SS1 berada di sekitar Tower Telkomsel, dan kepulan asap berasal dari rumah warga yang dibakar," ungkap Kapendam.

"Kemudian pada pukul 10.35 WIT kembali terdengar tembakan pistol sekitar 15 kali dari arah bangunan Gereja atau bawah Aula Negelar Distrik Ilaga, yang berjarak sekitar 150 meter dari Pasar Tradisional Ilaga," pungkasnya.

Tidak lama setelah kejadian tersebut, sekitar pukul 11.48 WIT terjadi aksi mencurigakan dua anggota KKB menggunakan satu unit sepeda motor dengan kecepatan tinggi dari arah Kampung Kunga, Distrik Gome melintasi Pos Koramil Gome.

"Di kendaraan sepeda motor terlihat membawa tas plastik merah membawa amunisi, kemudian aparat TNI mencoba menghentikan dengan tembakan peringatan, namun kedua orang KST berhasil melarikan diri," kata Aqsha.

Dari tindakan aparat Gabungan TNI Polri tersebut, menyebabkan tujuh orang KST yang berada di sekitar Tower Telkomsel melarikan diri menuju hutan Eromaga, Distrik Omukia.

Dari aksi teror KKB tersebut tidak ada korban jiwa, namun ada sekitar empat unit rumah warga masyarakat yang dibakar. Rumah yang dibakar berada di perumahan lingkungan SMK N 1 Ilaga dan satu rumah di dekat Tower Telkomsel.

Tembak Warga Sipil di Ilaga

Seorang warga sipil, Glen Sumampo, yang bekerja sebagai karyawan PT Martha Teknik Tunggal (MTT) ditembak KKB di dekat Tugu Kampung Kago, Distrik Ilaga, Kabupaten Puncak, Papua, Sabtu (19/2) sekitar pukul 15.30 WIT.

Sebelumnya pada pagi hari, kelompok pengacau tersebut telah menembak seorang anggota TNI AU, Praka Fermansyah yang tengah mengamankan Bandara Aminggaru Ilaga.

Kabid Humas Polda Papua Kombes Polisi Ahmad Musthofa Kamal mengatakan, Glen tertembak di perut sebelah kanan. Saat kejadian, korban bersama rekannya mengendarai truk milik PT MTT hendak menuju ke Kampung Kago, Distrik Ilaga, Puncak.

Namun setibanya di dekat Tugu Kampung Kago, KST menembak ke arah truk dan mengakibatkan korban terkena tembakan pada rusuk sebelah kiri dan tembus rusuk kanan atas.

(mdk/cob)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP